Pengabdian Masyarakat ODHIV Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial

HIV
Gambar 1. Edukasi tentang HIV.

Orang dengan HIV adalah individu yang telah terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, khususnya sel-sel yang disebut CD4 atau sel T-helper. Sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat infeksi HIV membuat tubuh menjadi rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya.

Penting untuk diingat bahwa memiliki HIV tidak sama dengan memiliki AIDS. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah tahap lanjut infeksi HIV di mana sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah sehingga terjadi berbagai infeksi yang berat dan penyakit terkait.

Stigma terhadap ODHIV adalah sikap negatif, prasangka, diskriminasi, dan ketidakpengertian yang ditunjukkan oleh masyarakat terhadap individu yang hidup dengan HIV/AIDS. Stigma ini dapat berdampak serius pada individu dan komunitas yang terkena dampak HIV/AIDS, serta dapat menghambat upaya pencegahan, pengobatan, dan dukungan.

Bacaan Lainnya
DONASI

Orang dengan HIV sering mengalami diskriminasi di berbagai area kehidupan seperti pekerjaan, layanan kesehatan, pendidikan, dan bahkan di lingkungan sosial. Mereka bisa ditinggalkan oleh keluarga, teman-teman, dan masyarakat secara umum.

Edukasi tentang HIV
Gambar1. Edukasi tentang HIV

Upaya besar telah dilakukan untuk mengurangi stigma terhadap HIV melalui pendidikan, kesadaran, dan advokasi. Kampanye pendidikan yang akurat dan inklusif sangat penting untuk menghilangkan prasangka dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV. Dukungan yang lebih besar dan lebih empati untuk individu dengan HIV juga diperlukan untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga mempunyai kepedulian untuk memberikan pelayanan pencabutan gigi pada pasien ODHIV yang memerlukan dengan tetap memperhatikan pencegahan penularan infeksi melalui Program Pengabdian masyarakat sebagai perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan juga upaya nyata dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini dilakukan dengan kerja sama dari Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Yayasan Mahameru Surabaya yang tergabung dalam Orang dengan HIV (ODHIV), dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga.

Gambar 2. Penyerahan Booklet Informatif kepada Ketua Yayasan Mahameru.

Kegiatan pengmas ini dipimpin oleh Dr. Ni Putu Mira Sumarta, drg., Sp.BMM., Subsp.T.M.T.M.J (K), yang merasa sangat bersyukur atas sambutan yang hangat dari peserta dan KDS Mahameru Surabaya. Acara berlangsung interaktif, dan anggota Mahameru menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan tersebut. Dalam acara tersebut, Dr. Ni Putu Mira Sumarta, drg., Sp.BMM., Subsp.T.M.T.M.J (K). Kegiatan tersebut meliputi: pemberian edukasi kepada pasien untuk segera mengunjungi Dokter Gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga apabila ada keluhan yang ingin dikonsultasikan melalui booklet informatif, screening pasien-pasien yang memerlukan pencabutan gigi, pemeriksaan darah, dan tindakan pencabutan gigi. Tindakan pencabutan gigi dilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada ODHIV dalam meningkatkan pemahaman dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains (IPTEKS), terutama dalam penanganan pencabutan gigi. Selain itu, kegiatan ini meliputi penyuluhan, pendataan, pemeriksaan klinis rongga mulut, dan pencabutan gigi. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengedukasi masyarakat agar selalu hidup sehat dengan menjaga kesehatan rongga mulut dan mengetahui tata cara pengendalian sampah infeksius setelah dilakukan pencabutan gigi, ujar yang akrab disapa dengan Dokter Mira.

Partisipasi Ketua Departemen Bedah Mulut Maksilofasial Universitas Airlangga Dr. R. Aries Muharram, drg., M.Kes., Sp.BMM., Subsp.C.O.M. (K) dan Staf Pengajar Ganendra Anugraha, drg., Sp.BMM., Subsp. C.O.M (K) dan Liska Barus, drg., M.Ked.Klin. Sp.BMM., Subsp. C.O.M(K), FICS serta mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) BMM, seperti Pralita Kusumawardhini, drg, Ita Musta’inah, drg, Danang Dewantara Ananda Putra, drg, dan Gustian Pamungkas, drg, juga menjadi bagian penting dalam kesuksesan kegiatan tersebut.

Ketua KDS Mahameru menyampaikan harapan agar kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa menjadikan anggota kami mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak, sehingga bisa menghapus stigma Masyarakat tentang ODHIV.

Gambar 3. Penyerahan Sertifikat oleh Ketua Departemen kepada Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga dan Perwakilan dari Yayasan Mahameru.

Kegiatan ini berakhir dengan penyerahan sertifikat kepada Yayasan Mahameru dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga sebagai bentuk terima kasih atas bantuan pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial.

Penulis: Mahasiswa Program Studi Bedah Mulut dan Maksilofasial, Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG Universitas Airlangga

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI