Eduwisata Ekonomi Kreatif Kampung Batik Cibuluh Bogor

EDUWISATA EKONOMI KREATIF KAMPUNG BATIK CIBULUH BOGOR
EDUWISATA EKONOMI KREATIF KAMPUNG BATIK CIBULUH BOGOR

Kampung Batik Cibuluh Bogor

Pada dasarnya kreativitas dalam mencari peluang, akan mendorong inovasi yang menciptakan nilai tambah lebih tinggi, dan pada saat yang bersamaan ramah lingkungan serta menguatkan citra dan identitas budaya bangsa. Pertumbuhan ekonomi kreatif pada perekonomian nasional semakin nyata adanya dan menjadi penggerak perekonomian menengah kebawah (UMKM).

Namun harus disadari, upaya untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif memerlukan kebersamaan, memerlukan sinergi dari semua pihak pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya melalui temu kreatif  nasional yang melibatkan para pelaku industri dan ekonomi kreatif  untuk curah pikiran, curah gagasan, berbagi pengalaman, unjuk kerja, unjuk kreativitas untuk kemajuan sektor ini. Sinergi ini akan mendorong karya-karya kreatif   mendapatkan nilai tambah yang lebih besar.

Di kota Bogor terdapat salah satu bentuk dari ekonomi kreatif atau UMKM terutama dalam bidang kerajinan yaitu Kampung Batik Cibuluh Bogor, yang merupakan hasil dari bentuk kerjasama dari berbagai pihak. Yang bertempat di Rw 04, Kelurahan Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor. Kampung ini disulap oleh warga kampung batik. Terlihat dari dinding di sisi kanan dan kiri jalan lingkungan yang dulunya biasa-biasa saja, kini menjadi lebih indah dengan sentuhan mural batik.

Semua berawal pada tahun 2015 Sri Hartini seorang warga kampung batik cibuluh sekaligus pemilik brand batik pancawati, menggaungkan kerajinan membatik dikampung cibuluh. Lantaran kesulitan sumber daya manusia, sri dan bantuan dari berbagai pihak salah satunya disnaker dan mahasiswa IPB.

Kemudian melatih para ibu-ibu di kampung cibuluh untuk belajar membatik. Usahanya membuahkan hasil, para ibu- ibu yang semula berprofesi. “seiring bertambah waktu makin ke keisi makin tambah banyak peminat. Dari 40 pengrajin batik di kampung cibuluh, kami bagi mereka menjadi 8 kelompok batik dengan brand sendiri-sendiri,” kata Sri Hartati.

Berawal dari melihat potensi kebudayaan lokal yang dimiliki oleh Kampung Batik Cibuluh BAZNAS pada awal tahun 2019 melalui Program Mustahik Pengusaha melakukan pemberdayaan dan melaksanakan sosialisasi dengan masyarakat kampung batik Cibuluh untuk pencanangan Kampung Batik bersama BAZNAS. Berangkat dari kasus ekonomi serta kemiskinan juga pemanfaatan budaya lokal, LPEM BAZNAS mencanangkan program pelatihan serta pemberdayaan guna buat memberdayakan serta menghasilkan sumber energi manusia yang nantinya bisa bersaing.

Saat ini, Kampung Batik Cibuluh telah berkembang cukup signifikan dengan berbagai macam bantuan dan pendampingan usaha dari berbagai stakeholder. Kampung Batik Cibuluh adalah Sebuah Program Kampung Wisata Edukasi, yang mengembangkan potensi wilayahnya yaitu Batik, melalui Edukasi dan Ekonomi Kreatif yang terfokus pada pembedayaan kaum ibu sebagai kontribusi terhadap kesetaraan gender di Indonesia.

Kampung Batik Cibuluh di Resmikan pada 24 Agustus 2019 sebagai kampung batik pertama di Kota Bogor dan kawasan Penghasil Batik Cap dan Batik Tulis baik Klasik-Tradisional maupun Kontemporer yang mengangkat keanekaragaman ikon Kota Bogor. Melalui Program Mustahik Pengusaha ini yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemberdayaan ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS.

Program tersebut diawali dengan kegiatan pelatihan membatik yang dilaksanakan selama tujuh hari pengajar dari perintis kerajinan batik pertama di Cibuluh yaitu Sri Hartini dari kelompok batik Pancawati dan juga 6 bulan pengajaran dan pelatihan langsung dari pengrajin batik Pekalongan yang di panggil oleh BAZNAS.

BAZNAS juga memberikan peralatan membatik berupa kompor malam, canting, kain, pewarna, cap batik, dan alas cap. Tidak hanya memberdayakan warga, BAZNAS juga mendorong dibentuknya Desa Tematik Pemberdayaan Batik di Cibuluh ini sebagai salah satu destinasi wisata budaya.adapun pemberdayaan yang dilakukan LPEM BAZNAS antara lain:

  1. Tahap Penyadaran

    Tahap penyadaran yang dilakukan oleh LPEM BAZNAS terhadap masayarakat kampung Cibuluh terutama para pengrajin batik adalah tahapan pembentukan perilaku yang merupakan langkah persiapan dalam proses pemberdayaan masayarakat. Pada tahap ini pihak pemberdaya dan pelaku pemberdayaan berusaha menciptakan kondisi yang efektif dan memfasilitasi berlangsungnya proses pemberdayaan yang diharapkan.

  1. Tahap Transformasi Pengetahuan

    Tahap transformasi pengetahuan adalah tahapan kedua yang harus dilakukan oleh pemberdayaan yaitu usaha LPEM BAZNAS meningkatkan wawasan pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan yang baik sehingga dapat mengambil peran dalam pembangunan.

  1. Tahapan Peningkatan Kemampuan Intelektual

    Tahap peningkatan kemampuan intelektual yang dilakukan oleh LPEM BAZNAS merupakan tahapan untuk meningkatkan kemampuan kecakapan dalam keterampilan sehingga menghasilkan inisiatif dan kemampuan inovatif untuk menunjukan kemandirian.

Eksistensi Kampung Batik Cibuluh lebih mengutamakan kepada padat karya dimana dalam proses produksi hampir keseluruhan bersifat manual dan di dalamnya menerapkan system pemberdayaan masyarakat. kampung batik cibuluh terus mengupayakan terwujudnya 3 pilar keselarasan pada ibu pembatik, pertama melalui kotribusi positif terhadap lingkungan, kedua yaitu keselarasan peran sosial di masyarakat yang di tandai dengan kekompakan dan kerjasama yang baik, dan yang ketiga adalah keselarasan ekonomi/ finansial yang di dapatkan.

Oleh karena itu dengan adanya program ini yang berfokus pada edukasi dan ekonomi kreatif sangat membantu perekonomian warga kampung cibuluh. Dan sekarang yang awalnya terdapat 8 brand batik kini sudah bertambah menjadi 9 brand batik. Adapun nama brand batik itu sendiri yaitu terdiri dari, Batik Pancawati, Batik Melangit, Batik Bumiku Batik, Sadulur, Melinda, Gaji Seri, Kedaung, dan Batik Cerim.

Kerajinan selain Kain Batik

Selain memproduksi kain batik, para pengrajin juga berinovasi produk mereka dengan masih bertema batik seperti tas, dompet, boneka dan lain-lain. Yang membuat daya Tarik lebih dari kampung batik cibuluh ini juga, mereka sering mengadakan bazar ataupun pameran bahkan untuk membatik bersama pun sering mereka adakan dengan konsep edukasi wisata sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi membatik secara langsung.

Setelah menjadi Kampung Batik Cibuluh, taraf hidup ekonomi masyarakat juga meningkat karena warga setempat mendapatkan mata pencaharian dari membatik. Disamping itu, kampung ini juga telah teredukaai sehingga  menjadi edukasi wisata yang banyak didatangi oleh para pelajar dari dalam maupun luar negeri, media, hingga pejabat.

Dengan keberadaan Kampung Batik Cibuluh ini membawa perubahan yang besar bagi sosial ekonomi masyarakat setempat, selain meningkatkan taraf hidup masyarakat, kampung Cibuluh juga menjadi lebih dikenal dengan potensi keahlian membatik yang dimilikinya.

Diharapkan dengan adanya kampung batik Cibuluh ini menjadi motivasi juga untuk kampung-kampung lain khususnya di Kota Bogor, untuk lebih berinovasi melihat potensi yang ada karna ekonomi kreatif di kalangan masyarakat menengah kebawah dapat menjadi sumber pendapatan dan menekan angka pengganguran. Jadi bagaimana sobat tertarik untuk sekadar datang ataupun membatik bareng para pengrajin batik? Ayo membatik bersama kampung batik Cibuluh.

Penulis:
1. Muhammad Syahrul Rohman
2. Dr. Asep Alipudin, M. Ak., CSA
3. Amelia Rahmi, S.E., M.Ak., AWP
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Pakuan

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI