Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa banyak AMPK (Anak Memerlukan Perlindungan Khusus) mengalami kesulitan dalam menyalurkan emosi dan kreativitas. Hal ini umumnya disebabkan oleh pengalaman traumatis serta terbatasnya ruang aman bagi mereka untuk mengekspresikan diri. Kondisi tersebut mendorong lahirnya Program Bright Canvas, sebuah upaya untuk menyediakan wadah yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak agar dapat mengekspresikan perasaan mereka sekaligus melatih kemampuan motorik halus dan kecerdasan spasial.

Program Bright Canvas menerapkan pendekatan Experiential Learning yang dikembangkan oleh David A. Kolb pada tahun 1984. Pendekatan ini berpijak pada prinsip bahwa proses belajar akan lebih bermakna jika seseorang terlibat secara langsung dalam suatu pengalaman, merefleksikan nya, mengambil makna dari pengalaman tersebut, lalu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Baca Juga: Kurikulum Merdeka Belajar Buat Siswa Lebih Berekspresi?
Pembelajaran tidak hanya dipahami sebagai proses menerima informasi, tetapi juga sebagai pengalaman aktif yang mendorong seseorang untuk memahami diri sendiri dan lingkungannya. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan tujuan Bright Canvas, yaitu membantu anak-anak mengenali diri, memahami emosi, dan mengembangkan ekspresi diri melalui pengalaman langsung.
Experiential Learning menjadi landasan utama metode pembelajaran yang digunakan dalam Bright Canvas. Program ini dirancang melalui empat tahapan, yakni pengalaman konkret (Concrete Experience), refleksi (Reflective Observation), konseptualisasi abstrak (Abstract Conceptualization), dan eksperimen aktif (Active Experimentation).
Melalui keempat tahap tersebut, anak-anak tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga belajar menafsirkan maknanya, mengenali emosi yang muncul, serta melatih kemampuan sosial dan emosional yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Anak-anak diajak untuk melalui kegiatan seperti menggambar, kemudian menceritakan makna di balik karya tersebut sebagai langkah awal dalam mengenali emosi pribadi kemudian mengarahkan mereka untuk meninjau kembali pengalaman yang telah dilalui.
Mereka juga belajar mengenali minat, serta membangun rasa percaya diri dalam mengekspresikan perasaan dan cita-cita. Selanjutnya kegiatan Pentas Seni dan Pameran Karya, mereka menampilkan hasil proses belajar dengan rasa bangga dan percaya diri.
Baca Juga: Pentingnya Media Pembelajaran yang Menarik untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SD
Kegiatan Bright Canvas dilaksanakan di Panti Asuhan Darushsholihin, Bogor, yang berdiri sejak tahun 1994. Panti ini menjadi tempat tinggal bagi anak-anak yatim, piatu, dan terlantar.
Pelaksanaan program dilakukan oleh mahasiswa IPB tim PKM-PM Bright Canvas yang beranggotakan Rajwa Mutiara Fauziyyah Farni, Atha Nabilah Rosyadi, Rafinda Mutiara Putri, Bimo Wibisono, dan Zaidan Putra Alif dengan bimbingan dosen Hana Indriana, S.P., M.Si.
Kolaborasi antara seni, kecerdasan spasial, dan pembelajaran berbasis pengalaman menjadikan Bright Canvas sebagai bentuk inovasi pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada penguatan karakter anak.
Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga seperti panti asuhan, sekolah nonformal, maupun komunitas anak rentan untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak dalam menyalurkan ekspresi mereka.
Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar menyampaikan perasaan, mengendalikan emosi, dan melatih kemampuan berpikir visual. Mereka tumbuh tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara emosional, kreatif, dan percaya diri.
Program Bright Canvas menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan dapat lahir dari kepedulian sederhana untuk menyediakan ruang bagi anak agar berani mengekspresikan diri.
Penulis: Athaya Salma Syarief
Mahasiswa Prodi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan Institut Pertanian Bogor (IPB) University
Editor: Fifi Elvira
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















