Marvin E. Mundel sebagai Metode dalam Meninjau Produktivitas Perusahaan

Perusahaan
Ilustrasi: istockphoto

Produktivitas memegang peranan sentral dalam mencapai kesuksesan dan kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Baik dalam dunia bisnis, pendidikan, atau kehidupan pribadi, produktivitas menjadi kunci untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Selain itu, produktivitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan hasil yang optimal dalam waktu, sumber daya, dan energi yang tersedia. Dengan meningkatkan produktivitas, individu, organisasi, dan bahkan negara dapat mencapai lebih banyak kemajuan, dan menciptakan dampak positif yang signifikan dalam jangka panjang.

Pentingnya produktivitas terletak pada berbagai manfaat yang dihasilkannya. Pertama, produktivitas meningkatkan efisiensi dalam penggunaan waktu dan sumber daya. Dengan memaksimalkan penggunaan waktu yang ada, individu dan organisasi dapat meningkatkan jumlah pekerjaan yang diselesaikan dan mencapai lebih banyak hal dalam waktu yang sama.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Investasi Perusahaan? Ya, Investasi Sumber Daya Manusianya!

Kedua, produktivitas memungkinkan inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan. Dengan fokus pada produktivitas, individu dan organisasi dipacu untuk mencari cara baru, lebih efektif, dan lebih efisien dalam melaksanakan tugas mereka.

Ini membuka peluang untuk meningkatkan kualitas, mengembangkan produk baru, dan menciptakan nilai tambah.

Ketiga, produktivitas memberikan kepuasan dan keberhasilan pribadi. Dengan menghasilkan lebih banyak dan mencapai target yang ditetapkan, individu merasa puas dengan pencapaian mereka, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan motivasi untuk mencapai lebih banyak lagi.

Penilaian produktivitas dari perusahaan dapat menggunakan metode Marvin E Mundel. Metode menilai produktivitas menggunakan variabel biaya produksi sebagai input seperti biaya material, maintenance, penyusutan, tenaga kerja, serta energi dan utilitas, kemudian juga menggunakan hasil penjualan sebagai output.

Sebagai dasar metode ini berasal dari akar pikiran konsep dalam teknik dan manajemen industri. Dalam sejarah sistem industri di dalam buku Handbook of Industrial and System Engineering karya Adedeji B. Badiru bahwa metode Marvin E. Mundel diperkenalkan di tahun 1950 sebagai sistem peningkatan produktivitas.

Kelebihan metode Marvin E. Mundel di antaranya dapat digunakan sebagai data dalam melihat peningkatan atau penurunan produktivitas secara spesifik atau melihat input secara masing-masing.

Untuk kekurangannya sendiri, metode Marvin E. Mundel ini adalah tidak dapat digunakan untuk mengetahui secara cepat apakah produktivitas mengalami penurunan atau peningkatan karena metode ini melihat input secara masing-masing.

Baca Juga: Penerapan Sanksi Hukum pada Perusahaan yang tidak Memberikan Upah pada Karyawan saat Penjatuhan Masa Skorsing

Penggunaan metode ini terbilang mudah dibandingkan perhitungan produktivitas lainnya, dikarenakan hanya menggunakan variabel yang tidak terlalu rinci, sehingga perusahaan dapat lebih mudah mendapatkan tingkat produktivitas dari kegiatan usaha.

Penulis: Naylah Syahidah
Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI