Pandangan Islami tentang Nilai Anak dalam Keluarga

Anak
Anak dalam Islam

Di era kemajuan teknologi yang begitu pesat ini, akses terhadap beragam informasi telah menjadi sangat mudah bagi setiap individu. Segala macam topik dan isu dapat tersebar dengan sangat cepat. Namun, hal yang perlu disadari bahwa setiap informasi yang kita terima memiliki dampak yang besar terhadap diri kita.

Informasi yang kita konsumsi dapat secara langsung mempengaruhi pola pikir, gaya hidup, dan perilaku kita secara menyeluruh. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk selalu berhati-hati dan selektif dalam menerima informasi tersebut.

Salah satu isu yang banyak dibicarakan saat ini adalah isu childfree, sebuah kondisi di mana individu atau pasangan memilih untuk tidak memiliki keturunan. Para pendukung childfree ini mempunyai beragam alasan namun sebagian besar didasarkan pada rasa takut dan kekhawatiran akan tanggung jawab dalam mengasuh dan mendidik anak.

Bacaan Lainnya
DONASI

Terlepas dari itu semua, setiap orang memiliki hak untuk memilih, namun setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Dalam konteks ini, kami ingin mengajak para pembaca untuk membuka hati dan pikiran guna memahami mengapa memiliki keturunan sangat dianjurkan, terutama dalam perspektif Islam. Berikut adalah paparannya:

Pertama, anak merupakan anugerah bagi pasangan suami istri. Kehadiran anak dalam kehidupan pasangan memiliki dampak positif pada kehidupan mereka. Kita sering kali menyaksikan bagaimana kehidupan sebagian pasangan suami istri berubah ketika mereka akhirnya dikaruniai anak.

Sebelumnya, mereka hidup dalam kejenuhan dan ketidakharmonisan. Namun, saat anak hadir dalam kehidupan mereka, segalanya berubah secara signifikan. Pasangan tersebut mengalami transformasi menjadi individu yang lebih bertanggung jawab.

Masing-masing memainkan perannya dengan baik. Suami menjadi sosok ayah yang penuh dedikasi dalam mencari nafkah, berjuang, dan memberikan dukungan kepada keluarga supaya anak-anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, memperoleh pendidikan yang berkualitas, serta memiliki kehidupan yang layak.

Sementara itu, istri mengambil peran sebagai sosok ibu yang penuh kasih, mendidik, dan merawat anak-anaknya dengan penuh cinta. Dengan demikian, keberadaan anak menumbuhkan benih keharmonisan antara suami dan istri, sehingga mereka saling menguatkan satu sama lain untuk tetap tegar dalam setiap situasi, semata-mata demi membesarkan anak-anak mereka dengan baik.

Kedua, kehadiran anak memberi kita peluang untuk tumbuh dan berkembang secara dewasa dan bijaksana.

Kedewasaan serta kebijaksanaan yang diperoleh tidak hanya didapat dengan bertambahnya usia, tetapi juga melibatkan keberanian kita dalam menghadapi beragam masalah, termasuk di dalamnya ketika berhadapan dengan anak-anak yang memiliki karakteristik yang beragam yang menguji kesabaran kita.

Dengan adanya anak, kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa, bijaksana, sabar, dan memiliki empati yang lebih besar terhadap orang lain.

Ketiga, anak adalah sumber kebahagiaan dan penyejuk jiwa. Bayangkan kelak dihari tua anda, Anda duduk di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh riuhnya keceriaan anak-anak dan kehangatan keluarga. Cucu-cucu tercinta berkumpul di sekeliling Anda, sebuah momen yang penuh kehangatan, keakraban, dan kasih sayang menyertai masa tua anda.

Keempat, anak adalah investasi berharga bagi orang tua. Kehidupan di dunia ini bersifat sementara. Setiap individu akan kembali kepada Sang Pencipta. Dalam perspektif Islam, ketika ajal telah tiba, kesempatan untuk beramal di dunia telah berakhir.

Namun, terdapat amalan yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, yaitu amal jariyah. Salah satu bentuk amal jariyah tersebut adalah anak shalih yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.

Kelima, anak memiliki potensi untuk menciptakan perubahan yang lebih baik pada dunia. Anak-anak tidak hanya memberikan dampak positif dalam kehidupan pasangan suami istri, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik pada dunia.

Melalui kehadiran mereka, terbuka peluang untuk menciptakan generasi penerus yang beriman, cerdas, berbakat, dan penuh prestasi. Mempersiapkan mereka sebagai generasi yang gemilang adalah kontribusi nyata dalam membentuk masa depan yang lebih baik untuk seluruh umat manusia.

Memilih untuk tetap memiliki anak dengan harapan dapat menciptakan perubahan positif pada dunia merupakan keputusan yang bijak.

Namun, hal ini juga sekaligus menjadi sebuah tantangan yang mendorong kita untuk lebih siap dalam mengemban amanah yang mulia ini, terutama di era modern saat ini, menghadapi tuntutan dan perubahan dunia yang terus bergerak maju, kita perlu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan yang relevan dalam mendidik anak-anak kita.

Penulis: Arif R. Tanjung
Mahasiswa Hukum Keluarga Islam STDI Imam Syafi’i Jember

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI