Karawang, MMI — Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang memiliki potensi limbah sekam padi yang cukup besar seiring banyaknya aktivitas penggilingan padi di wilayah tersebut. Tercatat terdapat delapan usaha penggilingan padi yang menghasilkan limbah sekam dalam jumlah melimpah. Namun, pemanfaatan sekam padi masih tergolong rendah karena sebagian besar hanya dijual dengan harga sekitar Rp5.000 per karung atau bahkan belum dimanfaatkan secara optimal.
Selain persoalan limbah pertanian, masyarakat Desa Segaran juga menghadapi tingginya populasi lalat yang diduga dipengaruhi oleh aktivitas peternakan ayam di sekitar permukiman yang pengelolaannya belum optimal. Di sisi lain, Desa Segaran saat ini tengah mengembangkan potensi kawasan Situs Percandian Batujaya sebagai destinasi wisata budaya bertaraf nasional hingga internasional. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi yang tidak hanya mampu mengatasi permasalahan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pengembangan desa wisata.
Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Kelompok 64 menjadikan Workshop BRISMA (Briket Sekam Beraroma) sebagai program kerja utama. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Halaman Kantor Desa Segaran bekerja sama dengan Tim BRISMA Universitas Singaperbangsa Karawang.
Workshop ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sekam padi menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, peluang usaha baru, sekaligus produk khas yang mendukung pengembangan Desa Segaran sebagai desa wisata.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 63 peserta yang terdiri atas perangkat desa, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Segaran, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Karang Taruna, pelaku usaha penggilingan padi, pelaku usaha sekam, serta masyarakat umum. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya ketertarikan masyarakat terhadap pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bernilai.
Baca Juga: Pemanfaatan Briket Arang sebagai Bahan Bakar Alternatif terhadap Polutan Udara

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Segaran, H. Nana Suryana, menyambut baik pelaksanaan Workshop BRISMA. Menurutnya, inovasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pengembangan Desa Segaran sebagai desa wisata.
“Harapannya kami bisa berpartisipasi menjadi UMKM briket dan menjadi mitra BRISMA ke depannya,” ujar H. Nana Suryana.
Workshop menghadirkan Tim BRISMA Universitas Singaperbangsa Karawang sebagai narasumber dan instruktur pelatihan. Tim ini merupakan kelompok penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mengembangkan inovasi BRISMA (Briket Sekam Beraroma), yaitu produk briket berbahan baku limbah sekam padi yang dipadukan dengan aroma tertentu sehingga memiliki nilai tambah dibandingkan briket konvensional. Tim BRISMA terdiri atas dua dosen dari Program Studi Agroteknologi dan Teknik Lingkungan serta empat mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan yang membimbing peserta selama kegiatan berlangsung.
Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemaparan materi mengenai potensi pemanfaatan limbah sekam padi, konsep dasar BRISMA, manfaat produk, hingga peluang pengembangannya sebagai usaha berbasis potensi lokal. Penyampaian materi ini bertujuan memberikan landasan pengetahuan kepada peserta agar memahami manfaat inovasi yang diperkenalkan sebelum mempraktikkannya secara langsung.
Memasuki sesi praktik, peserta diajak mengikuti seluruh tahapan produksi BRISMA mulai dari proses pengarangan sekam padi, penghalusan arang sekam menjadi bubuk, pencampuran menggunakan perekat alami berbahan tepung kanji, penambahan aroma, proses pencetakan, hingga pengeringan briket. Seluruh tahapan didemonstrasikan secara langsung oleh Tim BRISMA, kemudian dipraktikkan bersama oleh para peserta sehingga kegiatan berlangsung secara interaktif.

Fawzy Muhammad Bayfurqon selaku Project Manager BRISMA menyampaikan apresiasinya terhadap semangat mahasiswa KKN UNSIKA Kelompok 64 serta tingginya antusiasme masyarakat selama workshop berlangsung.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat berkesan. Terima kasih atas effort teman-teman KKN Desa Segaran yang telah mempersiapkan workshop dengan sangat baik sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Fawzy Muhammad Bayfurqon.

Kehadiran Tim BRISMA UNSIKA tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga memastikan setiap tahapan produksi dilakukan sesuai prosedur sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik dan diskusi. Banyaknya pertanyaan yang disampaikan menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mempelajari teknologi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan desa.
Melalui kegiatan ini, limbah sekam padi yang sebelumnya bernilai ekonomi rendah diharapkan dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki peluang pasar yang lebih luas. Selain berpotensi menjadi bahan bakar alternatif, BRISMA juga diharapkan mampu menjadi produk khas atau cendera mata yang dapat mendukung pengembangan kawasan wisata budaya Situs Percandian Batujaya. Kehadiran aroma pada produk menjadi nilai tambah yang membedakannya dari briket pada umumnya sekaligus memberikan potensi pemanfaatan untuk membantu mengurangi gangguan lalat pada skala rumah tangga.
Mahasiswa KKN UNSIKA Kelompok 64 berharap inovasi BRISMA dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Segaran setelah berakhirnya program KKN. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Tim BRISMA Universitas Singaperbangsa Karawang diharapkan mampu menciptakan pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan, meningkatkan nilai ekonomi sekam padi, serta memperkuat identitas Desa Segaran sebagai desa wisata berbasis potensi lokal dan inovasi masyarakat.
Penulis:
1. Bagus Khoerul Amal Zakaria
2. Alif Dzuhry Muhajir
3. Tiara Safira Basari
4. Dhafa Athaya Zaidan Faiz
5. Alya Zahra Kusumadewi
6. Zahara Amalia Permata
7. Muhammad Nugrah Adinda
8. Azzahra Raysa Alifa
9. Zahra Nabila
10. Nadira Madya Ayu Nasuha
11. Ristia Nurhajijah
12. Lefrans Crisdion Simanjuntak
13. Edlyn Farid Simanjuntak
Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang
Dosen Pengampu: Dr. Taufik Mustofa, M.Pd., I.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















