Mahasiswa KKN UNS Ajak Petani Membuat Pestisida Alami dari Bawang Putih untuk Pertanian Sehat dan Mandiri

Mahasiswa KKN UNS Ajak Petani Membuat Pestisida Alami dari Bawang Putih untuk Pertanian Sehat dan Mandiri
Mahasiswa KKN UNS Ajak Petani Membuat Pestisida Alami dari Bawang Putih untuk Pertanian Sehat dan Mandiri

Desa Melikan, MMI – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) mendukung petani Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, untuk mengurangi ketergantungan akan pestisida kimia. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa dengan perangkat desa, mahasiswa berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dalam bentuk sosialisasi dan praktik langsung kepada kelompok tani Desa Melikan.

Sosialisasi dan praktik langsung diikuti oleh perwakilan kelompok tani Desa Melikan dari beberapa padukuhan yaitu Padukuhan Gebang Kulon, Gebang Wetan, Mujing, Wuni, Jeruk Gulung, Ngampiran, dan Melikan. Mahasiswa memberikan sosialisasi tentang bahaya dari penggunaan pestisida kimia yang berlebihan terhadap lingkungan, kesehatan manusia, serta keberlanjutan pertanian.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Baca juga: Inovasi Lingkungan di Desa Pasuruhan: Kelompok KKN UNS 155 Hadirkan Upcycled Wallet dan Budidaya Jamur untuk Pemberdayaan Ibu PKK

Selanjutnya mahasiswa juga menyampaikan materi tentang manfaat dan keunggulan dari pestisida nabati yang menggunakan bahan dasar bawang putih yang dimana memiliki sifat antimikroba serta insektisida alami.

Pada sosialisasi dan praktik langsung tersebut petani diberikan pelatihan mengenai cara pembuatan pestisida nabati dari bawang putih seperti teknik ekstraksi, proses fermentasi, identifikasi sasaran hama, serta cara penggunaan yang baik dan tepat untuk tanaman padi.

Mahasiswa KKN UNS Ajak Petani Membuat Pestisida Alami dari Bawang Putih untuk Pertanian Sehat dan Mandiri

Pada hari Jumat, tanggal 8 Agustus 2025, dari pukul 19.00 sampai selesai, mahasiswa telah melakukan sosialisasi dan praktik secara langsung. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Banglipuran. Masyarakat, khususnya kelompok tani berpartisipasi aktif selama kegiatan dan hadir secara penuh. Mereka juga ikut serta saat dilakukannya sesi diskusi dengan mengajukan beberapa pertanyaan, dan membantu dalam praktik pembuatan pestisida nabati.

Selain itu, masyarakat juga memberikan dukungan untuk kegiatan ini melalui penyediaan lokasi dan peralatan.

Baca juga: Mahasiswa KKN UNS Sukses Adakan Program Pelatihan Membuat Alat Pemupuk Tanaman Sederhana dari Paralon

Kegiatan ini penting untuk dilakukan untuk menjawab tantangan pada pertanian yaitu tingginya biaya produksi serta dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan dan kesehatan.

Oleh sebab itu, kegiatan ini diberikan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang pestisida nabati dari bawang putih yang menjadi salah satu alternatif yang efektif dan ekonomis sehingga petani dapat menekan biaya produksi dan menghasilkan panen yang berkualitas tinggi dan aman untuk konsumen serta tidak memberikan dampat negatif bagi lingkungan.

Csa Alpian, mahasiswa Fakultas Pertanian UNS dan penanggung jawab kegiatan melakukan penyampaian materi yang dilakukan dengan presentasi interaktif dan adanya media presentasi seperti poster sederhana dapat memudahkan peserta untuk memahami isi materi, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi atau praktik pembuatan pestisida nabati secara langsung.

Terdapat beberapa langkah pembuatan, yaitu menghaluskan bawang putih dengan cara ditumbuk, mencampurkan dengan bahan tambahan seperti minyak dan sabun colek, dan menyaring larutan yang dihasilkan sampai menjadi pestisida yang siap untuk digunakan.

Baca juga: Tim KKN 80 UNS Hadirkan Inovasi Alat Pendeteksi Longsor di Desa Beruk

Pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik karena adanya dukungan dari perangkat desa yang membantu dalam mengkoordinasi peserta, menyediakan lokasi untuk kegiatan, dan antusiasme dari masyarakat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan.

Selain itu, peserta yang belum terbiasa dengan konsep pestisida nabati, keterbatasan alat praktik, dan waktu yang terbatas menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu petani di Desa Melikan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia dan menjadi dasar pertanian yang sehat dan berkelanjutan sehingga dapat disebarkan atau disampaikan kepada kelompok tani lainnya.

Penulis: KKN UNS Desa Melikan 2025
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Eka Handayanta, M.P., IPU., ASEAN Eng.

Editor: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses