Air untuk Menghidupi Negeri

Air untuk Menghidupi Negeri
Ilustrasi Air untuk Menghidupi Negeri (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Pengelolaan SDA Terpadu (menurut wacana Global) adalah Proses Pengelolaan SDA yang memadukan antara sumber daya air dengan sumber daya terkait lainnya antar sektor, antar wilayah secara berkelanjutan tanpa harus mengorbankan lingkungan dan diselenggarakan dengan pendekatan partisipatif.

Air merupakan zat yang paling esensial dan dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan dan makhluk hidup tidak akan pernah bisa hidup tanpa adanya air.

Konservasi Sumber Daya Air untuk memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup.

Konservasi sumber daya air dapat dilakukan melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber daya air, pengawetan air, pengelolaan kualitas air, serta pengendalian pencemaran air, dengan mengacu pada pola pengelolaan sumber daya air pada setiap wilayah sungai, dan dipakai sebagai acuan dalam perencanaan tata ruang.

Pendayaan Sumber Daya Air penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. Seperti Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, rawa, dan tambak, pengelolaan bendungan, danau,penyediaan pengelolaaan air tanah dan air baku.

Pengendalian Daya Rusak untuk mencegah, menanggulangi dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Seperti pengendalian banjir, lahar, pengelolaan drainase utama perkotaan, dan pengaman sungai.

Pemulihan ini menjadi tanggung jawab pemerintah, pemerintah daerah,dan pengelola SDA sesuai dengan kewenanggannya dan masyarakat sesuai dengan kewajibannya.

Sistem Informasi Sumber Daya Air Informasi yang perlu untuk disinkronkan satu sama lainnya adalah informasi yang mencakup kondisi hidrologi, hidrometeorologi, hidrogeologi, kebijakan, dan strategi.

Pemberdayaan Masyarakat dilaksanakan pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, operasi dan pemeliharaan Sumber Daya Air dengan melibatkan peran masyarakat, Kelompok Masyarakat atas Prakarsa sendiri dapat melaksanakan Upaya pemberdayaan untuk kepentingan masing masing dengan berpedoman pada tujuan pemberdayaan.

Sistem Penyediaan Air Minum merupakan rangkaian sarana produksi air baku, instalasi pengolahan air, jaringan distribusi, dan instalasi pengolahan air limbah yang digunakan untuk menyediakan air minum bagi kepentingan masyarakat, pemerintah, dan pelayanan umum.

Tersedianya pelayanan air minum untuk memenuhi hak rakyat atas air minum, terwujudnya pengelolaan dan pelayanan air minum yang berkualitas dengan harga terjangkau, penyelenggaraan Air Minum yang efektif dan efisien untuk memperluas cakupan air minum.

Komponen sistem penyediaan air minum, komponen air baku merupakan jenis sumber air dan sarana pengambilan yang akan digunakan. Sumber utama dari air baku yaitu air permukaan yang berasal dari sungai atau danau jenis air ini tidak memiliki standar kualitas air minum dan harus melalui proses pengolahan yang lengkap.

Air tanah yang berasal dari mata air atau air sumur yang memenuhi standar kuaitas air minum tidak perlu melalui proses pengolahan lengkap. Jika air tanah mengandung besi atau bahkan melebihi ketentuan yang berlaku maka salah satu cara mengurangi kadarnya adalah proses aerasi.

Sarana Pengambilan air baku, sarana pengambilannya tergantung dari sumber airnya bila sumber air baku nya adalah permukaan air maka bangunan air yang digunakan adalah intake. Tetapi jika sumber airnya adalah air tanah maka bangunan penangkap air yang digunakan adalah broncaptering. Setelah air baku diolah oleh sarana tersebut maka prosesnya berlanjut ke transmisi air baku yang nantinya akan dialirkan ke unit produksi.

Cara kerja pengaliran air:

  1. Dilakukan secara gravitasi yaitu penggunaan sistem yang pemeliharaannya lebih murah karena menggunakan sedikit mekanikal dan tidak menggunakan listrik.
  2. Pemompaan untuk sumber air yang lebih rendah namun perlu diketahui proses ini tergantung pada kekuatan pompa prinsipnya semakin besar kekuatan pompa maka akan memakan lebih banyak energi.
  3. Kombinasi antara gravitasi dan pompa, di mana gravitasi akan digunakan Ketika air disalurkan ke instalasi pengolahan air.

Skema Jaringan, Pipa distribusi mengalirkan air dari reservoir ke pipa sekunder kemudian pipa sekunder mengalirkan air ke pipa tersier setelah itu barulah air dialirkan ke sambungan rumah setiap konsumen. Pola cabang yang merupakan sistem jaringan pipa yang delay lebih ekonomis karena jalurnya lebih pendek.

Pola grid merupakan jaringan pipa yang paling banyak digunakan tetapi nilainya lebih mahal sebab membutuhkan pipa dan sambungan yang lebih banyak meski mahal namun memiliki keunggulan karena tidak ada air yang akan stagnan atau mampet.

Beberapa masalah yang terjadi di Indonesia yang berasal dan diakibatkan air itu sendiri. Ketersediaan air alamiah di Indonesia mencapai 1,597 Miliar m3/tahun namun penyebarannya tidak merata.

Hampir semua sungai di Jawa, Bali tercemar sehingga meningkatkan timbulnya penyakit, Peningkatan jumlah penduduk akan menjadi penggerak utama pengelolaan sumber daya air dalam 50 tahun mendatang.

Dari seluruh jumlah air yang berada di dunia 97,7% air asin, sehingga air tawar yang berada di bumi hanya 25% , 2/3 berupa es, dengan demikian hanya 0,5% air yang dapat dimanfaatkan. Dalam proses mengalirnya air sering terjadi pencemaran antara lain disebabkan oleh kegiatan industri, limbah industri rumahan, dan limbah rumah tangga diperparah lagi dengan membuang sampah sembarangan.

 

Penulis: Nidaul Hasanah
Mahasiswa Teknik Lingkungan, Akademi Teknik Tirta Wiyata

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI