Peranan Keluarga untuk Mengembangkan Potensi Anak

Pendidikan Akhlak Anak
Foto: http://pedulibersamadsmbali.blogspot.com/

Peranan keluarga berpegang penuh kepada pentingnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak sedari mereka lahir dan berkembang. Pendidikan sangat penting ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Kita sebagai orangtua bertugas untuk mengawasi, membimbing, merangkul, mengarahkan, menghargai, dan menerima kemauan anak supaya anak tersebut tidak merasa terbatas dalam mengembangkan ide atau kreatifitasnya. Orangtua juga harus memastikan bahwa anaknya selalu dalam keadaan sehat serta aman. Pendidikan orangtua merupakan pendidikan yang pertama kali didapatkan oleh anak, maka orang tua harus mampu memberikan sarana dan prasarana yang tepat untuk mengembangkan potensi anak sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial, dan budaya sedini mungkin.  

Di era modern ini, sudah banyak perubahan dalam menerapkan pola asuh untuk mengembangkan potensi anak di dalam keluarga maupun di luar keluarga. Oleh karena itu, orangtua memiliki fungsi terhadap anak di antaranya harus memegang penuh rasa saling menghormati satu sama lain dan rasa kasih sayang yang kuat supaya terjalin hubungan yang harmonis, sehat serta memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya, serta sebagai jembatan untuk melindungi dan memberikan kenyamanan kepada anak agar semua anak dapat tumbuh menjadi generasi yang hebat dan mandiri. Orang tua memegang peranan yang besar untuk mendudkung minat anak yang berbeda-beda dan kadang berubah sesuai dengan usia dan pengaruh lingkungan, banyak juga dukungan berarti akan menimbulkan anak metrasa dihargai dan mempunyai rasa percaya diri pada anak.

Komunikasi antara anak dan orangtua penting untuk membangun kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa adanya kontak antara anak dan orangtua yang terbuka, hangat, dan komunikatif akan meningkatkan rasa percaya diri, dan juga performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Selain itu anak terhindar dari hal-hal negatif seperti depresi dan penggunaan narkoba. Tantangan bagi orangtua adalah bagaimana harus menyeimbangkan antara mempertahankan ikatan dalam keluarga dan meningkatkan otonomi anak seiring dengan bertambahnya usia dan pendewasaan pada anak.

Beberapa langkah yang harus dilakukan orangtua agar dapat mengetahui potensi yang dimiliki anaknya, pertama, orangtua harus memberikan wawasan yang luas kepada anaknya agar mempunyai pandangan yang baru mengenai hal yang belum diketahui.hal ini akan membuka pikirannya tentang hal-hal yang baru yang mungkin menjadi minatnya. Misalnya dengan mengenalkan olahraga atau mengelkan lukisan dan lain sebagainya. Kemudian orangtua memberikan kebebasan pada anaknya untuk mengembangkan bakat yang dimiliki anaknya.

Kedua, Menyediakan banyak pilihan kepada anak setelah memberikan kesempatan untuk mencoba hal baru. Orangtua sebagai sarana harus bersedia menyiapkan peralatan yang dibutuhkan anak untuk mengembangkan potensinya. Dengan begitu anak akan berimajinasi dengan ide atau karyanya sendiri tanpa campur tangan orangtua. Oleh karena itu, orangtua hanya mampu membantu menggali potensi anak dengan memberikan banyak wawasan dan membiarkan anak mencoba hal yang dianggap baru.

Ketiga, Perlu diingat oleh orangtua karena pada dasarnya anak serba ingin tahu, maka membiarkan anak untuk mencoba dan menentukan pilihannya sendiri. Orangtua hanya mengawasi apa saja yang dilakukan anaknya. Dengan memberikan ruang untuk mengembangkan daya imajinasi atau bakat yang ada dalam diri anak. Sehingga dengan itu nantinya akan memunculkan sendiri potensi yang akan dia kembangkan. Membatasi kemauan anak sama saja orangtua tersebut membunuh kreatifitas anaknya. Maka kita sebagai orang tua tidak perlu terburu-buru untuk mengetahui potensi yang dimiliki anaknya. Toh, umumnya potensi anak akan baru terlihat matang setelah beranjak remaja. Anak hanya memerlukan dukungan dari orangtuanya karena akan menjadi sebuah penyemangat untuk dirinya sendiri. Tugas orangtua pula tidak memaksakan kehendaknya kepada anaknya. Barangkali anak kita mempunyai bakat tersendiri yang justru bisa lebih dari keinginan orangtuanya.

Rifsa Kharisma Adnin
Mahasiswa IAIN Pekalongan

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI