Surakarta, MMI — Desa Pasuruhan memiliki potensi besar dalam pengelolaan limbah rumah tangga, terutama limbah plastik yang kerap menjadi masalah di lingkungan pedesaan.
Minimnya sistem pengelolaan sampah membuat plastik bekas menumpuk, mengotori area sekitar, bahkan berisiko mencemari tanah dan air. Melalui program Bijak Kelola Sampah, kelompok KKN 155 UNS berupaya mengajarkan cara mengolah plastik menjadi produk fungsional berupa upcycled wallet yang menarik dan bernilai guna.
Di sisi lain, Desa Pasuruhan juga dikenal sebagai daerah dengan aktivitas pertanian padi yang cukup tinggi. Setiap musim panen menghasilkan limbah jerami dan sekam dalam jumlah besar.
Selama ini, limbah tersebut hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk tanpa pemanfaatan yang optimal, menimbulkan potensi polusi udara dan pencemaran lingkungan.
Inovasi Gabah Bertunas hadir sebagai solusi kreatif untuk mengolah limbah jerami dan sekam menjadi media tanam jamur tiram, yang selain ramah lingkungan juga berpotensi mendukung ketahanan pangan dan keterampilan lokal
Kelompok KKN UNS 155 menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pasuruhan dengan mengusung tema “Pemberdayaan Lingkungan, Inovasi, dan Tanggap Stunting”.
Melalui tema ini, kelompok berkomitmen untuk menciptakan inovasi yang ramah lingkungan sekaligus bermanfaat secara langsung bagi masyarakat.
Dua program unggulan yang menjadi sorotan adalah pembuatan Upcycled Wallet dan pelatihan budidaya jamur yang secara khusus menargetkan kelompok Ibu-Ibu PKK sebagai penerima manfaat utama.
1. Upcycled Wallet: Kreativitas dari Barang Tak Terpakai
Dalam rangka meminimalisir limbah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya reduce, reuse, recycle (3R), kelompok KKN UNS 155 mengadakan pelatihan pembuatan Upcycled Wallet.
Pelatihan ini mengajarkan para ibu PKK cara mengubah bahan-bahan bekas, seperti kemasan minuman atau plastik, menjadi dompet multifungsi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual.
Selain melatih keterampilan, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa inovatif dan kreativitas pada para peserta.
Para ibu terlihat antusias saat mempraktikkan cara merangkai dan menjahit bahan-bahan bekas menjadi produk yang cantik dan bermanfaat.

Baca juga: KKN UNS Dukung Pengembangan Wisata River Tubing Manggolo Kusumo di Desa Duren
2. Budidaya Jamur sebagai Alternatif Ekonomi Ramah Lingkungan
Program unggulan kedua adalah pelatihan budidaya jamur tiram. Melalui program ini, kelompok KKN UNS 155 memberikan edukasi mengenai teknik dasar budidaya jamur yang mudah dipelajari dan bisa dilakukan di lingkungan rumah.
Pelatihan ini mencakup mulai dari pengenalan media tanam, perawatan baglog jamur, hingga cara memanen jamur dengan benar.
Program ini sangat diminati oleh para ibu PKK karena selain mudah diaplikasikan, hasil panen jamur juga dapat dikonsumsi untuk kebutuhan keluarga maupun dijual sebagai peluang usaha tambahan.
Kedua program inovatif ini disambut hangat oleh kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Pasuruhan.
Mereka aktif mengikuti setiap sesi pelatihan dan berdiskusi dengan tim KKN untuk mengembangkan ide-ide baru yang sesuai dengan potensi desa.
Respon positif ini menunjukkan bahwa keberadaan program bukan hanya sekadar memberikan edukasi, tetapi juga membuka peluang nyata untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan di masyarakat.
Program Upcycled Wallet dan Budidaya Jamur yang diinisiasi oleh Kelompok KKN UNS 155 di Desa Pasuruhan merupakan bukti nyata bahwa inovasi dan pemberdayaan dapat berjalan beriringan.
Melalui kolaborasi dan semangat belajar dari para ibu PKK, kedua program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ke depannya, kelompok KKN UNS 155 berencana untuk terus memantau perkembangan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan menginspirasi desa-desa lain untuk mengadopsi inovasi serupa.
Penulis: Kelompok KKN 155
Program Studi Pendidikan Dokter, Agribisnis, & Desain Komunikasi Visual
Universitas Sebelas Maret
Editor: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














