Prambanan, 9 agustus 2025 – Mahasiswa KKN kelompok 119 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses adakan program pelatihan membuat alat pemupuk tanaman sederhana dari paralon kepada warga dukuh Purwodadi terutama bapak-bapak dan ibu-ibu yang berprofesi sebagai petani.
Kegiatan ini diadakan sebagai respon terhadap tantangan yang dihadapi beberapa warga terutama yang berprofesi sebagai petani dalam merawat tanaman.
Berdasarkan observasi dan wawancara kepada sejumlah warga, ditemukan bahwa dalam merawat tanaman, yaitu saat memupuk tanaman warga masih manual menggunakan tangan kosong yang dirasa kurang efisien waktu dan sering menimbulkan sakit punggung warga karena pegal.
Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Kementan Beberkan 5 Kunci Pemupukan
Selain itu, kegiatan ini sesuai dengan tema KKN kami, yaitu “Pemberantasan kemiskinan dan ketahanan pangan”.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menciptakan solusi inovatif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga.
Alat pemupuk yang sederhana dan berbahan murah ini membantu petani dalam proses pemupukan tanpa memerlukan teknologi mahal, sehingga mendukung penghematan biaya serta menjaga produktivitas tanaman.
Pelatihan dilaksanakan pada 9 Agustus 2025 di Paseban Candi Kembar, Purwodadi, Bugisan, Prambanan, Klaten.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan materi mengenai alat pemupuk tanaman sederhana, tetapi warga juga praktik langsung dalam pembuatan alat pemupuk tanaman sederhana tersebut.
Mahasiswa KKN juga memfasilitasi alat dan bahan yang dibutuhkan.
Warga tampak antusias dalam pelatihan membuat alat pemupuk sederhana ini, mereka mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan hal yang baru bagi mereka, sebelumnya belum pernah ada pelatihan/sosialisasi pada sektor pertanian terutama alat pemupuk tanaman sederhana di dukuh Purwodadi.
Setelah selesai merakit alat, kami dan warga mengetes apakah alat dapat berfungsi dengan baik.
Kami memasukkan pupuk mess kedalam alat dan hasilnya pupuk bisa keluar dengan lancar.
Setelah semuanya selesai, alat yang telah dibuat dibagi rata pada setiap rt dukuh Purwodadi, dengan begitu diharapkan dapat menjadi contoh prototype jika ada yang ingin membuat lagi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kualitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat melalui pelatihan membuat alat pemupuk sederhana.
Program ini juga memperlihatkan kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendorong perubahan positif di tingkat akar rumput.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Dukuh Purwodadi dapat memanfaatkan alat pemupuk yang telah dibuat secara optimal dan menularkan keterampilan ini kepada warga lainnya.
Baca juga: Inovasi Hemat untuk Petani Lokal: Alat Penabur Pupuk dari Mahasiswa KKN
Selain itu, diharapkan program ini menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi tepat guna di bidang pertanian, guna meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tema KKN, yaitu “Pemberantasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan”.
Penulis: Muhammad Ilman Nashir
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 119, Universitas Sebelas Maret
Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














