Bullying dalam Pandangan Islam

Bullying dalam pandangan Islam

Dalam kehidupan itu banyak terjadi kontroversi yang terjadi, salah satunya kasus bullying. Kasus bullying ini bisa terjadi akibatnya fitrah seseorang yang berbeda-beda. Fitrah sendiri adalah penciptaan, kodrat atau kejadian, sehingga fitrah ini ada sejak lahir atau bawaan dari lahir.

Manusia diciptakaan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam bentuk sebaik-baiknya. Manusia dibekali baik dan buruk. Kita dilahirkan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, mulai dari berbeda suku, agama, ras, pola pikir, dan pola sikap.

Maka dari itu, kita harus saling memahami dan mengerti satu sama lain. Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah (pilihlah) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar Rum [30]: 30)

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca juga: Meminimalisir Tingkat Bullying dan Hate Speech di Lingkungan Sekolah

Dalam perkembangan zaman saat ini, maraknya kasus bullying yang kerap kali terjadi di bangku pendidikan sekolah, baik itu SD (Sekola Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), maupun SMA (Sekolah Menengah Atas).

Bullying adalah sikap mencaci maki, menjudge seseorang dengan bentuk penindasan menggunakan kekerasan fisik maupun batin yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja sehingga korban merasa tersakiti fisik, hati dan mental atau psikis nya.

Bullying ini sangat booming di era sekarang. Andaikan kita ibaratkan kertas. Jika kertas yang tadinya mulus atau bersih, kita beri noda atau kita remas. Kemudian kertas itu dikembalikan menjadi seperti yang semula. Namun kertasnya tidak semulus pada saat awal tadi.

Baca juga: Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Mencegah Bullying pada Anak

Pengibaratan ini sama halnnya saat ketika kita mencaci maki atau menyakiti hati seseorang. Meskipun orang itu sudah memaafkan, tapi tetap saja hati kita dan mental kita tidak seperti pada semula, Masih ada rasa sakit hati yang membekas didalamnya.

Di era sekarang ini, kasus bullying terjadi tidak hanya di sekolah-sekolah. Namun di Pendidikan Tinggi juga banyak kasus bullying. Tak hanya itu saja. Di lingkungan sekitar kita, juga banyak kasus bullying yang marak terjadi. Pelaku bullying ini sangat tak terbatas. Terjadi pada masyarakat kalangan sekolah, praktisi, pejabat, dan kalangan profesi lainnya.

Lalu, bagaimana sih cara mencegah perilaku bullying? Selalu beristighfar dan berusaha mengingat bahwa kita sebagai seorang muslim harus bergaul dengan cara yang ahsan. Mengapa sih kita harus membully? Padahal kan kita dilarang untuk bertengkar apalagi membully. Ada hadits yang mengatakan bahwa “Jangan marah, bagimu adalah surga”. Hadits lain juga mengatakan: “Berkatalah yang baik atau diam.”

Beritahukanlah kepadaku tentang ihsan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab. “Beribadahlah engkau kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya dan apabila engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihat engkau.” (HR. Muslim)

Jadi, selalu mengingat dan menghafalkan hadits tersebut, sehingga orang itu akan sadar bahwa bullying adalah perbuatan yang salah, perbuatan yang tidak terpuji, dan perbuatan yang dibenci oleh Allah. Jadi, selalu dimunculkan kesadaran dan ingatan di benak pikiran kita bahwa orang-orang yang seperi itu, orang-orang yang suka berbuat bullying, itu tempatnya adalah neraka jahanam.

Baca juga: Mengenal Bullying, Dampak dan Cara Mencegahnya pada Perkembangan Anak

Bagaimana Islam menyikapi bullying? Islam melarang perbuatan bullying. Islam mengajarkan kepada kita untuk berkata ahsan. Ketika ada siswa di sekolah yang membully, ketika ada siswa yang emosi atau amarahnya tidak bisa dikendalikan, maka tugas guru adalah mengingatkan kepada siswa bahwa itu adalah perbuatan yang tidak boleh dilakukan.

Guru yang baik adalah guru yang patut dicontoh oleh siswa-siswinya. Jika ada siswa yang marah atau melakukan bullying, maka Islam mengajarkan kita untuk diam dan mengingat hadits. Siswa diminta untuk istighfar dan minta maaf.

Guru selalu memberikan pemahaman kepada siswa bahwa perilaku bullying adalah perbuatan yang tidak baik. Mengapa siswa diingatkan seperti itu? Supaya mereka mau sadar dan kembali kepada sifat Rasulullah.

Tim Penulis:

1. Arifianto Syahalief Rachman
Mahasiswa Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

2. Nur Zaytun Hasanah
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI