Pendidikan Bagi Seorang Gamers

game

Di era globalisasi saat ini telah kita ketahui bahwa game online memgalami puncak kejayaan, dimana game tidak hanya dimainkan oleh kalangan orang tua, remaja, tetapi anak-anak pun ikut andil dalam permainan tersebut. Meningkatnya pemain game dikarenakan beberapa faktor yang mendukung, yaitu tersedianya fasilitas game online dirumahnya, adanya warung-warung internet (warnet) yang menyediakan game online, dan lebih menariknya game-game sekarang yang menjadi pemicu utama.

Banyak terjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat tentang game online dengan pendidikan. Kebanyakan seseorang berpendapat game online akan berdampak negatif bagi perkembangan anak, apalagi dalam hal pendidikan. Saat seseorang sudah kecanduan dengan game, maka akan terjadi kehilangan kontrol atas waktu dan mengalami kesulitan dalam hal akademis, seperti malas belajar. Pendapat seperti itu tidak sepenuhnya benar. Jika, dilihat dari sudut pandang yang lain, game online sebenarnya baik atau memiliki dampak yang positif,  saat anak bermain game online disitulah anak akan mengerti tentang komputer atau pun smart phone, dapat membantu mengembangkan imajinasi, meningkatkan interaksi keluarga, meningkatkan konsentrasi anak, melatih logika, dan kebahaasaan mereka. Secara tidak langsung saat bermain game online, anak-anak menggunakan berbagai strategi untuk memenangkan game tersebut, sehingga dapat menganalisa dan memecahkan masalah yang dihadapi. Namun hal yang dilakukan secara berlebihan akan berdampak tidak baik. Dan kebanyakan orangtua melihat dari dampak negatifnya saja, sehingga mereka melarang anak-anaknya untuk bermain game, dan mewajibkan anaknnya untuk belajar dan belajar karena menurutnya pendidikan lebih penting untuk masa depan mereka.

Berbicara tentang pendidikan, pendidikan memiliki arti kegiatan melalui bimbingan yang berlangsung di sekolah maupun diluar sekoalah untuk mengembangksn potensi peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan secara tepat di masa yang akan datang. Kita bisa lihat dari kata bimbingan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu memeberi petunjuk atau memberi arahan. Jadi, pendidikan yang baik itu bukan memaksa tapi memeberiakn arahan kepada pesertsa didik untuk mengasah potensi yang dimilkinya. Kembali ke pengertian pendidikan bahwa belajar tidak hanya dilakukan di kelas,  dimana saja dan dengan siapa saja kita dapat belajar. Anak yang dipaksa belajar terus menerus, secara psikologis akan terancam, merasakan ketakutan bahkan trauma yang akan mengakibatkan dia cenderung memberontak atau menghindari yang disebut dengan belajar. Jika hal ini terus berlanjut, maka anak akan mrnjadi orang yang pasif serta begantung pada orang lain. Karena anak tidak diberi kebebasan untuk memilih dan bertangung jawab atas pilihannya.

Jadi, pendidikan yang baik itu bukan memaksa anak untuk mendengarkan guru didepan,dan belajar terus-menerus. Tapi pendidikan yang baik adalah pendidikan dengan penyampaian materi menurut gaya belajar mereka, ketika gaya belajar mereka visual maka metode pembelajarannya dapat melalui video ilustrasi, alat tulis berwarna dan lain sebagainya, dan ketika gaya belajar mereka auditori bisa menggunakan musik, berdiskusi, dan bercerita didepan kelas, begitu juga dengan gaya kinestik, belajar yang melibatkan gaya gerak.

Dan pendidikan yang baik untuk pecandu game online, adalah bukan larangan mereka bermain game tapi mengaitkan materi dengan game tersebut, Karena saat anak bermain game logika mereka akan jalan, dan dengan menyisipkan materi kedalam game pada saat logika berjalan akan lebih mudah ditangkap dan dipahami. Dengan demikian tidak ada kata paksaan dan ketakutan dalam belajar mealinkan mereka akan merasakan rasa senang.

Afroh Nofiyanti
Mahasiswi IAIN Pekalongan

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI