Ketika Thrifting Menjadi Gaya Hidup Gen Z

gen z thrifting
Ketika Thrifting Menjadi Gaya Hidup Gen Z. Sumber: MMI.

Dalam beberapa tahun belakangan, gaya berpakaian alias outfit menjadi topik yang menarik di kalangan Gen Z, terutama karena tren tersebut menyebar dan berkembang cepat melalui media sosial bak jamur dimusim hujan.

Hal ini tentunya memunculkan beberapa tanda tanya tentang siapa yang sebenarnya menjadi penggerak tren outfit tersebut, dan mengapa tren berbusana bisa menjadi bagian penting dari identitas gen z?

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Saat para remaja dan mahasiswa tampil dengan outfit kalcer kekinian baik saat di kampus, di kafe, maupun di tempat antah berantah sekalipun, pertanyaan tentang asal-usul tren ini menjadi semakin relevan untuk dibahas.

Di tengah arus globalisasi saat ini, banyaknya produk fashion impor yang masuk ke Indonesia dan banyak digemari oleh kalangan anak muda untuk mereka pakai. Apa yang mereka pakai bukan hanya sekadar penutup tubuh tetapi sudah menjadi cara bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan, hingga jati diri mereka.

Saat banyak brand lokal berlomba-lomba menawarkan model terbaru, mereka  justru lebih banyak mengenakan outfit dengan brand impor second yang banyak dijual secara online maupun offline dengan kata lain thrifting.

Berkembangnya outfit mereka ini tidak lepas dari pengaruh media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, yang menjadi wadah bagi mereka untuk berbagi inspirasi outfit. Banyaknya tokoh dengan banyak pengikut di TikTok yang memberikan referensi outfit yang kemudian banyak diadaptasi oleh mereka.

Baca Juga: Kenapa Anak Muda Suka Thrifting? Mengungkap Motivasi di Balik Belanja Barang Bekas

Tren seperti outfit yang sedang hits saat ini seperti gaya bumi yang identik dengan warna-warna yang natural dan hangat seperti cokelat, krem, hijau zaitun, hingga abu-abu lembut, gaya kue yang identik dengan ketenangan dan keceriaan yang identik dengan warna pastel atau cerah seperti pink, biru muda, lilac, dan kuning lemon, dan gaya mamba yang identik dengan outfit serba hitam yang memberikan kesan misterius, dan elegan.

Hal ini membuktikan bahwa konsumsi outfit mereka semakin dinamis, fleksibel, dan bisa mudah berubah mengikuti tren sosial media.

Di tengah banyaknya tren outfit yang dikenakan oleh mereka, terdapat kecenderungan gen z yang lebih menyukai barang thrifting impor mulai dari pakaian, sepatu, dan tas.

Munculnya fenomena thrifting barang impor menimbulkan keresahan bagi pelaku usaha fashion lokal karena banyaknya anak muda sekarang kurang minat dengan produk lokal.

Banyaknya gen z yang lebih menyukai barang thrifting impor banyak dipengaruhi karena harganya lebih terjangkau dan kualitasnya lebih bagus.

Meninjau dari perkembangan tersebut, outfit gen z bukan hanya mencerminkan gaya hidup yang modern, tetapi juga menggambarkan perubahan budaya yang lebih besar. Outfit yang mereka kenakan menggambarkan bagaimana cara mereka memandang diri sendiri dan lingkungan sekitar mereka.

Baca Juga: Peran Kelompok Referensi dalam Perilaku Thrifting: Analisis Deskriptif pada Generasi Z

Melalui outfit yang mereka kenakan banyak digunakan untuk menunjukkan status sosial, minat, bahkan aspirasi sosial.

Pada dasarnya, gaya berpakaian mereka seharusnya bukan hanya dipandang sebagai fenomena sesaat, tapi menjadi bagian proses gen z dalam mencari jati diri.

Alangkah lebih baiknya mereka bisa memadukan tren outfit kekinian dengan memakai produk lokal yang kualitasnya tak jauh beda dengan barang impor yang sama-sama nyaman dipakai, asal tetap sopan dan tidak melanggar aturan.

Dengan begitu, gaya berpakaian mereka akan selalu menjadi bagian penting untuk menunjukkan budaya dan kreativitas mereka.

Penulis: Fajar Prastyo Nugroho
Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses