Puisi: Peristiwa

Puisi Peristiwa

Sebuah puisi oleh: Nobel Sinatra Ginting*

Seketika kita Nampak likas
Setelah pisau tertancap di dadak
Pisau yang tumpul tidak meninggalkan bekas
Namun lara dan duka yang membatu

Kita baru saja bersama
Tapi kebahagiaan itu kau ubah sendiri
Menanam benih-benih lada
Hingga nyeri dan sesaknya inginkanku mati

Apa ketenangan jiwa itu berat
Kenapa hanya aku yang habis kau babat
Apa menang sendiri, justru membuatmu takut
Apa aku yang kalah telak, hingga kau pikat

Nampak memang bening di mataku
Terlihat tenang suara indahmu
Kita hanya bias membisu
Dalam peristiwa yang membiru

NB:
*Mahasiswa UIN SU (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI