Masyarakat Mengharapkan Pemimpin Indonesia yang Mendatang Lebih Bijak dalam Memimpin Sebuah Negara

Pemimpin
Ilustrasi: istockphoto

Pemimpin adalah seseorang yang memiliki peran atau posisi untuk memimpin, mengarahkan, dan mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini sangat diperlukan pemimpin yang bijaksana dalam menjalankan tugasnya untuk negara, sehingga tidak menimbukan masalah dalam mengambil suatu keputusan.

Pada tahun ini pemilihan presiden akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024. Dengan harapan yang sangat besar masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi dalam pemilihan tersebut, untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih baik sehingga mampu memberikan contoh kepada rakyat dan menjadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Dunia kita sekarang bergerak semakin cepat dan banyak variabel ketidakpastiannya. Risiko pun akan menjadi hal yang umum ditemui dan tak jarang pemimpin akan terjebak dalam situasi tersebut. Seperti yang terdapat pada pemimpin-pemimpin sebelumnya yang kita ketahui, telah memberi dampak buruk pada rakyat.

Contohnya ada seorang pemimpin yang disebut dengan istilah “blusukan” yang di mana masyarakat merasa tidak ada sekat antara presiden dengan rakyat di negara ini. Masyarakat menginginkan kejujuran dan keadilan terdapat dalam diri pemimpin dan dapat membedakan kepentingan pribadi dan kepentingan rakyat.

Pemimpin harus memiliki mimpi besar dalam hal mengubah sesuatu hal yang perlu diubah dan mempertahankan hal-hal yang mesti dipertahankan.

Selain itu, pemimpin yang baik juga harus memegang teguh nilai keadilan bagi rakyat Indonesia. Semoga pemimpin masa depan dapat memenuhi harapan kita semua. Harapan masyarakat bukan hanya wacana, tetapi tindakan nyata untuk menjadikan Indonesia lebih sejahtera.

Itulah yang saya harapkan pada kepemimpinan masa ini, karena pada era milenial ini manusia dipacu untuk menyesuaikan keadaan dengan segala perubahan. Terutama sering maraknya teknologi yang menawarkan segala kemudahan imajinasi, edukasi, dan sosialisasi di mana jarak bukan lagi menjadi penghalang.

Pemimpin milenial mampu mencari ruang baru dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk mendukung keberhasilan dalam menyelesaikan tugas. Jika seorang pemimpin tidak berupaya untuk mencari ruang baru maka akan dianggap tidak adaptif.

Karenanya kita mudah saja untuk melakukan pertemuan di ruangan digital untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangan dari tugas yang diberikan dengan membahas inovasi tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Begitulah kiranya karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin dengan tetap mengedepankan adab negarawan sejati.

Penulis: Maylin Nurlyani (NIM: 22100904)
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Karimun

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI