Bakteri: Apa yang Sudah dan Belum Diketahui

Karakteristik Bakteri
Para ilmuwan memperkirakan bahwa baru sekitar 1% hingga 5% jenis bakteri yang berhasil ditumbuhkan dan dipelajari di laboratorium. Sisanya, sekitar 95%, masih benar-benar belum dikenali, belum diberi nama, bahkan belum bisa dikulturkan. (Ilustrasi: Dok. MMI)

Sang Pionir yang Mengubah Dunia

Bakteri adalah makhluk hidup bersel satu terkecil di dunia sekaligus penghuni pertama bumi. Mereka telah ada saat planet ini masih berupa hamparan gunung vulkanik dan lautan panas. Kala itu, karena atmosfer bumi belum memiliki oksigen (anoksigenik), bakteri anaerob menjadi satu-satunya organisme yang mampu bertahan hidup.

Satu hal luar biasa yang sudah diketahui adalah bagaimana mereka berevolusi. Awalnya, bakteri memanfaatkan besi, sulfur, dan nitrogen untuk energi. Namun, titik balik sejarah terjadi ketika mereka mulai menggunakan air sebagai sumber elektron. Metabolisme baru ini menghasilkan oksigen yang perlahan mengubah bumi menjadi tempat yang layak huni bagi manusia.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Mikrobiom: Bakteri dalam Tubuh Kita

Kini, bakteri ada di setiap sudut kehidupan, bahkan di dalam tubuh kita sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan berat badan 70 kg memiliki sekitar 30 triliun sel manusia, namun jumlah sel bakteri di tubuhnya mencapai 38 triliun. Artinya, secara seluler, tubuh kita justru lebih banyak disusun oleh sel bakteri (prokariot) daripada sel manusia itu sendiri.

Bakteri-bakteri ini membentuk unit satuan tugas di setiap organ yang disebut mikrobiom. Mereka tidak hanya “numpang hidup”, tetapi juga berperan vital dalam mengatur kesehatan, suasana hati, hingga menentukan bagaimana tubuh kita merespons pengobatan tertentu.

Baca juga: Bakteri Escherichia coli (E-coli) sebagai Indikator Pencemaran Air

Misteri 95 Persen yang Belum Terungkap

Meski kita sudah banyak tahu tentang peran mereka, masih ada jurang besar dalam pengetahuan manusia. Para ilmuwan memperkirakan bahwa baru sekitar 1% hingga 5% jenis bakteri yang berhasil ditumbuhkan dan dipelajari di laboratorium. Sisanya, sekitar 95%, masih benar-benar belum dikenali, belum diberi nama, bahkan belum bisa dikulturkan.

Mengapa sesulit itu? Setiap bakteri memiliki preferensi lingkungan yang sangat unik dan spesifik. Banyak di antaranya menjalin hubungan ketergantungan mutlak (simbiosis obligat) dengan habitat aslinya, seperti tanah atau tanaman tertentu, sehingga mereka menolak untuk tumbuh saat dibawa ke cawan petri laboratorium.

Pendekatan Baru: Antara Teknologi dan Realitas

Untuk menjembatani apa yang belum diketahui tersebut, para mikrobiolog kini menggunakan pendekatan bioteknologi bernama metabarcoding. Dengan memanfaatkan DNA lingkungan (environmental DNA), kita bisa mendeteksi keberadaan bakteri melalui marka khusus 16S rRNA tanpa harus menumbuhkannya.

Namun, teknologi ini pun memiliki batasan. Ia hanya mendeteksi material genetik, sehingga kita belum bisa memastikan apakah bakteri tersebut masih hidup atau sudah mati. Oleh karena itu, tantangan besar bagi para ilmuwan masa kini adalah menggabungkan teknik kultur tradisional dengan teknologi molekuler modern untuk memvalidasi temuan mereka.

Baca juga: Bakteriosin: Senyawa dari Bakteri Asam Laktat sebagai Biopreservasi pada Olahan Daging

Penutup

Keberadaan bakteri memang sudah sangat lama, tetapi ilmu pengetahuan manusia baru benar-benar menyelaminya dalam tiga abad terakhir. Memahami apa yang sudah dan belum diketahui tentang bakteri adalah langkah penting untuk memahami bagaimana kehidupan bekerja melalui sel mikroskopis yang, meskipun tidak terlihat, memegang kendali atas banyak aspek di dunia ini.


Penulis: Sarah Aprilia
Mahasiswa Program Studi Mikrobiologi, Institut Pertanian Bogor


Dosen Pengampu: Antonius Suwanto


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses