Surabaya – Kelompok mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan sosialisasi moderasi beragama kepada masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul Surabaya. Melalui poster bertajuk “Berandamu Bukan Dunia Nyatamu”, mahasiswa mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta memahami pentingnya moderasi beragama di era digital (07/06/2026).
Kegiatan ini menggunakan pendekatan hybrid berbasis literasi digital, yaitu menggabungkan edukasi secara langsung dengan pemanfaatan media digital. Selain berdiskusi secara tatap muka dengan masyarakat, kelompok juga menyediakan QR Code yang dapat dipindai peserta untuk mengakses post-test secara daring. Pendekatan ini dipilih agar penyampaian materi lebih interaktif, mudah diakses, dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
Materi yang disampaikan berfokus pada fenomena filter bubble, yaitu kondisi ketika algoritma media sosial lebih sering menampilkan informasi yang sesuai dengan minat dan pandangan pengguna. Akibatnya, seseorang dapat terjebak dalam satu sudut pandang dan semakin jarang menerima perspektif yang berbeda.
Fenomena tersebut memiliki kaitan erat dengan moderasi beragama, yaitu sikap beragama yang mengedepankan toleransi, keseimbangan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Ketika seseorang hanya menerima informasi dari kelompok tertentu, risiko munculnya prasangka, stereotip, hingga sikap intoleran terhadap kelompok lain dapat meningkat.
Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi, memverifikasi kebenaran sumber berita, serta membuka diri terhadap berbagai pandangan yang berbeda.
Baca juga: Literasi Digital sebagai Fondasi Penting Mahasiswa di Era Informasi
Poster “Berandamu Bukan Dunia Nyatamu” menjadi media utama untuk menyampaikan pesan tersebut. Melalui visual yang sederhana dan mudah dipahami, masyarakat diajak menyadari bahwa apa yang muncul di beranda media sosial belum tentu mencerminkan kondisi masyarakat secara keseluruhan.
Pesan ini sejalan dengan nilai moderasi beragama yang mendorong setiap individu untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi sepihak dan tetap menghargai keberagaman yang ada di sekitarnya.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta yang mengikuti sosialisasi diminta mengerjakan post-test setelah kegiatan berlangsung. Hasil post-test yang diikuti oleh 19 responden menunjukkan hasil yang positif dengan rata-rata nilai 85,26 dan median 90, yang menandakan bahwa mayoritas peserta mampu memahami materi yang telah disampaikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat menerapkan nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga di ruang digital. Dengan bersikap bijak dalam bermedia sosial, terbuka terhadap perbedaan, dan tidak mudah terjebak dalam filter bubble, masyarakat dapat turut menjaga kerukunan, toleransi, serta persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Penulis: Kelompok 3 Kelas Agama G724
Mahasiswa Sistem Informasi, UPN Veteran Jawa Timur
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














