Lebih Baik Mana Ngejar IPK, Aktif Berorganisasi atau Kuliah Sambil Bekerja

Oleh: Achmad Randhi Achmadi
Mahasiswa Fak. Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Saat masuk dunia perkuliahan, pasti banyak sekali hal-hal yang baru atau berbeda dari sekolah. Karena di dunia perkuliahan kamu bebas menentukan apa saja yang tidak kamu dapatkan pada masa sekolah. Seperti tidak wajib memakai seragam lagi, tidak ada yang akan memotong rambutmu ketika rambutmu panjang, kamu dapat memilih mata kuliah yang kamu inginkan, dan kamu pasti lebih memliki banyak teman dari berbeda daerah atau suku.

Kamu juga pasti bertemu dengan banyak orang yang mempunyai tujuan dan latar belakang berbeda. Ini menjadikan akan banyak perbedaan pendapat atau argumen yang bertentangan karena adanya perbedaan tujuan atau pemikiran. Dan kamu berhak dan bebas menentukan tujuan atau pilihanmu sendiri. Dari banyaknya pilihan itu ada 3 macam mahasiswa yang paling menonjol dan sering diidamkan sebagian besar calon mahasiswa.

Ngejar IPK atau Hanya Fokus pada Kuliah

Saat pengumuman nilai akhir (yudisium) tiba, tidak ada yang lebih penting bagi mahasiswa selain nilai. Jadi banyak orang yang ingin saat kuliah tetap fokus belajar dan meraih banyak prestasi lalu lulus dan kerja. Mahasiswa akademis ini berfokus untuk mengejar nilai bagus, mendengarkan dosen, mengerjakan tugas dari dosen dan kegiatan itu dilakukan berulang-ulang.

Mahasiswa seperti ini punya banyak prestasi akademis yang didapatkan karena kegigihan mereka untuk mendapat nilai yang sempurna. Biasanya mahasiswa akdemis ini lulus tepat waktu dengan IPK yang tinggi dan rata-rata ketika lulus banyak diambil oleh perusahaan langsung atau mudah mencari pekerjaan. Dan proses kuliahnya juga terstuktur tidak keteteran. Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi mahasiswa seperti ini.

Tetapi mahasiswa yang hanya fokus mengejar nilai ini biasanya ketika mereka turun langsung kepada masyarakat mereka cenderung lebih egois. Mereka lebih bersifat acuh tak acuh dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar yang memang tidak didapatkan di kelas. Mereka juga gampang emosi ketika yang diharapkan tidak sesuai realitanya. Dan mahasiswa akademis ini kurang bisa memposisikan diri jika berbicara atau berkomunikasi.

Aktif dalam Berorganisasi atau Menjadi Aktivis

Di dalam suatu kampus pasti terdapat organisasi internal maupun eksternal. Mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi atau dikenal dengan aktivis ini bisa dibilang lebih dari siap untuk mengabdi kepada masyarakat, karena mereka sudah terlatih melakukan itu saat berorganisasi. Kegiatan-kegiatan di dalam organisasi biasanya mengajarkan untuk membaur dengan masyarakat, lebih mengenal kondisi dan situasi masyarakat, dan memahami masalah-masalah yang ada di masyarakat sehingga mereka dapat memberikan solusi untuk permasalahannnya.

Mereka dapat dengan mudah memahami atau berkomunikasi dengan seseorang. Mereka juga bisa mencerminkan sisi kualitas lain seperti integritas, kedisiplinan, kerja keras, dan tanggung jawab. Dan mereka mempunyai relasi yang banyak saat berada di organisasi.

Tetapi mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi cenderung tidak bisa membagi waktu mereka dalam organisasi dengan kuliahnya dan sering keteteran. Dan terkadang acara yang dibuat oleh organisasi hanya mencari kesenangan atau seru-seruan saja kurang ada manfaatnya.

Kuliah Sambil Kerja atau Beribisnis

Saat ini banyak pekerjaan yang part time atau separuh waktu dan memperbolehkan mahasiswa bekerja. Ini membuat banyak mahasiswa atau calon mahasiswa ingin kuliah sekaligus bekerja. Karena jika mahasiswa bisa bekerja atau berbisnis pastinya akan menambah uang jajannya. Dan tentu saja ini akan menambah pengalaman berbisnis atau bekerja. Mereka juga lebih gampang dan terlatih saat masuk dunia pekerjaan karena mereka sudah punya pengalaman kerja.

Tapi mereka sulit untuk membagi waktu kuliah dengan kerjanya dan biasanya mahasiswa seperti ini kurang istirahat dan kelelahan. Dan terkadang banyak mahasiswa yang lebih memilih atau lebih mementingkan pekerjaan atau bisnisnya daripada kuliahnya, karena mereka lebih memilih yang pasti dapat uangnya.

Jadi, intinya semua punya sisi positif dan negatifnya tergantung masing-masing orang lebih memilih yang mana. Hal yang terpenting saat menjadi mahasiswa adalah harus pandai dalam mengatur atau memanage waktu dan menjadi lebih produktif. Jangan hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) dan tidak ada hal positif dan berguna yang dilakukan.

Editor: Rahmat Al Kafi

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI