Efek Perang Rusia-Ukraina terhadap Industri Pertahanan Dunia

Opini
Ilustrasi: istockphoto

Perang Rusia–Ukraina telah memperlihatkan bagaimana teknologi dapat mengubah medan perang dan doktrin perang yang sudah ada, yang awalnya hanya menggunakan taktik warisan Perang Dunia 2 kemudian berevolusi menjadi taktik perang baru dengan variabel yang sebelumnya tidak ada.

Evolusi ini tidak terlepas dari peran industri pertahanan sebagai produsen dan developer dari persenjataan dengan teknologi-teknologi baru tersebut. Di sini saya ingin menjelaskan bagaimana perang Rusia–Ukraina memberikan dampak terhadap industri pertahanan di dunia.

Perkembangan Industri Pertahanan dalam Masa Perang Rusia–Ukraina

Semenjak awal invasi Rusia terhadap Ukraina pada bulan Februari 2022, perang yang terjadi di wilayah Ukraina telah mengguncang stabilitas di Eropa Timur dan memicu kekhawatiran keamanan di seluruh dunia.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Strategi Amerika Serikat Mencegah Pengaruh Rusia dalam Perdagangan Senjata dan Militer

Sebagai negara dengan kekuatan militer yang besar dan salah satu yang terkuat di dunia sebelum invasi dimulai, Rusia memainkan peran yang dominan dalam konflik ini. Kejadian ini telah menarik perhatian komunitas internasional terhadap pentingnya memperkuat kemampuan pertahanan dan keamanan nasional.

Konflik ini juga telah memicu pergeseran dalam dinamika politik dan ekonomi global, serta mempengaruhi hubungan antar negara.

Salah satu efek yang langsung dirasakan dari perang ini adalah meningkatnya permintaan akan persenjataan dan perlengkapan militer. Negara-negara di seluruh dunia, termasuk negara-negara NATO dan sekutu Rusia, meningkatkan belanja pertahanan mereka untuk memperkuat kemampuan militernya.

Hal ini berdampak positif bagi industri pertahanan dunia, yang melihat peningkatan pesanan dan kontrak baru. Perusahaan-perusahaan pertahanan besar seperti Lockheed Martin, Boeing, BAE Systems, Raytheon, Hanwha Defense mengalami peningkatan permintaan yang signifikan terhadap produk-produk pertahanan mereka baik berupa hardware maupun software.

Perang ini juga dapat disebut sebagai arena marketing bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan dengan adanya bukti konkrit terhadap efektivitas persenjataan mereka dalam medan perang akan memberikan sebuah gambaran bahwa produk tersebut telah terbukti atau “Battle Proven” dalam melaksanakan fungsinya.

Ini akan memunculkan anggapan bagi pembeli bahwa produk tersebut adalah produk yang sudah terbukti kemampuannya.

Selain itu, perang ini juga berpotensi memicu persaingan antara perusahaan-perusahaan pertahanan dalam mencari peluang baru dan mengembangkan teknologi yang lebih canggih.

Perusahaan-perusahaan ini akan berlomba-lomba untuk memperkuat posisi mereka di pasar global dengan menawarkan produk-produk inovatif dan solusi pertahanan yang lebih efektif.

Namun, perang ini juga memunculkan sejumlah tantangan bagi industri pertahanan dunia. Salah satunya adalah gangguan suplai. Ukraina adalah salah satu produsen senjata terbesar di Eropa Timur, dan konflik ini telah menghancurkan beberapa fasilitas produksi mereka.

Baca Juga: Rusia Menginvasi Ukraina: Memahami Latar Belakang dan Tujuan

Ini mengakibatkan suplai senjata dan perlengkapan militer dari Ukraina terhenti, mengganggu rantai suplai global. Negara-negara yang bergantung pada suplai dari Ukraina harus mencari alternatif baru, yang tentunya dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga persenjataan di pasar.

Gangguan ini membuat banyak negara yang awalnya hanya menghandalkan suplai senjata mereka dari satu negara untuk menambah diversivikasi alutsista mereka ke banyak perusahaan di berbagai negara.

Diversifikasi yang dilakukan negara–negara ini bertujuan untuk mengurangi potensi kekurangan kekuatan militer jika terjadi pemutusan suplai dari negara supplier pertama dengan alasan apapun.

Perang Rusia-Ukraina juga menciptakan kekhawatiran baru dalam hal keamanan siber. Serangan siber yang dilakukan oleh Rusia terhadap infrastruktur Ukraina menunjukkan kerentanan yang ada dalam sistem pertahanan dan infrastruktur kritis negara-negara.

Ini mendorong negara-negara untuk meningkatkan investasi dalam keamanan siber dan teknologi pertahanan yang lebih canggih. Perusahaan-perusahaan teknologi juga melihat peluang baru dalam pengembangan solusi keamanan siber yang inovatif.

Selain itu, perang ini juga memicu peningkatan kerja sama dalam sektor pertahanan antara negara-negara. Negara-negara yang merasa terancam oleh tindakan Rusia meningkatkan kerja sama mereka dalam hal latihan militer, intelijen, dan pengembangan teknologi pertahanan.

Contohnya adalah peningkatan kerja sama antara Ukraina dan negara-negara NATO, di mana negara-negara tersebut memberikan bantuan militer berupa persenjataan alutsista seperti rudal anti radiasi, kendaraan tempur lapis baja, pesawat tempur, drone, amunisi, rudal jarak jauh, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Mengenali Perang Rusia-Ukraina dan Dampaknya terhadap Perekonomian Global

Efek Jangka Panjang Perang Rusia-Ukraina dalam Sektor Pertahanan

Dalam jangka panjang, perang Rusia-Ukraina dapat membentuk landscape keamanan global dengan beberapa cara. Pertama, perang ini telah menyoroti pentingnya investasi dalam inovasi dan pengembangan teknologi pertahanan yang lebih maju.

Negara-negara akan berusaha untuk meningkatkan kemampuan pertahanan mereka dengan mengadopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), penginderaan jarak jauh, dan sistem pertahanan rudal yang lebih canggih.

Ini akan menciptakan peluang bagi perusahaan teknologi dan industri pertahanan untuk berinovasi dan memperluas pasar mereka.

Contohnya adalah meningkatnya jumlah pembelian dan minat terhadap tekonologi drone oleh negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Malaysia, Ukraina, Serbia, Armenia, Tajikistan, dan negara lainnya setelah melihat efektivitas penggunaan drone dalam perang modern.

Produsen drone seperti TAI dan SAI menjadi dikenal karena produk-produk seperti TB2 dan Shahed-136 yang digunakan dalam perang Rusia-Ukraina.

Dilansir oleh Memo pada 19 Oktober 2022, sekitar 22 negara telah melampirkan permintaan resmi untuk membeli drone buatan Iran.

Mayor Jenderal Yahia Ravim Safavi mengatakan, “Negara kandidat untuk membeli drone Iran adalah Armenia, Tajikistan, Serbia, Algeria, Venezuela, dan negara lainnya.” Banyaknya calon pembeli drone buatan Iran ini menandakan naiknya minat terhadap drone.

Kedua, perang ini juga memicu perdebatan tentang kebijakan pertahanan dan keamanan nasional. Negara-negara akan mempertimbangkan kembali prioritas kebijakan mereka, mengalokasikan sumber daya yang lebih besar untuk memperkuat kemampuan pertahanan mereka.

Hal ini juga dapat berdampak pada anggaran negara, dengan meningkatnya belanja pertahanan dan mengorbankan anggaran dalam sektor lain seperti pendidikan dan sosial.

Dilansir oleh DW pada 1 Januari 2023, Polandia yang sebelumnya telah mengeluarkan 2,4% GDP untuk sektor pertahanan akan meningkatkan jumlah tersebut menjadi 4%.

Menurut Perdana Menteri Morawiecki, “Perang yang terjadi di Ukraina membuat kami mempercepat pembelian persenjataan. Itu sebabnya, tahun ini, kami akan melakukan sebuah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya: 4% PDB untuk tentara Polandia.”

Ini menandakan bahwa perang yang terjadi di Ukraina telah mempengaruhi kebijakan pertahanan di negara tetangga.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina: Sejarah, Penyebab, dan Implikasinya terhadap Perekonomian Indonesia

Kesimpulan

Perang Rusia-Ukraina memiliki dampak signifikan terhadap industri pertahanan dunia. Perang ini mengubah medan perang dan doktrin perang yang sudah ada, mendorong evolusi dalam taktik perang dan teknologi pertahanan.

Industri pertahanan memainkan peran penting dalam perkembangan tersebut sebagai produsen dan pengembang persenjataan dengan teknologi baru.

Perang ini juga telah memberikan peluang baru bagi perusahaan-perusahaan pertahanan dunia untuk meningkatkan dan memperluas market mereka. Perusahaan pertahanan di negara barat juga mendapatkan pesanan baru untuk menyuplai tentara Ukraina dalam bentuk bantuan dalam melawan Rusia.

Dalam jangka panjang perang ini juga berpotensi untuk membentuk landscape keamanan global dengan banyaknya negara yang memikirkan pentingnya kemampuan militer mereka. Hal ini akan mendorong investasi terhadap inovasi dan pengembangan teknologi pertahanan yang lebih maju.

Penulis: Gigih Setiawan Prakoso
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI