Asam Garam Mahasiswa yang Kuliah sambil Mengajar

Kisah Inspiratif
Gambar Tokoh Inspiratif (Sumber: Penulis)

Seorang perempuan yang bernama Risna Yanti berasal dari Cianjur, tepatnya di Kampung Haurwangi. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia adalah seorang mahasiswa sekaligus menjadi Guru di SMA yang ada di Haurwangi.

Pada tahun 2020, Ia memulai pendidikannya di Universitas Suryakancana yang ada di Cianjur dan mengambil prodi PPKn sebagai salah satu prodi favoritnya.

Lika-liku kuliah sambil mengajar tentunya banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi. Awalnya memang berat untuk diusia yang belum mempunyai pengalaman banyak dalam mengajar dan mendidik siswa.

Bacaan Lainnya
DONASI

Akan tetapi, semua itu dijadikan pengalaman untuk belajar dan terus belajar untuk tampil percaya diri didepan semua orang.

Ia mengatakan mimpi yang ingin dituju adalah menjadi seorang Guru yang dimana ada plus dan minusnya.

Apalagi diumur 20 tahun ini Ia punya pengalaman mengajar yang awalnya malu untuk public speaking dihadapan banyak orang dan alhamdulillah sekarang membuat Ia percaya diri dan menjadi makanan sehari-hari jika dihadapkan dengan para Siswa.

Semua Siswa yang tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda. Untuk menghadapi karakter murid yang berbeda ia menggunakan ilmu dan pengetahuan yang didapatkan di Kampus.

Walaupun tanpa disadari banyak keluhan yang sering merasa tidak mampu dalam posisi tersebut. Namun tidak mengurung semua niatnya untuk tetap maju menjalani semua proses yang ada baik dalam Kampus dan Sekolah.

Ia mengajar dari hari senin sampai sabtu sedangkan kuliah dari hari senin sampai jumat. Lantas bagaimana cara untuk mengatur waktu antara kuliah dan mengajar?

Ia mengajar di pagi sampai siang hari sedangkan waktu siang sampai sore hari digunakan untuk kuliah. Awalnya semua itu lumayan berat dan sangat menguras segalanya karena belum terbiasa.

Seiring berjalannya waktu dengan semua kegiatan baik di Sekolah maupun di Kampus membuat ia semakin terbiasa untuk menjalaninya.

Sejauh ini banyak tantangan yang menjadi asam garam kehidupan namun Ia bertahan dan tetap semangat kuliah sambil mengajar.

Apalagi sekarang sudah dititik yakni semester 6 yang banyak tugas dan sebentar lagi dihadapkan dengan Seminar Proposal.

Semua Kegiatan yang akan dihadapi dan sudah dihadapi Ia menjalaninya dengan enjoy dan tenang. Selain itu, tantangan dan rintangan pun Ia hadapi dengan ikhlas dengan penuh semangat karena Ia yakin bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.

“Saya mau bilang untuk mahasiswa diluaran sana. Tetep semangat, rintangan dan tantangan ketika masa masa kuliah yang kita lewatin itu nikmatin. Syukuri, jalani soalnya ga akan ke ulang lagi”.

Itu merupakan pesan untuk kita semua agar tetap semangat dalam menjalani proses yang tidak mudah dimana banyak suka dan dukanya  untuk meraih cita-cita yang kita mimpikan.

Penulis: Dewi Sartika
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Suryakancana

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI