Menjaga Adab kepada Guru di Tengah Pandemi Covid-19

menjaga adab menjadi guru

Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan. Menurut Gagne (Whandi : 2009) Belajar adalah suatu proses organisme berubah tingkah lakunya sebagai akibat pengalaman.

Akhir-akhir ini di Indonesia khususnya, dalam rangka mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Pemerintah Indonesia menerapkan proses pembelajaran secara online. Dengan menggunakan media seperti WhatsApp, Geogle Classroom, Schoology dan media lainnya. Proses pembelajaran ini diharapkan dapat menurunkan tingkat penyebaran COVID-19 yang sering menyebar atau menular diperkumpulan-perkumpulan manusia.

Dengan diterapkannya pembelajaran secara online. Diharapkan para siswa tetap menjaga adab kepada gurunya pada saat proses pembelajaran secara online sedang berlangsung maupun tidak berlangsung. Adab menurut bahasa adalah kesopanan, kehalusan, dan kebaikan budi pekerti, serta akhlak mulia.

Adab kepada guru sangatlah penting dan paling utama bagi para pencari ilmu. Dalam kitab Ta’limul Muta’alim Thariqatta’allum pasal keenam menjelaskan bawasannya seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya.

Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu menghormati kepada sang guru. Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata : “Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku satu huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, dimerdekakan ataupun tetap menjadi hambanya.”

Saking pentingnya adab sampai sampai Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan : “Aku lebih menghargai orang yang beradab, daripada orang yang berilmu. Kalau hanya berilmu, iblis-pun lebih tinggi ilmunya daripada manusia.” Dengan demikian sudah seharusnya kita sebagai penuntut ilmu untuk selalu menjaga adab terhadap guru-guru kita. Walaupun ditengah pandemi COVID-19 kita hanya berinteraksi menggunakan media seperti WhatsApp, Google Classroom, dan media lainnya. Namun kita tetap harus menjaga adab kita kepada guru-guru kita.

Sebagai contoh, ketika kita chating dengan guru kita, gunakanlah bahasan yang sopan dan santun. Kita harus benar-benar memperhatikan tulisan kita sebelum dikirim kepada guru kita. Apakah tulisan kita sudah benar ? Apakah tulisan kita sudah pantas ? Apakah tulisan kita sudah mencerminkan penghormatan kepada guru kita ?

Sekali lagi kami tekankan walaupun kita berada dalam massa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Kita tetap diwajibkan untuk selalu menjaga adab kepada guru-guru kita. Jadi dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun kita berada, kita harus tetap selalu menjaga adab kepada guru kita.

Fikri A Rokhman
Aktif di Himpunan Mahasiswa Fisika STKIP Al Hikmah Surabaya

Editor : Muhammad Fauzan Alimuddin

Baca juga:
Karakteristik Guru di Masa Work From Home
Belajar Menyenangkan dengan Ice Breaking bagi Anak dan Guru
Perlukah Guru BK di Sekolah Dasar?

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI