Rebranding UMKM Sirup Jahe dengan Upaya Meningkatkan Brand Awareness oleh Kelompok 29 KKNT

KKN
UMKM Sirup Jahe Brand “Unjukkan”.

Dari tahun ke tahun, tumbuhnya UMKM di Indonesia semakin besar dan hal tersebut juga didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin hari, semakin mempermudah penggunanya, dan tentu para UMKM pun secara tidak langsung terbantu dalam mengembangkan bisnis mereka.

Dengan hal ini membuat para pelaku UMKM harus lebih pintar dan kreatif dalam pemasaran, karena branding/ pemasaran ini adalah hal yang penting.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Branding juga bisa menjadi identitas bagi sebuah usaha, maka dari itu pelaku UMKM harus mempunyai branding yang kuat agar produk mereka tersampaikan dengan baik ke target pembeli.

Baca juga: Mahasiswa UPNVY Kembangkan Wedhang Susu Zalacca Bubble, Minuman Olahan Inovatif Berbahan Dasar Kulit Salak

Namun tidak semua orang dan pelaku UMKM bisa mendapatkan akses dalam perkembangan internet dan banyak pelaku UMKM yang masih awam dengan pentingnya branding untuk usaha mereka.

Mereka beranggapan bahwa dengan adanya brand yang sudah mereka buat itu sudah cukup untuk berjualan, maka dari itu banyak UMKM yang hanya diketahui oleh segelintir orang walaupun UMKM tersebut mempunyai potensi untuk tumbuh. 

Contoh dari UMKM yang kurang memperhatikan branding adalah UMKM Sirup Jahe yang berada di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.

UMKM sirup jahe ini berdiri pada saat awal pandemi, di mana banyak vitamin yang harus dikonsumsi untuk memperkuat imun tubuh, namun di apotek banyak yang habis terjual atau dijual dengan harga yang mahal.

Dan pada akhirnya banyak orang yang beralih kepada penguat imun tradisional karena lebih mudah untuk ditemukan dan juga murah harganya. Ibu Siti Zulaikah selaku penemu dari usaha sirup jahe, melihat hal ini menjadi sebuah peluang yang besar dan tidak mau membuang kesempatan ini.

Ibu Siti Zulaikah memulai untuk membuat sirup jahe yang bisa dikonsumsi sebagai penguat imun tubuh. Tentu saja produk UMKM sirup jahe ini bisa dikategorikan sebagai produk unggulan karena produk ini merupakan produk yang dicari orang banyak.

Kemasan sebelum re-branding.
Kemasan sesudah re-branding.

Namun UMKM ini masih belum mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat, karena kurangnya identitas dari UMKM ini.

Oleh karena itu, UMKM sirup jahe tidak terlalu dikenal oleh banyak orang, walaupun UMKM sirup jahe memiliki potensi yang baik untuk berkembang.

Dengan permasalahan branding ini maka Kelompok 29 KKN-T dari UPN “Veteran” Jawa Timur akan melakukan pendampingan terhadap UMKM sirup jahe dalam proses re-branding dari produk sirup jahe tersebut. Hal pertama yang perlu diubah adalah botol kemasan sirup jahe tersebut.

Seperti yang diketahui, kemasan dari sirup jahe tersebut kurang menarik dan kurang terlihat aman karena pada saat itu kemasan yang digunakan adalah kemasan botol plastik PET biasa.

Hal kedua yang perlu diubah adalah label kemasan sirup jahe itu sendiri, karena pada saat itu label kemasan sirup jahe masih terlihat sederhana.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi dan Solusi Bangkitnya UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Selain mengubah hal tersebut, Kelompok 29 juga menyarankan untuk membuat website profile, tujuan dari website profile tersebut adalah agar nama dari UMKM sirup jahe ini semakin dikenal banyak orang. 

Setelah melalui konsultasi dengan ibu Zulaikah, maka solusi yang ditawarkan oleh Kelompok 29 adalah dengan mengganti botol plastik yang biasa digunakan menjadi botol kaca lalu mengganti logo dari kemasan menjadi logo yang baru, yang juga memperkenalkan brand “Unjukkan” sebagai brand baru dari UMKM sirup jahe ini.

Selain itu, bentuk label juga diubah mengikuti bentuk dari botol kaca tersebut dan membuat website yang berisi tentang perkenalan dari produk UMKM tersebut yaitu sirup jahe, serta mencantumkan nomor Ibu Zulaikah agar mempermudah calon konsumen memesan sirup jahe. Diharapkan dengan adanya re-branding ini, produk sirup jahe akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Penulis: Kelompok 29 KKN-T Gelombang II 2022
1. Abraham Immanuel Vergi Tambunan
2. Dian Ayu Anjani Prasetyo
3. Sugma Cantikasari
4. Elit Ella Mustika
5. Elkana Yolanda Br Tarigan
6. Nizar Abdurrahman
7. Fauzan Atha Prakoso
8. Fanni Silvana
9. Gadis Elvira Amanda
10. Dandy Wahyu Ali Mashuri
11. Ken Bintang Rafi
Mahasiswa Jurusan Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses