Potensi Tanaman Daun Katarak atau Kataloid (Hippobroma Longifora) sebagai Pengobatan Penyakit Katarak

Tanaman Daun Katarak atau Kataloid (Hippobroma Longifora)
Tanaman Daun Katarak atau Kataloid (Sumber: Penulis)

Persepsi tentang penyakit, kesehatan dan keanekaragaman jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional terbentuk melalui proses sosialisasi yang diyakini dan dipegang teguh secara turun-temurun. Pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tumbuhan obat dapat dijadikan sebagai acuan dokumentasi ilmiah pemanfaatan tumbuhan obat.

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat telah lama diupayakan oleh masyarakat di Indonesia. Dengan semakin beragamnya strain yang ada, maka pemanfaatannya sebagai obat juga semakin beragam (Arham dkk, 2016).

Tumbuhan obat merupakan jenis tumbuhan yang diketahui atau diyakini berkhasiat obat. Tumbuhan obat tersebut dikelompokkan menjadi:

Bacaan Lainnya
DONASI
  1. Tumbuhan obat tradisional,
  2. Tumbuhan obat modern, dan
  3. Tumbuhan obat potensial.

Tumbuhan obat tradisional adalah spesies tumbuhan yang diketahui atau dipercayai masyarakat mempunyai khasiat obat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional.

Tumbuhan obat modern adalah jenis tumbuhan obat yang telah terbukti secara ilmiah mengandung senyawa/bahan bioaktif yang berkhasiat obat dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya secara medis. Tanaman obat potensial adalah tanaman obat yang mengandung senyawa obat atau bahan aktif (Hizqiyah dkk, 2016).

Daun Kitolod (Isotoma longiflora presi) dikenal dengan sebutan sapu jagat yang dikenal sebagai tanaman liar. Tumbuhan kitolod juga tanaman asli yang berasal dari Hindia Barat yag dapat ditemukan di pulau Jawa di dataran rendah 1100 m dari permukaan laut (Herdianto et al, 2017).

Tanaman Kitolod ini biasanya diolah berupa tumbukan, perasan, seduhan, rebusan. Tanaman kitolod ini memiliki kandungan seperti golongan fenolik, flavanoid, alkaloid, terpenoid, saponin, polifenol, tanin, glikosida, steroid. Dengan adanya kandungan tersebut, tanaman kitolod sebagai tanaman tradisional bisa menjadi obat untuk penyakit mata katarak (Amaliah. 2014).

Tanaman kitolod merupakan salah satu tanaman liar yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat herbal. Hal ini karena tanaman kitolod baik bunga, daun maupun buahnya dipercaya mengandung senyawa yang berpotensi sebagai obat.

Secara tradisional masyarakat telah menggunakan tanaman kitolod untuk mengatasi gangguan mata antara lain katarak, mata minus serta mengobati kebutaan yang disebabkan oleh glaucoma (Siska, Sunaryo, and Wardani 2016).

Metabolit sekunder pada tanaman kitolod terdiri atas karetinoid flavonoid dan fenolik yang mengandung antioksidan untuk menetralisir radikal bebas dalam tubuh (Winneta and Kristiani, 2021). Selain itu, menurut penelitian yang telah dilakukan oleh (Safitri, Hamidy, and Syafril, 2009).

Tanaman kitolod yang dibudidayakan jarang sampai menghasilkan biji, karena bunga dipetik untuk dimanfaatkan sebagai obat, sedangkan perbanyakan tanaman kitolod secara in vitro sejauh ini belum dilakukan. Bila pemanfaatan tanaman ini semakin berkembang, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan ketersediaan sumber benih, sedangkan untuk budidaya tanaman kitolod secara komersial, diperlukan benih dalam jumlah banyak.

Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teknik kultur jaringan untuk mendapatkan benih tanaman kitolod secara cepat dan masal, dengan memperhatikan setiap pertumbuhan serta perkembangannya dalam kultur in vitro.

Kandungan flavonoida dan polifenol yang terdapat pada tanaman kitolod tersebut dapat berperan sebagai anti-inflamasi sehingga dapat menurunkan neovaskularisasi pada kornea yang terbentuk akibat paparan zat kimia basa pada mata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora) terhadap neovaskularisasi kornea tikus wistar model trauma kimia.

Longiflora memiliki efek sebagai antibakteri terhadap konjungtivitis karena mengandung zat bioaktif yaitu zat yang termasuk metabolit sekunder yang bersifat aktif secara biologis, di antaranya senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin.

Menurut (Kuswiyanto (2016) Kitolod (Hippobroma longiflora (L.) G. Don) adalah salah satu tanaman obat tradisional dari famili Campanulaceae. Secara empiris, kitolod banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit mata seperti katarak. Selain itu, tanaman kitolod memiliki efek antibakteri penyebab konjungtivitis (Siregar 2012).

 

Penulis: Mia Nur Alpidha
Mahasiswa S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi  

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI