Metaverse sebagai Terobosan Besar dalam Dunia Pendidikan

Di zaman yang serba canggih dan maju sekarang ini, kita sudah tidak asing lagi dengan istilah metaverse, beberapa bulan yang lalu metaverse menjadi perbincangan semua orang di jagat maya.

Maraknya perbincangan itu terjadi seusai pendiri Facebook, Mark Zuckerberg mengubah nama induk perusahaan miliknya menjadi Meta dan menciptakan dunia virtual yang bernama Metaverse. Metaverse adalah dunia virtual yang dibuat semirip mungkin seperti dunia nyata.

Di mana penggunanya dapat merasakan hidup dalam dunia virtual dan memungkinkan untuk setiap orang dari seluruh dunia berkumpul dan berinteraksi. Pada dasarnya cara kerja metaverse bisa dibilang hampir sama seperti di dunia nyata.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Billboard Metaverse: Revolusi Teknik Marketing Masa Kini

Pengguna diharuskan untuk masuk ke dalam dunia virtual terlebih dahulu dengan menggunakan perangkat modern seperti headphone, kacamata VR atau AR. Selain menggunakan headset VR atau AR, pengguna juga diharuskan memiliki akses internet.

Setelah masuk ke dalam dunia virtual, pengguna dapat melakukan beragam aktivitas pada platform tersebut, mulai dari investasi hingga melaksanakan pekerjaan secara remote, layaknya di dunia nyata.

Dengan adanya metaverse, hampir semua aktivitas fisik dan interaksi sosial (belajar, bermain, rapat, diskusi, belanja, bekerja, hingga berkreasi) dapat dilakukan dalam dunia virtual. Jadi, bukan tidak mungkin apabila nantinya seluruh aktivitas dalam dunia pendidikan bisa dilakukan dalam dunia metaverse atau dunia virtual.

Sekolah akan dibangun di dunia virtual, kelas-kelas akan ada di dunia virtual, pembelajaran dilakukan secara virtual, bahkan administrasi sekolah juga dapat dilakukan secara virtual. Tentu kita tidak dapat menolak kemajuan teknologi.

Justru kita harus memanfaatkannya sebagai alat untuk membuat sesuatu yang positif. Oleh karena itu, untuk menghadapi perkembangan teknologi seperti metaverse, dunia pendidikan mau tidak mau harus menyiapkan diri menyambut teknologi tersebut.

Baca Juga: Masalah Pendidikan di Indonesia

Seperti yang kita tahu, pandemi COVID-19  telah memberikan dampak pada metode belajar di dunia pendidikan. Yang awalnya belajar bertemu tatap muka dengan guru, sekarang  harus melakukan pembelajaran jarak jauh secara online.

Dengan konsep dunia virtual yang diusung oleh metaverse, pembelajaran secara online dapat dilakukan dengan lebih interaktif. Adanya teknologi metaverse dalam dunia pendidikan dapat membantu mutu pendidikan menjadi lebih baik dan lebih modern.

Seorang pelajar dan mahasiswa tidak hanya bisa memahami suatu teori. Tapi Ia juga bisa merasakan pengalaman langsung. Dengan berkunjung dan bersentuhan langsung dengan objek yang dipelajarinya menggunakan virtual reality.

Sebagai contoh, dalam pelajaran geografi, guru dapat mengajak murid melihat peristiwa gunung meletus, pada pelajaran sejarah tidak perlu membawa murid ke museum di dunia nyata dan pada pelajaran biologi saat praktik murid bisa mengetahui bagaimana organ-organ tubuh hewan tanpa harus membedahnya.

Namun, pengembangan teknologi metaverse dalam dunia pendidikan harus turut memperhatikan dampak buruknya. Dampak buruk metaverse harus dihilangkan atau diminimalisir.

Baca Juga: Pengaruh Pembelajaran Digital terhadap Minat Belajar Siswa

Sama halnya dengan dampak buruk hasil penggunaan teknologi internet, metaverse akan membuat hilangnya kehangatan sosial karena tidak melakukan interaksi dengan manusia secara langsung. Bisa jadi pendidik tidak mengenal langsung peserta didiknya karena pembelajaran hanya menjadi formalitas saja.

Tetapi sebagian orang lebih banyak melihat hal positif dalam penggunaan teknologi metaverse ketimbang dampak negatifnya. Seperti pisau, teknologi ini memiliki dua sisi, bisa sangat berbahaya atau sebaliknya bisa menjadi sangat berguna.

Manusialah yang harus pandai-pandai menyikapi apakah peluang ataukah ancaman waktulah yang akan membuktikan, lagi pula sampai saat ini bentuknya juga belum final.

Maka dari itu, kita sebagai masyarakat yang terdampak dalam kemajuan teknologi, sudah seharusnya kita memilah teknologi yang memberikan manfaat baik bagi kita sendiri maupun orang lain.

Penulis: Naufal Mahat Tantra

Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta

Editor: Ika Ayuni Lestari

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI