Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan gaya hidup konsumtif, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap individu. Menariknya, pendidikan keuangan tidak harus menunggu seseorang dewasa. Justru, kebiasaan baik dalam mengelola uang dapat mulai ditanamkan sejak usia dini.
Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian (Mahasiswa) kepada Masyarakat (P(M)KM) di TK School of Al-Qur’an, Depok, dengan mengusung tema edukasi literasi keuangan melalui permainan interaktif. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep uang dan transaksi sederhana kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Belajar Uang Tidak Harus Membosankan
Bagi anak usia dini, belajar melalui ceramah tentu bukan metode yang efektif. Anak-anak lebih mudah memahami sesuatu ketika mereka terlibat langsung dalam kegiatan yang menyenangkan. Karena itu, tim mahasiswa menghadirkan konsep pembelajaran berbasis permainan yang memungkinkan anak belajar sambil bermain.
Sejak awal kegiatan, suasana kelas dipenuhi antusiasme. Anak-anak diajak mengenal berbagai jenis uang, memahami fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari, hingga belajar membedakan nilai nominal uang melalui media visual dan uang mainan.
Baca juga:
Materi yang biasanya dianggap sulit berhasil disampaikan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan sesuai dengan dunia anak-anak.
Pasar Mini: Simulasi yang Mengubah Cara Anak Memahami Uang
Puncak kegiatan berlangsung saat permainan “Pasar Mini” dimulai. Dalam simulasi ini, anak-anak berperan sebagai penjual dan pembeli menggunakan uang mainan dan berbagai barang yang telah disiapkan.
Dengan penuh semangat, mereka memilih barang, menghitung uang yang harus dibayarkan, hingga melakukan transaksi layaknya di pasar sungguhan. Tawa dan keceriaan memenuhi ruangan ketika anak-anak mencoba memainkan peran mereka masing-masing.
Tanpa disadari, melalui permainan sederhana tersebut mereka sedang mempelajari berbagai keterampilan penting, seperti berhitung, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan memahami nilai uang.
Menanamkan Kebiasaan Finansial Sejak Kecil
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan uang sebagai alat pembayaran. Lebih dari itu, anak-anak juga diajak memahami bahwa uang harus digunakan secara bijak dan tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
Pemahaman sederhana mengenai pentingnya menabung, membeli sesuai kebutuhan, dan menghargai nilai uang menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada peserta.
Meskipun masih dalam tahap dasar, pengenalan konsep ini diharapkan dapat membentuk pola pikir positif yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.
Antusiasme Anak Menjadi Bukti Keberhasilan
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan partisipasi yang sangat tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berani mencoba simulasi transaksi, serta mampu mengenali berbagai nominal uang dengan lebih baik dibandingkan sebelum kegiatan dimulai.
Guru-guru yang mendampingi juga memberikan apresiasi terhadap metode pembelajaran yang digunakan karena mampu membuat peserta lebih fokus dan terlibat secara aktif dalam proses belajar.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pendekatan belajar sambil bermain berhasil meningkatkan pemahaman anak mengenai konsep uang sekaligus mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi mereka.
Investasi Terbaik dimulai dari Pendidikan Sejak Dini
Literasi keuangan bukan hanya tentang menghitung uang atau berbelanja. Literasi keuangan adalah bekal hidup yang membantu seseorang mengambil keputusan secara bijak dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Pamulang membuktikan bahwa pendidikan keuangan dapat dikenalkan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan mudah dipahami. Langkah kecil seperti mengenalkan uang melalui permainan sederhana dapat menjadi investasi besar dalam membentuk generasi yang lebih cerdas finansial di masa depan.
Karena sejatinya, kebiasaan mengelola uang dengan baik tidak dimulai ketika seseorang sudah bekerja, melainkan ketika ia pertama kali memahami nilai dari setiap lembar uang yang ada di tangannya.
Penulis:
- Erika Dwi Novita (241011201516)
- Ajeng Foni Sitoresmi (241011201115)
- Hana Mawarni (241011201104)
- Indah Anggraeni (241011201437)
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Dr. Listya Sugiyarti, S.E., M.M.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












