Kajian Tabligh Akbar: Mengapa Tauhid Perlu Diulang?

mengapa tauhid perlu diulang
Tauhid bukan sekadar pengetahuan yang cukup dipahami sekali, melainkan esensi kehidupan yang perlu terus diingat dan diperbarui selama napas masih ada. (Ilustrasi: Dok. MMI)

Mengapa kita perlu mengulang tauhid?

Sebab segala yang ada di dalam hidup kita perlu diulangi dan kaitannya dengan Tafsir Wajiz ada di dalam Surah Az-Zariyat:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Allah memerintah Nabi Muhammad beristikamah dalam mengajak umatnya mengesakan Allah karena sesungguhnya itulah tujuan penciptaan.

Aku tidak menciptakan jin dan manusia untuk kebaikan-Ku sendiri. Aku tidak menciptakan mereka melainkan agar tujuan hidup mereka adalah beribadah kepada-Ku. Dan tauhid adalah perwujudan dari segala aksi kita dalam suatu kondisi.

Maka tauhid adalah esensi kehidupan, dan kita mengetahui tentang pentingnya tauhid. Tauhid lebih dibutuhkan oleh manusia dibandingkan dengan makan dan minum, sedangkan tauhid mengarahkan ruh kepada yang diciptakannya dan memberi cahaya.

Sebagaimana tauhid ini perlu diulang, yang dikutip dalam doa Nabi Yunus: LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZOLIMIN.

Mengapa tauhid perlu diulang? Maka prioritas keutamaan atau fadhilah-nya adalah:

  1. Orang yang bertauhid akan dihapuskan dosa-dosanya.

Dari hadis riwayat Tirmidzi: “Wahai anak Adam bila engkau membawa dengan seluruh dosa yang memenuhi ufuk barat dan timur, maka saya akan datang sebanyak dosa itu pula yang digantikan oleh maghfiroh.”

  1. Orang yang bertauhid adalah orang yang paling mendapatkan rasa aman, sehingga ia mendapatkan keamanan dari Allah.
  2. Barangsiapa yang bertauhid, maka dia akan mendapatkan penjagaan dan mereka juga mendapatkan petunjuknya.
  3. Orang yang bertauhid maka dia akan dihilangkan dari kesedihan di dunia dan akhirat, karena hidup kita ini pun dipenuhi oleh kesedihan dan kelelahan, terutama di dunia ini, sebagaimana orang yang bertauhid diberikan jalan-jalan solusinya untuk mendapatkan petunjuk di akhirat.
  4. Orang yang bertauhid akan dibuat hatinya itu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan dan di hatinya itu dipenuhi oleh kekufuran sehingga dia tidak akan ber-tasyabbuh atau menyerupai yang merayakan hari raya orang nonmuslim, karena dia benci kepada kekufuran dan tidak akan menjadi orang yang pro-feminisme.
  5. Tauhid membuat kita meninggal untuk masuk surga.

Sebagaimana hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Siapa yang meninggal yang tidak memiliki kesyirikan dan sehingga ia bertaubat maka akan dimudahinya untuk masuk surga”.

Dapat disimpulkan bahwa mengapa tauhid perlu diulang?

Karena iman naik-turun. Karena setan tidak libur. Karena syirik kecil mengintai. Karena amal butuh ikhlas. Karena negeri butuh aman. Karena kita butuh husnul khatimah.

Ibnu Taimiyah berkata: ”Kebutuhan hamba terhadap tauhid lebih besar dari kebutuhan haus terhadap air dan lapar terhadap makanan.”

Jadi jangan bosan dengar kajian tauhid. Jangan bosan dakwah tauhid.

Karena selama napas masih ada, selama itu pula kita butuh memperbarui tauhid.

اللهم إنا نعوذ بك أن نشرك بك شيئا نعلمه ونستغفرك لما لا نعلمه

”Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik yang kami ketahui, dan kami mohon ampun untuk yang tidak kami ketahui.”

Daftar Pustaka

Al-Fauzan, S. (2021). Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid. Terj. Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i.

Al-Wahhab, M. Bin A. (2022). Kitabut Tauhid: Hak Allah atas Hamba. Terj. Bogor: Pustaka At-Taqwa.

Abu Ihsan. (2025). Tauhid Solusi Negeri: Dari Hati yang Aman sampai Negeri yang Aman. Yogyakarta: Pustaka Dhiya.

Basalamah, S. (2022). Memurnikan Tauhid di Tengah Badai Syubhat. Bogor: Pustaka At-Taqwa.

Ibnul Qayyim. (2021). Madarij As-Salikin: Menghidupkan Hati dengan Tauhid. Terj. Jakarta: Darus Sunnah.

Al-Barbahari. (2023). Syarhus Sunnah: Penjelasan Aqidah Ahlussunnah. Terj. Yogyakarta: Pustaka Al-Basyirah.

Rasyid, A. (2023). Charge Iman: Mengapa Kita Harus Mengulang Tauhid Setiap Hari. Jakarta: Republika Penerbit.

Rahman, F. (2024). Peran Tabligh Akbar dalam Menanamkan Aqidah Tauhid di Masyarakat Urban. Jurnal Komunikasi Dakwah, 14(1), 66–83.

Wahid, R. (2025). Metode Nabi dalam Mengulang Dakwah Tauhid Selama 13 Tahun di Makkah. Jurnal Sejarah Islam, 11(2), 155–172.

 


Penulis: Teuku Muhammad Fauzan Robbani, S.Li.
Mahasiswa Program Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses