Analisis Rantai Nilai dengan Perspektif Ramah Lingkungan pada Produk Stik Tahu

Produk Pangan
Dokumentasi Produk Pangan (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kedelai. Kedelai tergolong kedalam kelompok biji-bijian yang mengandung sumber gizi cukup kompleks.

Kedelai merupakan sumber protein yang paling murah dibandingkan dengan jenis makanan Kedelai mengandung sumber gizi seperti protein, karbohidrat, lemak, serat, dan vitamin. Umumnya, masyarakat Indonesia mengolah kedelai menjadi tahu ataupun tempe.

Tahu adalah salah satu produk olahan pangan yang sering dijumpai digemari masyarakat. Tahu mengandung gizi yang sangat baik dan kaya akan protein.

Bacaan Lainnya
DONASI

Masa simpan tahu tergolong cukup singkat yaitu selama 7 hari, untuk memperpanjang masa simpannya, tahu dapat diolah menjadi stik tahu agar memiliki masa simpan yang lama.

Proses produksi stik tahu cukup mudah karena berbahan baku dari tahu yang dipotong, kemudian direndam dengan bumbu, lalu dikeringkan dan digoreng tanpa menambahkan bahan baku lainya.

Umumnya, proses pembuatan stik tahu dilakukan secara tradisional dengan menggunakan tungku, kayu bakar, alat press manual, dan penjemuran dibawah sinar matahari.

Jika dilihat dari segi ramah lingkungan, proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional jauh berbeda dengan produksi yang dilakukan secara modern.

Proses produksi secara tradisional umumnya menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar dalam pembuatan stik tahu, yang mana kayu bakar sangat berpotensi menghasilkan emisi yang akan berdampak terhadap lingkungan.

Berdasarkan jurnal sustainability, emisi karbon berdampak terhadap perubahan iklim. Emisi memberikan kontribusi dalam pemanasan global sebesar 0,46% pertahunnya. Emisi karbon dapat diturunkan dengan cara efisiensi energi yang digunakan serta perubahan gaya hidup.

Pada kasus industri, pengurangan emisi karbon dapat dilakukan dengan cara mengganti bahan bakar yang digunakan dan meminimalisir penggunaan alat yang dapat menghasilkan emisi karbon.  

Rantai nilai (value chain) adalah berbagai aktivitas di dalam sebuah bisnis, saling mendukung dan berkontribusi dalam menciptakan nilai bagi pelanggan.

Analisis rantai nilai dengan memperhatikan perspektif Green Supply Chain Management (GSCM) dapat dilakukan untuk mengetahui nilai prosesnya, emisi, dan perpindahan nilai prosesnya. Hal ini juga berdampak terhadap biaya yang perlu dinaikan atau diturunkan.

Dengan begitu, setiap perusahaan diharapkan dapat mengurangi nilai emisi yang dihasilkan dan dapat berjalan lebih efisien.

Rantai nilai memiliki aktivitas yang cukup kompleks oleh karena itu, rantai nilai dapat dikatakan dapat menentukan keberhasilan ataupun kegagalan pada suatu industri karena dapat memperhitungkan semua tahapan proses yang dilakukan.

Contohnya pada industri stik tahu yang berada di Kediri yang masih menggunakan proses produksi secara tradisional yaitu menggunakan kayu bakar untuk proses perebusan atau pemasakan biji kedelainya.

Hal tersebut menyebabkan emisi karbon yang dihasilkan cukup besar, dengan menganalisis rantai nilainya, nilai emisi karbon dan biaya yang dibutuhkan selama proses produksi dapat ditekan.

Alternatif diberikan sebagai acuan untuk membandingkan manakah bahan bakar dan proses terbaik yang harus dilakukan.  

Sehingga, proses produksi nya berjalan lebih efisien dari segi ramah lingkungan maupun biaya yang dikeluarkan.

Dari penelitian tersebut, perusahaan dapat menggunakan alternatif yang diberikan yaitu mengganti bahan bakar menjadi bahan bakar LPG, yang secara efektif dapat menurunkan jumlah karbon emisi sebesar 11%.

Secara tidak langsung, dengan menerapkan alternatif yang diberikan, maka perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan dapat mengambil posisi atas dalam pasar bisnis, dan  memungkinkan perusahaan menurunkan struktur biaya dan menawarkan harga rendah setiap hari kepada pelanggan mereka.

 

Penulis: Silvia Fajrin Sekargading
Mahasiswi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI