Nasib Pekerja Event Musik di Era New Normal

Drive in Concert
Drive in Concert

Apakah anda tahu bahwa banyak sekali orang yang berperan aktif dalam berjalannya sebuah event? Orang yang bekerja di balik layar sebuah event atau biasa disebut pekerja event sangatlah beragam di Indonesia. Mulai dari acara konser festival musik, fashion show, seminar dan lain sebagainya. Banyak dari mereka yang bekerja dari satu acara ke acara lainnya atau bekerja di bawah suatu organisasi atau perusahaan. Mari kita fokuskan pada perkembangan konser dan festival musik di Indonesia. Kontribusi konser dan festival musik sangatlah besar terhadap negara, namun keberlangsungannya terhambat karena covid-19. Oleh karena itu, di era new normal konser dan festival musik diharapkan dapat berjalan kembali dengan menerapkan protokol dan izin dari pemerintah.

Kesuksesan Acara Musik di Indonesia

Terlepas dari segala aspek, pada dasarnya banyak sekali peminat konser dan festival musik di dunia, termasuk Indonesia.  Hal ini semakin didukung oleh minat dan kondisi perekonomian masyarakat. Berdasarkan data bank dunia, pada tahun 2005 tercatat jumlah masyarakat menengah sebanyak 37.7 persen, dan terjadi lonjakan yang sangat signifikan, sehingga tercatat pada tahun 2014 sebanyak kurang lebih 67 persen total masyarakat menengah. Masyarakat menengah tersebut merupakan masyarakat yang tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan primer dan sekunder mereka, namun juga kebutuhan tersier.

Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali festival musik yang digelar sejak dahulu hingga sekarang, sebut saja Djakarta Warehouse Project (DWP) sejak 2008, We The Fest (WTF) sejak 2014, JavaJazz Festival sejak 2005. Ketiga festival musik tersebut bisa dibilang merupakan festival musik besar di Indonesia. Tercatat ketiganya mengalami peningkatan pengunjung setiap tahunnya.  Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang menjanjikan bagi para penggelar konser dan juga para musisi dari seluruh dunia.

Banyak musisi internasional yang berani untuk datang ke Indonesia karena melihat peluang yang cukup baik. Hal ini juga mendorong para penggelar konser untuk berlomba-lomba memberikan pengalaman terbaik kepada penonton. Tercatat sebanyak 114.000 orang menghadiri JavaJazz Festival pada tahun 2014, 90.000 orang menghadiri DWP pada tahun 2016, dan 50.000 orang menghadiri WTF pada tahun 2017. Data tersebut merupakan jumlah pengunjung paling banyak datang dalam sejarah festival di Indonesia. Kegiatan pariwisata musik di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat luar biasa, sehingga dapat membantu perekonomian Indonesia. Namun pada kenyataannya, sampai saat ini pemerintah belum mengambil langkah serius untuk menjadikan pariwisata ini sebagai kegiatan yang dapat membantu ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

Dampak Signifikan Covid-19

Melihat kesuksesan acara musik pada tahun 2019, banyak penyelenggara dan musisi yang akan menggelar konser ataupun festival musik di Indonesia tahun ini. Namun pada nyatanya hanya beberapa acara musik yang berhasil diselenggarakan. Sejak Maret 2020, Covid-19 sudah mulai masuk dan menyebar di Indonesia. Hal ini berdampak langsung kepada kegiatan dalam berbagai sektor salah satunya sektor hiburan. Sebut saja dari ketiga festival besar hanya JavaJazz festival yang dapat diselenggarakan pada 28 Maret-1 Februari 2020. Konser besar lainnya seperti jajaran artis 88 rising, Billie Eilish, Rex orange county, Lauv, dan festival musik lainnya yang terjadwal sampai akhir tahun, terpaksa dibatalkan mengingat kenaikan korban positif covid-19 dan kebijakan dari pemerintah.

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali pekerja yang berperan langsung dalam acara konser dan festival musik. Seperti pekerja event dari event organizer, show management, crew di balik layar, vendor, dan musisi. Covid 19 di Indonesia tidak hanya berdampak pada penurunan omset para pekerja event, namun juga pemberlakuan pemutusan hubungan kerja atau PHK. Pekerjaan para pekerja event dibalik meriahnya acara musik sedang berada dalam krisis. Tak sedikit dari mereka yang mengaku tidak akan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Mereka hanya bisa menunggu kebijakan pemerintah kedepannya bagi para pekerja industri ini. Sehingga muncul banyak pertanyaan, kapankah pariwisata musik di Indonesia dapat pulih kembali?

Keputusan Sementara Pemerintah

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengenai bidang ekonomi kreatif, yang termasuk konser dan festival musik didalamnya. Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 mengenai protokol Kesehatan di tempat umum dalam rangka pencegahan covid 19. Hal ini menjelaskan tentang protokol dan aturan baru mengenai acara yang diadakan dengan jumlah orang yang banyak. Sehingga sudah dipastikan, konser dan festival musik masih belum bisa diadakan dalam waktu dekat.

Virtual Concert dan Drive In Concert

Mengingat nasib para pekerja event, banyak promotor yang memikirkan konsep baru mengenai konser dan festival musik di era new normal. Baru-baru ini, muncul ide mengenai konser drive-in yang terinspirasi dari drive-thru restaurant. Konser ini akan diadakan dengan konsep pengunjung menikmati konser di dalam mobil mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak. Konser drive-in sudah pernah diadakan di beberapa negara dengan menghadirkan kurang lebih 300 mobil. Tentunya jika ide ini dapat direalisasikan, nasib dan pekerjaan para pekerja event musik dan festival musik dapat terselamatkan.

Beberapa dari mereka beruntung, karena berada dibawah sebuah perusahaan atau organisasi. Mereka telah mengakalinya dengan mengadakan acara musik secara daring dengan harga tiket yang lebih murah. Hal ini dilakukan agar mereka dapat bertahan selama pandemi walau dengan pemasukan sedikit. Mengingat pengalaman konser yang diberikan secara daring akan terasa berbeda dibandingkan dengan konser secara langsung, ada beberapa dari mereka yang untung, ada juga yang buntung. Lain halnya dengan mereka para pekerja event bebas. Mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan selama pandemi.

Semua keputusan akan kembali kepada pemerintah. Apakah akan ada kebijakan baru mengenai acara musik yang diadakan langsung atau tidak. Hal ini merupakan keputusan yang sangat berat, mengingat dampak yang diberikan keduanya sangatlah besar. Apabila acara musik ditiadakan dalam beberapa tahun kedepan, angka pengangguran akan semakin meningkat yang akan menyebabkan pemulihan ekonomi pasca pandemi akan semakin berat. Apabila acara musik diberi kelonggaran dan akan diadakan dalam waktu dekat, kemungkinan pandemi ini berakhir akan semakin lama.

Mengingat kemampuan Indonesia dalam mengatasi hal tersebut, pemberian kelonggaran pada acara musik akan menjadi keputusan yang baik. Selain dapat menghindari angka pengangguran dan menstabilkan perekonomian Indonesia, kita juga dilatih untuk terbiasa hidup berdampingan dengan covid-19 dengan menerapkan protokol yang ada.

Trio Bayu Wicaksono
Mahasiswa Sampoerna University

Editor: Muflih Gunawan

Baca Juga:
Kesenian Ludruk di Jawa Timur yang Mulai Pudar
Bagaimana Nasib Karyawan yang Di-PHK?
Potret Rantai Kebaikan untuk Para Pekerja Penghasilan Harian di Tengah Wabah Virus Corona

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI