Girirejo, Nganjuk — Di tengah isu ketahanan pangan nasional, permasalahan makanan bergizi menjadi salah satu yang tersorot khususnya di Desa Girirejo, Kabupaten Nganjuk.
Minimnya pengaplikasian makanan bergizi seimbang sesuai dengan anjuran menjadi salah satu permasalahan yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan terkait hal tersebut.
Baca juga: Membangun Generasi Emas Masa Depan: Makan Bergizi Gratis sebagai Strategi Jangka Panjang
Kondisi diperparah dengan belum terpaparnya program pemerintah MBG (Makanan Bergizi Gratis) pada sekolah-sekolah.
Padahal gizi seimbang sangat diperlukan khususnya bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan agar tidak terjadi stunting dan lemahnya kekebalan tubuh akibat kurangnya asupan gizi.
Melihat hal ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjawab permasalahan dengan mengadakan edukasi Makanan Bergizi Seimbang: “Isi Piringku” yang dilaksanakan di SDN 01 Girirejo, Sabtu (26/7/2025) lalu.
Dengan kesadaran pentingnya gizi seimbang dalam tumbuh kembang anak, program dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi interaktif yang harapannya dapat mendorong pola konsumsi bergizi seimbang sekaligus ketahanan pangan di Desa Girirejo.
Baca juga: SIGAP (Solusi Gizi Anak Prima) Cegah Gizi Kurang Menuju Balita Sehat
Dalam pelaksanaannya, program dibuka dengan kegiatan mingguan “Gemayur” dari SDN 01 Girirejo yang mana anak-anak memakan bekal bergizi wajib dengan sayuran yang sudah disiapkan dari rumah.
“Biar anak-anak itu mau makan sayur,” ujar Yanti, Kepala Sekolah SDN 01 Girirejo saat ditanya tujuan dari program unggulan tersebut.
Edukasi digelar dengan memberikan penjelasan interaktif terkait makanan gizi seimbang sesuai dengan pedoman yang telah disusun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yaitu “Isi Piringku” dengan komposisi karbohidrat, sayur, buah-buahan, dan protein dari lauk-pauk.
Anak-anak diajak untuk mengetahui apa saja contoh dari setiap kategori dalam setiap piringnya serta kandungan dan fungsinya untuk tubuh.
Tidak dibatasi sekedar makanan bergizi seimbang saja, tetapi juga didampingi dengan kegiatan yang menunjang seperti cuci tangan, olahraga, dan jumlah konsumsi air putih sehari-hari.
Tidak hanya terkait sosialisasi semata, mahasiswa KKN juga ingin menstimulasi kreativitas murid kelas 3 dengan mengajak menggambar isi piring mereka dengan makanan bergizi kesukaan mereka.
Hal ini juga bertujuan untuk mendorong pemahaman dan ingatan dari edukasi yang telah diberikan.
Antusiasme terlihat jelas pada wajah dan semangat mereka yang ditunjukkan pada sesi menggambar dan mempresentasikan hasil.
Program ditutup dengan pembagian hadiah kecil dari mahasiswa KKN berupa buah pisang, jeruk dan susu.
Program disambut hangat oleh guru-guru dan murid SDN 01 Girirejo membuat program terselenggara secara lancar.
“Terima kasih kakak KKN aku senang, habis ini aku mau makan bergizi seimbang,” tulis salah satu murid ketika ditanya perasaan setelah edukasi hari ini.
Baca juga: Komunikasi Kesehatan yang Efektif sebagai Kunci Perubahan Pola Makan Masyarakat Indonesia
Harapannya edukasi yang diberikan tidak hanya menguatkan kebiasaan pola makan bergizi seimbang pada anak-anak, namun juga ketahanan pangan khususnya pada Desa Girirejo.
Penulis: Meisya Vediatri Andita
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Sebelas Maret
Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















