Sekolah Penggerak: Program Sekolah Penggerak Sebagai Gebrakan Baru Pendidikan Indonesia

Program Penggerak Pendidikan Indonesia

Sekolah Penggerak Hasil Kolaborasi Kemendikbud dan Pemerintah Daerah

Bagaikan cahaya matahari yang menerangi kehidupan. Begitulah perumpamaan pendidikan dengan kehidupan manusia. Tanpa adanya pendidikan kehidupan manusia akan gelap gulita ditutupi dengan kebodohan. Manusia sangatlah membutuhkan pendidikan, baik disadari maupun tidak. Pendidikan adalah hal yang terpenting dalam keberlangsungan hidup manusia dan tidak akan pernah habis dimakan usia. Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan manusia. Begitu juga dengan suatu bangsa, pendidikan yang baik dapat membawa kemajuan bagi bangsanya. Sebaliknya, pendidikan yang buruk dapat membawa kemunduran bangsanya.

Seperjalannya waktu, manusia terus mengembangkan pengetahuannya dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang sudah mereka miliki sebelumnya untuk menciptakan hal-hal baru yang bisa membawa perubahan baik bagi kehidupan. Begitu juga dengan pendidikan. Perlu disadari bahwa inovasi sangat diperlukan dan menjadi hal yang sangat penting untuk keberlangsungan serta kemajuan pendidikan itu sendiri. Jika tidak adanya inovasi yang dilakukan dalam pendidikan, maka yang akan terjadi adalah munculnya masalah-masalah baru di dunia pendidikan akibat dari semakin berubahnya zaman, tanpa diikuti dengan munculnya inovasi-inovasi baru di dunia pendidikan. Tentunya hal ini harus menjadi kesadaran kita semua dan menjadi fokus utama bagi orang-orang yang bergerak di bidang pendidikan.

Baca Juga: Implementasi Pelaksanaan Fitur Pendidikan Pancasila Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Nusantara PGRI Kediri

Bacaan Lainnya
DONASI

Pelaksanaan pendidikan di Indonesia, sudah tersusun dengan cukup baik dan selalu terciptanya inovasi-inovasi baru di setiap tahunnya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) Indonesia selalu berusaha untuk menciptakan program-program unggulan guna merancang pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik lagi dan tercapainya visi misi dari pendidikan Indonesia. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tentunya banyak tantangan baru yang dihadapi pemerintah dalam mengembangkan inovasi-inovasi baru akibat keterbatasan akses selama pandemi agar pembelajaran tetap dapat dipastikan berjalan dengan baik.

Upaya terbaru yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang maju dan berdaulat adalah dengan menciptakan program Sekolah Penggerak. Program Sekolah Penggerak merupakan program kolaborasi antara Kemendikbud dengan Pemerintah Daerah. Kolaborasi ini merupakan upaya yang tepat agar peningkatan mutu pendidikan di daerah dapat berjalan dengan cepat. Kolaborasi Kemendikbud dengan Pemerintah Daerah ini diikuti oleh tingkat pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari usia 5-6 tahun, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama  (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) baik sekolah negeri maupun swasta. Jadi dapat dipastikan program Sekolah Penggerak mencangkup seluruh ruang lingkup sekolah.

Program Sekolah Penggerak adalah upaya peningkatan kualitas belajar siswa dengan berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa yang didasari dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru) dan merupakan bentuk penyempurnaan dari program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak ini sudah dilaksanakan di 34 Provinsi dan tersebar dalam 250 Kabupaten/ Kota di Indonesia. Untuk durssi program Sekolah Penggerak ini berjalan selama 3 tahun ajaran.

Baca Juga: Sekolah Vokasi IPB Adakan Program IPB Goes To Field, untuk Membantu UMKM di Sekitar Kampus

Program sekolah penggerak dilakukan secara bertahap. Terdapat 4 tahapan dalam program Sekolah Penggerak. Tahap 1 pada hasil belajar 3 tingkat di bawah level yang diharapkan, lingkungan belajar perundungan menjadi norma, pembelajaran terjadi secara rutin mengalami gangguan, refleksi diri belum terjadi. Tahap 2 pada hasil belajar 1-2 tingkat di bawah level yang diinginkan, lingkungan belajar perundungan masih terjadi namun tidak menjadi norma, pembelajaran belum memperhatikan kebutuhan dan tingkat kemampuan murid, refleksi diri pun belum terjadi. Tahap 3 pada hasil belajar berada di level yang diharapkan, lingkungan belajar perundungan tidak terjadi, pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa, refleksi diri dan perbaikan pembelajaran mulai dilakukan. Tahap 4 pada hasil belajar berada di atas level yang diharapkan, lingkungan belajar aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan, pembelajaran berpusat pada murid, refleksi diri juga dilakukan guru dan kepala sekolah.

Program ini tidak terlepas dari kontribusi Pemerintah dan Lembaga lain yang terkait. Mulai dari Pemerintah Daerah, Pelatih Ahli serta Pengawas, Kepala Sekolah, Komite pembelajaran guru, Komite orang tua, Mitra, Guru, Murid, dan juga platform teknologi sebagai alat pendukung. Berkolaborasi bersama guna menyukseskan program Sekolah Penggerak ini.

Dengan adanya program Sekolah Penggerak, pemerintah daerah dapat dengan mudah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di Sekolah, juga mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah, juga menciptakan peluang untuk mendapatkan penghargaan sebagai Daerah Penggerak Pendidikan. Selain itu, dengan lahirnya program Sekolah Penggerak , hal ini membawa segudang manfaat bagi sekolah itu sendiri. Mulai dari meningkatnya kompetensi dari kepala sekolah dan guru, mendapatkan pendampingan intensif untuk transformasi sekolah, dapat meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu 3 tahun ajaran, dan juga dapat menambah anggaran untuk pembelian bahan ajar bagi pembelajaran.

Baca Juga: Sekolah Diredam Banjir, Siswa SMP 1 Pragaan Dipulangkan

Sehingga dapat dipastikan dengan terciptanya program Sekolah Penggerak, maka dapat menjadi gebrakan baru serta inovasi baru bagi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Jika pengimplementasian program ini berjalan dengan semestinya dan dengan pengawasan yang kuat serta dengan penuh kesadaran dari semua pihak yang terlibat. Maka besar kemungkinannya kualitas pendidikan di Indonesia akan semakin membaik.

Adinda Reza Pramesti
Adilla Putri Retningtyas
Ridha Auliya
Sheryl Dwi Putri
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta

Editor: Diana Pratiwi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI