Menjadi Bertanggung Jawab dengan Ecobrick: Mahasiswa PMM Ajarkan Siswa SMPN 1 Waled Mengelola Sampah Pribadi

PMM UMM
PMM UMM bersama Siswa SMPN 1 Waled (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dalam era yang semakin menyadari pentingnya pelestarian lingkungan, langkah-langkah kecil dapat memiliki dampak besar. Pada program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilakukan oleh kelompok 22 gelombang 06, mereka telah merangkul tanggung jawab ini dengan memberikan perhatian khusus pada masalah sampah plastik. 

Dalam upaya mengaplikasikan hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara nyata dalam masyarakat. Baru-baru ini, sekelompok mahasiswa PMM yang sedang melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang beranggotakan Siti Fatimah, Yulita, Aghniya Shafa Fadia, Moh Miftahul Arif dan Rafindra Sandi Putra Atmaja dengan Dosen Pembimbing Lapangan Ahmad Sulaiman, S.Psi., M.Ed, memfokuskan perhatian mereka pada SMPN 1 Waled, sebuah sekolah menengah pertama di desa Waledkota Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Mereka membawa pesan penting yaitu “Bertanggung jawablah atas sampahmu sendiri”. Melalui workshop interaktif dan edukatif yang dilakukan pada hari Sabtu, 03 Februari 2024, para mahasiswa ini memperkenalkan konsep Ecobrick kepada para siswa

Bacaan Lainnya
DONASI

Ecobrick, sebuah konsep sederhana namun efektif, dengan mengisikan botol plastik menggunakan sampah plastik padat hingga mencapai kepadatan tertentu. Hal ini tidak hanya membantu mengelola sampah plastik yang sebelumnya sulit didaur ulang, tetapi juga mempromosikan kesadaran akan jumlah sampah yang dihasilkan oleh setiap individu.

Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk memahami pentingnya tanggung jawab pribadi dalam mengelola sampah. Mereka belajar untuk memilah dan membersihkan sampah plastik, kemudian mengisi botol-botel plastik dengan sampah tersebut. Mahasiswa PMM dengan sabar memandu mereka melalui proses ini, menjelaskan dampak positif yang dapat mereka capai dengan tindakan sederhana ini. 

Namun, workshop ini tidak hanya tentang membuat Ecobrick. Lebih dari itu, ini tentang membentuk mindset baru tentang tanggung jawab lingkungan. Melalui diskusi, permainan, dan cerita inspiratif, mahasiswa PMM berhasil menginspirasi siswa untuk merenungkan dampak dari perilaku mereka terhadap lingkungan sekitar. 

Reaksi siswa terhadap workshop ini sangat positif. Banyak di antara mereka yang mulai menyadari bahwa setiap tindakan kecil dapat berkontribusi pada perubahan yang lebih besar. Mereka berjanji untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari meminimalkan penggunaan plastik hingga mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab. 

Bagi mahasiswa PMM, workshop ini bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga tentang menciptakan perubahan nyata.

Melalui upaya mereka, mereka tidak hanya menjadikan lingkungan sekolah lebih bersih dan lebih hijau, tetapi juga membantu membentuk generasi muda yang lebih sadar akan lingkungan. Dan dengan setiap Ecobrick yang mereka buat, mereka menjadi bagian dari solusi untuk masalah sampah plastik yang sedang dihadapi dunia saat ini.

 

Penulis: Kelompok 22 Gelombang 06
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI