Pengabdian Masyarakat Siklus Hidup: Identifikasi Prioritas Masalah dan Intervensi Kesehatan di Desa Kluwih, Batang

intervensi-kesehatan-desa-kluwih

Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat melaksanakan kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di Desa Kluwih.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus berpartisipasi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Melalui kegiatan PBL, mahasiswa melakukan pengkajian kondisi kesehatan masyarakat, identifikasi permasalahan kesehatan yang ada, serta penyusunan dan pelaksanaan program intervensi berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari pengumpulan dan analisis data pada PBL I hingga pelaksanaan program intervensi pada PBL II. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat sebagai mitra dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan mandiri.

Pada tanggal 9 April 2026, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat melaksanakan kegiatan penerjunan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di Desa Kluwih. Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan rangkaian program PBL yang bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan masyarakat, mengumpulkan data lapangan, serta menjalin koordinasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan penerjunan ini, diharapkan mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat serta melaksanakan program pemberdayaan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan kesehatan di Desa Kluwih.

Praktek Belajar Lapangan merupakan proses belajar mahasiswa pada tahap analisis situasi dan prioritas masalah. Analisis situasi merupakan tahap awal dari satu siklus pemecahan masalah (Problem Solving Cycle). Tujuan analisis situasi adalah mengumpulkan data dan informasi sebanyak-banyaknya tentang kondisi kesehatan pada suatu wilayah yang akan berguna dalam menetapkan permasalahan dan dalam rangka perencanaan program dan analisis hambatan.  Selain itu juga mampu untuk menyusun upaya intervensi sesuai dengan teknik prioritas masalah yang akan diaplikasikan pada kegiatan lanjutan PBL II. PBL-1 ini mengambil tema “Penguatan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat pada Siklus Hidup melalui Transformasi Kesehatan menuju Indonesia Emas 2045”.

Letak geografis Desa Kluwih berada di wilayah Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, dengan luas wilayah sekitar 937,500 hektar yang terbagi ke dalam tujuh RW. Kondisi geografis Desa Kluwih didominasi oleh area pertanian dan perkebunan yang cukup luas sehingga menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat. Dari segi demografi, Desa Kluwih memiliki jumlah penduduk sebanyak 11.747 jiwa yang tersebar di tujuh RW.

Kondisi masyarakat Desa Kluwih memiliki tingkat pendidikan yang beragam, namun masih didominasi oleh penduduk dengan tingkat pendidikan rendah. Jumlah penduduk yang belum sekolah mencapai 4.815 jiwa dan yang tidak tamat SD sebanyak 3.286 jiwa. Sementara itu, penduduk yang menempuh pendidikan SD sebanyak 2.785 jiwa, SLTP sebanyak 615 jiwa, SLTA sebanyak 192 jiwa, dan perguruan tinggi sebanyak 54 jiwa.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat masih perlu mendapatkan perhatian dan peningkatan. Mata pencaharian masyarakat Desa Kluwih sebagian besar berada pada sektor pertanian. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani sebanyak 5.482 orang dan buruh tani sebanyak 701 orang. Selain itu, masyarakat juga bekerja sebagai pedagang, buruh swasta, pengrajin, peternak, nelayan, montir, serta tenaga paramedis.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat sangat dipengaruhi oleh hasil pertanian dan aktivitas pedesaan. Dari sisi sosial ekonomi, Desa Kluwih masih memiliki jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 815 kepala keluarga yang terdiri dari 504 kepala RTM laki-laki dan 311 kepala RTM perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi.

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan pada kegiatan PBL I tanggal 10–16 April 2026 di Desa Kluwih, dari target sebanyak 150 responden diperoleh sebanyak 168 responden yang berhasil mengikuti proses pengumpulan data. Responden tersebut terdiri dari 86 ibu dengan balita, 29 remaja, 9 ibu hamil, dan 44 lansia.

Selain itu, sebanyak 168 masyarakat usia produktif juga diwawancarai terkait pengetahuan mengenai AIDS, TB, dan Malaria (ATM). Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk menganalisis permasalahan kesehatan yang mendominasi di Desa Kluwih.

Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data yang dilakukan pada kegiatan PBL I di Desa Kluwih, ditemukan beberapa prioritas masalah kesehatan yang mendominasi pada berbagai kelompok sasaran. Permasalahan tersebut meliputi gizi balita seperti stunting dan gizi kurang, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS, risiko pada ibu hamil terkait konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan jarak kehamilan, penyakit kronis pada lansia yang belum terkontrol secara rutin, serta permasalahan kesehatan mental dan sosial pada remaja. Prioritas masalah tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan program intervensi kesehatan masyarakat di Desa Kluwih.

Berdasarkan prioritas masalah kesehatan yang ditemukan pada kegiatan PBL I, mahasiswa bersama masyarakat dan perangkat Desa Kluwih kemudian melaksanakan berbagai program intervensi yang dilakukan pada Praktik Belajar Lapangan (PBL) II program studi S1 Kesehatan Masyarakat diselenggarakan di Desa Kluwih Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang dan sudah berlangsung selama 17 hari setelah penerjunan PBL 2 sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program kerja yang dilaksanakan meliputi edukasi kesehatan reproduksi dan kesehatan mental remaja, edukasi pentingnya menjaga jarak kehamilan ideal dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil, edukasi gizi seimbang serta demonstrasi memasak menu sehat untuk ibu balita, serta kegiatan senam lansia dan permainan daya ingat untuk meningkatkan kesehatan fisik maupun mental lansia. Program intervensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat masyarakat Desa Kluwih pada setiap kelompok sasaran.

Program intervensi ini disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta disesuaikan dengan kondisi sosial budaya Desa Kluwih.

Program “GEMBUL” (Gerakan Makan Bergizi untuk Balita Unggul)

Program GEMBUL merupakan intervensi yang ditujukan untuk mengatasi masalah stunting, gizi kurang, dan tingginya angka kejadian sakit pada balita. Program ini dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2026 yang berfokus pada edukasi gizi seimbang kepada orang tua balita, terutama ibu, melalui penyuluhan kesehatan dan demonstrasi memasak makanan bergizi berbahan lokal.

Kegiatan yang dilakukan dalam program ini meliputi:

  • Edukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada balita.
  • Demonstrasi pembuatan makanan sehat dan bergizi dengan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
  • Pemantauan pertumbuhan balita melalui posyandu.
  • Edukasi pentingnya ASI eksklusif dan imunisasi lengkap.

Program GEMBUL diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi balita sehingga angka stunting dan gizi kurang di Desa Kluwih dapat ditekan. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit pada balita sejak dini.

 

SIAGA BUMIL (Edukasi Jarak Kehamilan Ideal dan Tablet Tambah Darah/TTD)

Kemudian dilanjutkan dengan program SIAGA BUMIL (Edukasi Jarak Kehamilan Ideal dan Tablet Tambah Darah/TTD) pada tanggal 12 Mei 2026 sebagai upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Fokus utama program adalah meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), pencegahan anemia, serta edukasi mengenai jarak kehamilan yang ideal.

Kegiatan intervensi meliputi:

  • Penyuluhan mengenai anemia dan risiko kehamilan.
  • Edukasi pentingnya konsumsi TTD secara rutin.
  • Edukasi mengenai gizi seimbang selama kehamilan.
  • Konseling tentang jarak kehamilan yang aman.
  • Pendampingan ibu hamil melalui kader kesehatan dan bidan desa.

Program ini diharapkan dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan, mencegah anemia pada ibu hamil, serta mendukung pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

 

SEHATI LANSIA (Senam Jasmani dan Rohani Lansia)

kegiatan SEHATI LANSIA (Senam Jasmani dan Rohani Lansia) pada tanggal 5 Mei 2026 yang bertujuan meningkatkan kesehatan fisik dan mental lansia melalui senam serta permainan daya ingat.Program ini dibuat sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia serta mengurangi risiko komplikasi penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat.

Kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Senam lansia secara rutin untuk meningkatkan aktivitas fisik.
  • Pemeriksaan kesehatan berkala seperti cek tekanan darah dan gula darah.
  • Edukasi pola hidup sehat dan pengaturan pola makan.
  • Penyuluhan pentingnya kontrol kesehatan rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain meningkatkan kesehatan fisik, kegiatan senam lansia juga menjadi sarana interaksi sosial sehingga dapat membantu mengurangi rasa kesepian pada lansia.

 

GenRe Smart (Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Mental Remaja)

Selain itu, pada tanggal 18 Mei 2026 dilaksanakan program GenRe Smart (Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Mental Remaja) yang bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental. Permasalahan emosional dan hubungan teman sebaya menjadi salah satu masalah yang cukup dominan pada remaja di Desa Kluwih.

Intervensi yang dilakukan meliputi:

  • Sosialisasi kesehatan mental remaja.
  • Edukasi mengenai hubungan sosial dan pertemanan yang sehat.
  • Ice breaking dan permainan edukatif untuk meningkatkan kerja sama dan rasa percaya diri.
  • Diskusi kelompok dan konseling sederhana mengenai masalah emosional remaja.
  • Edukasi kesehatan reproduksi remaja.

Melalui program ini diharapkan remaja mampu mengenali dan mengelola emosinya dengan baik, memiliki hubungan sosial yang positif, serta terhindar dari perilaku berisiko.


Penulis:
1. Dimas Tsani Laila S
2. Adinda Zahra Nur Maulida
3. Diesta Ayu Permata Sari
4. Garrinda Zahra A.K
5. M. Rifki Firmansyah
6. Amelia Rindhasari
7. Anggita Dias Nurfandila
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pekalongan (UNIKAL)


Dosen Pengampu: Dewi Nugraheni RM, S.KM.


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

✅ ANALISIS SEO TERPADU

  1. Frasa Kata Kunci Utama:
  2. Meta Deskripsi (≤155 karakter):
  3. Kategori (1):
    Kesehatan
  4. Tags (8) (tambahkan tag 1 s/d 8 saja) :
  5. Topics (7):
  6. Nama File Foto:
    .jpg
  7. Teks Alt:
    Intervensi kesehatan desa melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis data lapangan
  8. Caption:
    Mahasiswa Kesehatan Masyarakat melaksanakan program intervensi berbasis kebutuhan warga untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Kluwih.

Sumber artikel:

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses