Seperti yang kita ketahui, di zaman sekarang hampir seluruh masyarakat menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi, hiburan, ataupun sebagai sumber untuk mendapatkan informasi.
Berdasarkan laporan oleh We Are Social dan Meltwater pada Juli 2025, terdapat 143 juta pengguna aktif media sosial di Indonesia.
Di mana populasi yang berusia 16 tahun keatas memiliki frekuensi penggunaan berupa 4,20 hari per minggu.
Data ini menunjukkan seberapa dalam penggunaan media sosial telah berintegrasi dengan kehidupan sehari-hari kita.
Sangat mudah sekali untuk mengakses dan menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari.
Namun, di balik kemudahan tersebut, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memunculkan kebiasaan negatif dan menimbulkan candu untuk terus mengkonsumsi berita-berita yang disebarluaskan hingga sulit untuk dihentikan, termasuk berita yang menimbulkan rasa cemas, takut, stres ataupun kelelahan emosional. Nah, kebiasaan negatif ini biasanya disebut dengan doomscrolling.
Video edukasi berjudul “Tenggelam dalam Timeline” ini menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan fenomena doomscrolling.
Doomscrolling adalah kebiasaan menyaksikan konten, informasi, atau pemberitaan di media sosial yang sifatnya negatif, secara berlebihan dan dalam waktu yang lama.
Kebiasaan yang sulit dihentikan ini lama kelamaan akan dapat berpengaruh pada kesehatan mental.
Tanpa disadari, doomscrolling sangat sering terjadi dalam penggunaan media sosial. Konsumsi berita buruk dalam jumlah yang banyak seakan-akan membuat kita merasa lebih aman karena menjadi lebih mengetahui kabar yang terjadi.
Padahal, kebiasaan ini perlahan terus menambah beban pada pikiran. Tetap up to date dengan informasi terbaru adalah hal yang positif, namun jika tidak dibarengi pengaturan waktu atau pemilihan konten yang baik, maka aktivitas seperti ini malah dapat menimbulkan dampak yang merugikan.
Oleh karena itu, di era digital saat ini, sangat penting bagi pengguna media sosial untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya yang tersembunyi, seperti dampak doomscrolling.
Baca Juga: Scrolling Tanpa Henti: Bagaimana Konten “Brainrot” Mengganggu Tidur dan Mood Generasi Z
Video edukasi ini memberikan informasi tentang apa saja dampak dan faktor penyebab doomscrolling, solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, serta menekankan pentingnya kesadaran diri dan pemahaman digital dalam menghadapi perilaku doomscrolling.
Link YouTube: https://youtu.be/_oRaKOrxoWU
Penulis:
1. Nadya Aulia Zhafira (G1C124016)
2. Rd. Muhammad Hanif Nurandri (G1C124018)
3. Napiza Az Zahra (G1C124021)
4. Shahnaz Avrianty Rawhun (G1C124038)
Mahasiswa Prodi Psikologi, Universitas Jambi
Dosen Pengampu:
1. Agung Iranda, S.Psi., M.A.
2. Annisa Dianesti Dewi, S.Psi., M.Psi.
3. Ayu Ulivia, M.Pd
4. Azkya Milfa Laensadi, S.Psi., M.Si.
5. Dr. Nofrans Eka Saputra, S.Psi., M.A.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












