Dibalik Langkanya Minyak Goreng yang Menimbulkan Kerugian Ekonomi

minyak goreng

Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang dalam mengatur atau mengelola suatu proses kegiatan dengan sistem target yang harus dicapai, agar dapat dengan baik mengelola sumber daya yang ada secara optimal.

Manajemen memiliki beberapa tujuan diantaranya :

  • Memanfaatkan sumber daya dengan baik
  • Mengoptimalkan suatu sumber daya yang ada
  • Pengelolaan Sumber Daya Manusia
  • Mencapai target yang sudah dituju

Halo kawan?

Bacaan Lainnya
DONASI

Apakah kalian tahu, penyebab kelangkaan minyak goreng yang membuat Ibu kita Stress? Mari kita ulas disini…

Kelangkaan minyak goreng saat ini membuat gempar masyarakat Indonesia, Khususnya Ibu kita sendiri. Kebanyakan dari mereka berpikir bahwa ini adalah permainan pemerintah, permainan para mafia dan sebagainya. Namun kelangkaan minyak saat ini bisa dari kegagalan manajemen sumber daya yang ada. Secara logis negara kita kaya akan berlimpahnya Pohon Sawit.

Baca juga: Kelangkaan Minyak Goreng Disebabkan oleh Permainan Pasar

Penyebab Langkanya Minyak Goreng

Minyak goreng masih menjadi barang langka di pasaran. Sehingga, kenapa harga minyak goreng mahal dan langka menjadi pertanyaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kenaikan harga minyak goreng telah terjadi sejak akhir 2021 dan sampai saat ini belum terselesaikan.

Dimulai sejak November 2021, harga minyak goreng kemasan bermerek sempat naik hingga Rp 24.000 per liter. Pemerintah pun turun tangan dengan mematok kebijakan satu harga untuk minyak goreng Rp 14.000 per liter

Faktor yang menyebabkan langkanya minyak goreng adalah

  • Turunnya panen sawit pada gelombang kedua. Sehingga menjadi terbatas dan menyebabkan gangguan pada rantai distribusi (supply chain) industri minyak goreng.
  • Punic Buying yang dilakukan masyarakat
  • Adanya oknum penimbun Minyak Goreng
  • Kurangnya pengawasan dan pengontrolan terhadap produksi Minyak Goreng

Kerugian Ekonomi Akibat Minyak Goreng

Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memperkirakan kerugian ekonomi yang ditanggung oleh masyarakat akibat krisis lonjakan harga minyak goreng mencapai Rp 3,38 triliun. Kerugian ini merupakan akumulai kerugian dari kenaikan harga dan krisis minyak goreng pada April 2021 hingga Januari 2022. 

Direktur IDEAS Yusuf Wibisono menjelaskan, estimasi kerugian masyarakat ini diperoleh dengan menjadikan harga rata-rata minyak goreng periode Januari-Maret 2021 sebagai baseline saat harga minyak goreng masih normal.

Adapun kerugian terakumulasi dari dua periode,  yaitu  periode April-September 2021 sebesar Rp 0,98 triliun dan Oktober 2021-19 Januari 2022 Rp 2,4 triliun.

Baca juga: Ricuh Pembelian Minyak Goreng Murah di Depok

“Estimasi kerugian ini masih konservatif karena belum memperhitungkan periode setelah 19 Januari 2022. Meski setelah 19 Januari 2022, harga minyak goreng secara resmi turun tetapi pasokan minyak goreng murah sangat terbatas dan tidak tersedia di banyak tempat,” kata Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/03/2022).

Yusuf menjelaskan,  kerugian masyarakat akan jauh lebih besar lagi jika masyarakat masih mempertahankan pola konsumsi minyak goreng dengan membeli harga di atas HET usai penetapannya pada 19 Januari 2022.

“Kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng ini sangat ironis karena Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia,” kata Yusuf.

Sekian informasi yang saya dapat bagikan, Mohon maaf bila mana ada kesalahan.

Terimakasih

Penulis: Ade Febrianto
Mahasiswa Manajemen Universitas Binawan

Dosen Pengampu: Bu Apriani Riyanti, S.Pd., M. Pd

Sumber Refrensi

https://industri.kontan.co.id/news/ini-penyebab-kenapa-minyak-goreng-mahal-dan-langka-menurut-kemendag-1

https://katadata.co.id/agustiyanti/finansial/622c8f6460b04/kerugian-masyarakat-akibat-krisis-minyak-goreng-ditaksir-rp3-4-triliun

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI