Tim KKN 80 UNS Hadirkan Inovasi Alat Pendeteksi Longsor di Desa Beruk

Alat Pendeteksi Longsor di Desa Beruk
Gambar 1 Peresmian Alat EWS Longsor.

Kabupaten Karanganyar, MMI — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 80 Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan terobosan baru bagi masyarakat Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, dengan menghadirkan Early Warning System (EWS) Tanah Longsor berbasis mekanisme analog sederhana.

Alat ini memanfaatkan prinsip kerja gir dan rantai yang dipadukan dengan tali untuk mendeteksi pergeseran tanah di lereng rawan longsor. Jika terjadi pergerakan tanah, alat akan menggerakkan sistem gir hingga menghasilkan peringatan dini berupa bunyi alarm, sehingga masyarakat dapat segera melakukan langkah antisipatif.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Penggunaan sistem analog menjadi keunggulan tersendiri. Selain tidak bergantung pada rangkaian elektronik atau jaringan internet, alat ini juga lebih tahan terhadap kondisi lingkungan pedesaan. Biaya pembuatannya pun relatif rendah, sehingga memungkinkan untuk direplikasi oleh masyarakat dengan bimbingan teknis dasar.

Inovasi ini diharapkan menjadi solusi tepat guna bagi masyarakat Desa Beruk yang tinggal di wilayah rawan longsor. Pendekatan analog dipilih karena mudah dipahami, ramah biaya, serta minim perawatan sehingga dapat dipelihara langsung oleh warga.

Sebagai penerapan nyata, EWS dipasang di dua titik rawan longsor, yakni Dusun Ngantirejo dan Gunung Lading, yang kemudian diresmikan pada tanggal 13 Agustus 2025.

Kehadirannya tidak hanya meningkatkan kewaspadaan dan memberi rasa aman bagi warga, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga terkait.

Dalam pelaksanaannya, Tim KKN 80 UNS turut menggandeng BPBD Karanganyar untuk memberikan arahan teknis sekaligus memperkuat kesiapsiagaan bencana di Desa Beruk.

Gambar 2. Sosialisasi Tanggap Bencana Bersama BPBD Karanganyar.

Baca Juga: Eksistensi Limbah Rumah Tangga terhadap Kesehatan Air Sungai

Sinergi ini tidak hanya memastikan alat peringatan dini berfungsi optimal, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah tanggap darurat.

Dengan adanya dukungan BPBD, masyarakat Desa Beruk diharapkan semakin siap menghadapi potensi ancaman longsor dengan pengetahuan dan sistem yang lebih terintegrasi.

Selain program teknologi tepat guna, Tim KKN 80 UNS juga turut mendukung kehidupan sosial budaya masyarakat setempat. Salah satunya dengan berpartisipasi aktif dalam Karnaval Desa Beruk, sebuah agenda tahunan yang meriahkan suasana desa dengan arak-arakan budaya, kreasi kostum, dan pertunjukan seni tradisional.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah semarak karnaval, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan antara warga dengan generasi muda akademis.

Gambar 3. Karnaval Kemerdekaan Desa Beruk Pada 19 Agustus.

Tak hanya itu, Tim KKN juga mendukung potensi ekonomi kreatif dengan memberikan pendampingan usaha kecil dan pelatihan keterampilan sederhana. Harapannya, kegiatan ini dapat membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Berbagai kegiatan lain juga digelar, mulai dari pendampingan belajar anak-anak sekolah, sosialisasi kesehatan lingkungan, pelatihan pengelolaan sampah, hingga program pemberdayaan ekonomi kreatif.

Seluruh rangkaian kegiatan KKN 80 UNS di Desa Beruk menjadi wujud nyata sinergi kampus dengan masyarakat, menghadirkan ilmu yang aplikatif sekaligus memperkuat nilai gotong royong di desa.

Baca Juga: Inovasi Lingkungan di Desa Pasuruhan: Kelompok KKN UNS 155 Hadirkan Upcycled Wallet dan Budidaya Jamur untuk Pemberdayaan Ibu PKK

“Bagi kami, KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi bagaimana ilmu dan energi muda bisa berpadu dengan kearifan lokal Desa Beruk. Kami berharap apa yang kami lakukan mulai dari inovasi teknologi, pendampingan pendidikan dan ekonomi masyarakat, hingga penguatan sosial budaya dapat menjadi pijakan berkelanjutan yang memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” ungkap mahasiswa KKN 80 UNS.

Seluruh rangkaian kegiatan KKN 80 UNS di Desa Beruk menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Mahasiswa tidak sekadar hadir untuk menjalankan program kerja, tetapi juga berusaha meninggalkan jejak kebermanfaatan yang bisa terus dijaga dan diteruskan oleh warga.

Seiring berakhirnya masa pengabdian, Tim KKN 80 UNS berharap inovasi teknologi, pendampingan pendidikan, penguatan ekonomi, serta keterlibatan sosial budaya yang telah dirintis dapat menjadi fondasi berkelanjutan bagi kemajuan Desa Beruk di masa depan.

Penulis:
1. Tim KKN 80 Universitas Sebelas Maret
2. Rizki Abd Basyid
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

Dosen Pengampu: Ahmad Marzuki, S.Si., Ph.D.

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses