Indonesia Negara Maju yang Nyata

negara maju
Indonesia dikategorikan sebagai negara maju. (jakarta.go.id)

Indonesia dikeluarkan dari daftar negara berkembang dan saat ini Indonesia dikategorikan sebagai negara maju. Kategori itu membuat sebagian pejabat pemerintah berbangga sembari menepuk dada heran atas pemberitahuan tersebut. Namun, tidak sedikit kalangan yang sinis dan menganggap kemajuan itu hanyalah semu.

Terdapat arti tersirat terkait kebijakan Amerika Serikat (AS) yang mencoret Indonesia dari catatan negara berkembang. Indonesia saat ini masuk dalam catatan negara maju. Pergantian itu diinformasikan Kantor US Trade Representative (USTR) melalui statement formal.

Arti dari pencoretan itu menandakan bahwa indonesia telah memperbarui tahapannya mengarah pada struktur negara maju. Akan tetapi, predikat negara maju bukan sebagai istilah ataupun hadiah dari bangsa lain saja, melainkan berkemajuan dengan penanda informasi statistik yang kredibel. Bukan data-data statistik yang direkayasa untuk tujuan politik tertentu.

Baca juga: Mahasiswa dan SDGs untuk Menyejajarkan Indonesia dengan Negara Maju

Kredibilitas data juga menyangkut mengenai tidak adanya lagi perbedaan data antara kementerian yang satu dan lainnya. Beberapa pakar telah memprediksi bahwa Indonesia akan mencapai negara yang benar-benar maju pada 2045. Para pakar dan beberapa lembaga dunia yakin dengan proyeksi bahwa Indonesia pada 2045 akan menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita mencapai 15 ribu dolar AS.

Untuk mewujudkan kemajuan tersebut, diperlukan semangat serta nilai baru yang lebih relevan dengan era saat ini. Kemajuan yang nyata dapat terwujud dengan mentalitas kerja keras serta selalu berpikir kreatif dan inovatif. Kita butuh berinovasi serta melaksanakan tinjauan perekonomian Indonesia dengan informasi yang sesuai dengan data di lapangan.

Kita dapat mengkaji informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan, tahun 2016 produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 12.406,8 triliun. Sedangkan itu, pemasukan per kapita baru mencapai Rp 47,96 juta ataupun setara dengan 2.605 dolar AS.

Setelah itu, dalam luncurkan BPS selanjutnya, perekonomian Indonesia 2017 yang diukur bersumber pada PDB dengan bawah harga berlaku menggapai Rp 13.589,8 triliun serta PDB per kapita Rp 51,89 juta ataupun 3.876 dolar AS.

Indonesia akan menjadi negara maju yang benar-benar sabil pada 2045 bila mempunyai klasifikasi sebagi negara berpendapatan besar, yaitu dengan pendapatan per kapita 15 ribu dolar AS. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusa yang sanggup mewujudkan perkembangan ekonomi besar dengan sumber perkembangan sektor manufaktur yang tangguh serta bernilai untuk tumbuh besar.

Baca juga: Mahasiswa dan SDGs untuk Menyejajarkan Indonesia dengan Negara Maju

Namun disisi lain, menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Indonesia akan dapat menjadi negara maju bahkan bisa menjadi negara dengan peringkat lima perekonomian terbesar  di dunia apabila Indonesia mampu menjaga serta mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang baik, prudent, dan inovatif.

Bahkan saat ini kita sudah masuk dalam kelompok G20 dengan ukuran dari perekonomian kita yang masuk di dalam 20 terbesar hal ini berarti kita layak dan mampu untuk bersaing serta bekerjasama dengan negara-negara maju lainnya.

Didukung dengan pendapatan per kapita kita mencapai US$ 4.349,5. itu berarti kita masuk di dalam kelompok Upper-middle income. Tentu kita berharap struktur perekonomian kita akan didukung oleh struktur perekonomian yang memiliki daya kompetisi dan memiliki nilai tambah yang tinggi.

Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan bahwa indonesia akan terus mendongkrak sektor keuangan untuk terus maju. Berusaha menjaga stabilitas ekonomi baik pada skala makro maupun pada level mikro, stabilitas politik dan juga peraturan hukum yang ditegakkan secara konsisten juga menjadi persyaratan utama.

Karena dibutuhkan dukungan dari berbagai kalangan syarat untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju yang nyata, yakni infrastruktur, kualitas SDM, teknologi, birokrasi pemerintah, tata ruang wilayah, serta sumber daya ekonomi dan keuangan.

Sehingga perlu adanya dukungan dan campur tangan masyarakat untuk yang berperan secara aktif dalam meningkatkan kualitasnya sehingga dapat berkontribusi untuk mengingkatkan berbagai sektor negara.

Kita juga harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara lebih baik serta kemampuan untuk terus berinovasi karena ini merupakan ciri bahwa kita siap untuk bersaing dengan persaingan global.

Baca juga: Konsep Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Baru

Indonesia juga perlu untuk menata wilayah yang begitu luas agar semakin mampu mencerminkan mobilitas yang efisien dan baik, serta perlu adanya pengelolaan tata lingkungan yang sehat sehingga akan meningkatkan harapan hidup serta kualitas sumber daya manusia.

Namun tidak hanya itu, kita juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk tidak masuk pada middle income trap. Jebakan ini menyebabkan kita tidak bisa masuk sebagai negara industri maju berpendapatan tinggi dan kehilangan kekuatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat dari laju inflasinya.

Untuk lepas dari jebakan MIT, satu-satunya jalan adalah dengan menyiapkan sumber daya yang inovatif dan berdaya saing tinggi serta mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bersumber pada industri manufaktur dengan mesin penggerak produktivitas yang tinggi.

Salah satu lembaga di Indonesia yang mengatur mengenai inovasi adalah Badan Riset dan Inovasi (BRIN) lembaga ini mempunyai kedudukan yang sangat strategis terhadap perannya yaitu pada bidang inovasi. Terutama stategis untuk kemajuan bagi daya saing yang dimiliki oleh kaum milenial saat ini.

Eksistensi dari lembaga BRIN ini yaitu wajib untuk mensinergikan tiga unsur utama dalam sistem inovasi. Yaitu yang pertama mengenai unsur kelembagaan, lalu mengatur mengenai Jejaring kelembagaan Inovasi dan yang terakhir yaitu instrumen kebijakan berupa perangkat hukum dan peraturan yang mengatur hak atas kekayaan intelektual pembiayaan inovasi, pengelolaan risiko teknologi serta sertifikasi dan standarisasi.

Sehingga diharapkan melalui ketiga unsur tersebut, dapat menguatkan bangsa Indonesia untuk mewujudkan Negara Maju Sejati melalui kemajuan sumber daya manusia khususnya pada generasi millenials saat ini.

Melalui penerapan ketiga unsur ini juga akan menjadikan indonesia mampu bersaing dengan negara lainnya yang berpredikat sebagai negara maju, namun dengan syarat Indonesia harus memiliki strategi pembangunan yang tepat dan didukung sumber daya manusia terbarukan berdaya saing iptek.

Penulis: Rahmat Ramadhan
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang

Editor: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI