Kota Batu – Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan edukasi pembuatan eco-enzyme di SDN Ngaglik 03 Kota Batu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung terciptanya budaya hidup bersih serta berkelanjutan.
Edukasi Pengelolaan Sampah Organik
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian eco-enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta pentingnya memilah sampah organik dan anorganik.
Mahasiswa menjelaskan bahwa limbah organik, seperti kulit buah dan sayuran, tidak harus dibuang begitu saja karena dapat diolah menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat untuk tanaman, kebersihan rumah tangga, maupun pengurangan limbah organik.
Selama sesi berlangsung, siswa mengikuti penjelasan dengan antusias dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses pembuatan serta manfaat eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
Praktik Pembuatan Eco-Enzyme
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco-enzyme.
Mahasiswa mendampingi siswa dalam menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, yaitu air bersih, molase atau gula merah, serta limbah organik berupa kulit buah dan sayuran.
Pembuatan eco-enzyme dilakukan dengan perbandingan 10 : 3 : 1, yaitu 10 bagian air, 3 bagian limbah organik, dan 1 bagian molase atau gula merah. Seluruh bahan dicampurkan ke dalam wadah plastik yang bersih, kemudian diaduk hingga merata sebelum wadah ditutup rapat.
Proses Fermentasi dan Manfaat Eco-Enzyme
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa proses fermentasi eco-enzyme berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Selama masa fermentasi, tutup wadah perlu dibuka secara berkala pada minggu-minggu awal untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi, kemudian ditutup kembali hingga proses selesai.
Setelah fermentasi berakhir, cairan eco-enzyme disaring dan siap digunakan sebagai pupuk organik cair, cairan pembersih ramah lingkungan, maupun penghilang bau alami. Sementara itu, ampas hasil fermentasi masih dapat dimanfaatkan sebagai kompos sehingga tidak menghasilkan limbah yang terbuang.
Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Agroekoteknologi UTM berharap siswa SDN Ngaglik 03 Kota Batu mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah organik secara bijak, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki karakter peduli terhadap kelestarian alam.
Penulis: Grace Vedra Yosephin Sipayung
Mahasiswa Program Studi Agroteknolog, Universitas Trunojoyo Madura (UTM)
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















