Stereotip terhadap Disabilitas, Sudahkah Terapkan Perlawanannya di Indonesia?

Stereotip terhadap Disabilitas
Stereotip terhadap kemampuan yang dimiliki penyandang disabilitas mengarah pada super crip model (Pexels/ShotPot)

Barangkali dengan sekedar menghormati dan memberikan perhatian khusus kepada kelompok disabilitas, masyarakat Indonesia merasa telah menerapkan ruang yang inklusi bagi penyandang disabilitas. Namun tatkala hal tersebut dikaji berdasarkan sudut pandang disabilitas itu sendiri, benarkah penerapan inklusivitas bagi penyandang disabilitas tersebut sudah direpresentasikan dengan baik?

Nyatanya stereotip terhadap disabilitas masih menjadi kecaman tersendiri bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Bagaimana sebagian masyarakat masih memandang para penyandang disabilitas dengan cara yang salah.

Sekarang mari melihat bagaimana sebagian besar non-disabilitas memandang penyandang disabilitas, khususnya di negara Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penyandang disabilitas sangat erat dengan stereotip dari masyarakat.

Bacaan Lainnya
DONASI

Hal yang paling umum terjadi pada penyandang disabilitas adalah anggapan bahwa mereka berpenyakit dan perlu disembuhkan. Apabila penyandang disabilitas bekerja atau menekuni suatu profesi, mereka kerap disanjung-sanjung kan.

Padahal sebenarnya aktivitas tersebut wajar-wajar saja dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana umumnya. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin berpikir bahwa anggapan tersebut hanya sebagai pujian belaka. Atau misalnya anggapan seperti ‘Aku masih punya kaki, tidak seperti dia (disabilitas). Seharusnya aku lebih bisa diandalkan’.

Anggapan tersebut mungkin terlihat remeh bagi sebagian orang, namun justru semakin melekatkan stereotip kepada para penyandang disabilitas.

Kebanyakan orang mungkin tidak sadar bahwa anggapan-anggapan tersebut mengarah pada perlekatan stereotip terhadap penyandang disabilitas. Dalam studi kajian disabilitas, anggapan-anggapan tersebut mengarah pada beberapa model tertentu, yakni super crip model dan inspiration porn model.

Super crip model mengacu pada bagaimana penyandang disabilitas dilihat melalui kondisi kekurangan mereka, sehingga dianggap sebagai sosok yang luar biasa ketika melakukan sesuatu yang sebenarnya wajar-wajar saja dilakukan sebagaimana umumnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Niyu dengan judul “Representasi Disabilitas dalam Iklan “We’re the Superhumans”, menjelaskan bahwa disabilitas direpresentasikan sebagai “superhumans” ketika memiliki kemampuan dan prestasi (Niyu 2017 dalam Arawindha, Thohari & Fitrianita, 2020).

Adapun inspiration porn model merupakan pandangan yang menganggap penyandang disabilitas sebagai objek inspirasi. Stella young dalam cuplikan video TED berjudul “I’m Not Your Inspiration, Thank you Very Much” menjelaskan terkait inspiration porn sebagai kondisi dimana penyandang disabilitas dijadikan objek untuk kepentingan non-disabilitas.

Kehadiran disabilitas menjadi sarana menginspirasi, memotivasi, serta rasa syukur karena merasa hidup mereka lebih baik dan beruntung ketimbang para penyandang disabilitas.

Salah satu kriteria dalam upaya penerapan inklusivitas bagi penyandang disabilitas yakni dengan menghilangkan atau paling tidak meminimalisir stereotip bagi penyandang disabilitas.

Jika stereotip terhadap penyandang disabilitas ini masih melekat pada kelompok disabilitas, lantas bagaimana penerapan yang menekankan inklusivitas bagi disabilitas dapat terwujud di Indonesia?

Sebagian masyarakat mungkin secara tidak sadar telah menggaungkan stereotip negatif pada disabilitas. Untuk itu, maka diperlukan upaya meningkatkan disability awareness pada masyarakat demi mewujudkan inklusivitas dan negara yang ramah terhadap disabilitas.

 

Penulis: Nasywa Salsabila
Mahasiswa Sosiologi, Universitas Brawijaya

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Referensi

Arawindha, Ucca., Thohari, Slamet., Fitrianita, Titi. 2020.”Representasi Disabilitas Dalam Film Indonesia yang Diproduksi Pasca Orde Baru,” Jurnal Kajian Ruang-Sosial-Budaya 4(1): 133-151. https://doi.org/10.21776/ub.sosiologi.jkrsb.2020.004.1.09

TED. (9 Juni 2014). I’m not your inspiration, thank you very much | Stella Young (Video). Youtube. https://youtu.be/8K9Gg164Bsw?si=31_cKs_UxC4xoePh

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.