Ketika Hidup Hanya tentang Scroll dan Swipe

Media Sosial
Ilustrasi Bermedia Sosial (Sumber: MMI)

Sekarang banyak orang bangun tidur bukan langsung mandi atau sarapan, tetapi justru membuka TikTok dan Instagram terlebih dahulu. Tanpa sadar, satu video berubah menjadi puluhan video, lalu waktu habis begitu saja.

Kebiasaan scroll tanpa henti sudah menjadi hal normal, terutama bagi remaja dan mahasiswa. Ironisnya, banyak orang merasa lelah setelah bermain HP berjam-jam, padahal mereka tidak melakukan apa-apa selain melihat kehidupan orang lain di layar.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Menurut saya, media sosial saat ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sudah seperti “tempat pelarian” dari kehidupan nyata. Saat bosan, sedih, bahkan saat memiliki tugas menumpuk, banyak orang memilih scroll media sosial dibanding menyelesaikan masalahnya.

Akibatnya, produktivitas menurun dan waktu terbuang tanpa terasa. Banyak mahasiswa yang menunda tugas hanya karena berkata “lima menit lagi scroll”, tetapi akhirnya malah berjam-jam memegang HP.

Baca juga: Dampak Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Generasi Z

Dampak lainnya terlihat dari cara orang berinteraksi. Sekarang banyak orang lebih aktif di dunia maya dibanding di kehidupan nyata. Saat berkumpul bersama teman atau keluarga, suasana sering kali justru dipenuhi orang yang sibuk melihat layar masing-masing. Kedekatan secara langsung mulai berkurang karena perhatian lebih banyak diberikan kepada media sosial dibanding orang di sekitar.

Konflik muncul karena sebagian orang menganggap bermain HP terus-menerus adalah hal biasa di era digital. Namun, sebagian lainnya merasa kebiasaan tersebut mulai merusak pola hidup dan kesehatan mental.

Banyak orang tua menyalahkan media sosial, sedangkan anak muda merasa mereka hanya mengikuti perkembangan zaman. Perbedaan pandangan ini membuat penggunaan media sosial menjadi perdebatan yang terus muncul hingga sekarang.

Menurut saya, media sosial bukan musuh, tetapi cara penggunaannya yang sering berlebihan menjadi masalah utama. Jika digunakan dengan bijak, media sosial bisa bermanfaat untuk belajar dan mencari informasi. Namun, jika terlalu larut dalam dunia digital, seseorang bisa kehilangan waktu, fokus, bahkan hubungan sosial di kehidupan nyata.


Penulis: Kodamah (251011200175)
Mahasiswa Akuntansi, Universitas Pamulang


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses