Mahasiswa FK UNAIR Tingkatkan Kompetensi Riset Virologi di Mahidol University untuk Mendukung SDG 3, SDG 4, SDG 17, SDG 8, dan SDG 1

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengikuti kegiatan penelitian virologi di Institute of Molecular Biosciences, Mahidol University, Thailand. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengikuti OIA Student Outbound Program di Institute of Molecular Biosciences, Mahidol University, Thailand, pada 6 Juli–3 Agustus 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan penelitian virologi melalui proyek Comparative Analysis of Commercial Viral Concentrator and In-house PEG Precipitation Methods for Tembusu Virus Concentration.

Selama program, peserta mempelajari berbagai teknik laboratorium modern, mulai dari kultur sel, propagasi virus, hingga analisis menggunakan PCR, RT-qPCR, TCID₅₀, plaque assay, dan SDS-PAGE untuk mengevaluasi efektivitas metode konsentrasi virus.

Program ini melibatkan mahasiswa Universitas Airlangga bersama supervisor dan peneliti dari Center for Vaccine Development (CVD), Mahidol University, dalam suasana kolaborasi riset internasional. Selain memperluas wawasan ilmiah, peserta juga memperoleh pengalaman bekerja sesuai standar laboratorium biosafety level 2 serta meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah lintas budaya.

Penelitian ini menemukan bahwa metode in-house PEG precipitation dengan inkubasi selama satu jam memberikan hasil terbaik dalam pemulihan virus infeksius dan RNA virus dibandingkan alat komersial. Temuan tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi pelaksanaan riset virologi, terutama pada laboratorium dengan keterbatasan sumber daya.

Salah satu mentor program, P’ Bam, menyampaikan, “Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh keterampilan penting dalam penelitian virologi, seperti melakukan PCR, plaque assay, serta teknik konsentrasi virus yang menjadi dasar dalam berbagai penelitian penyakit infeksi dan pengembangan vaksin.”

Program ini berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui penguatan riset kesehatan dan pengembangan vaksin, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa dengan pembelajaran berbasis laboratorium, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kesehatan dan penelitian, SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi internasional antara Universitas Airlangga dan Mahidol University, serta SDG 1 (No Poverty) melalui kontribusi penelitian yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan kesehatan dan mengurangi beban penyakit sehingga mendukung produktivitas masyarakat.

Berita ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being, SDG 4: Quality Education, SDG 17: Partnerships for the Goals, SDG 8: Decent Work and Economic Growth, dan SDG 1: No Poverty.

#SDG3 #GoodHealthAndWellBeing #SDG4 #QualityEducation #SDG17 #PartnershipsForTheGoals #SDG8 #DecentWorkandEconomicGrowth #SDG1 #NoPoverty #SDGsUNAIR #FKUNAIR #MahidolUniversity #StudentOutbound #Virology #Research #GlobalCollaboration


Penulis: Aliya Dianaputri (111231212)
Mahasiswa Kedokteran, Universitas Airlangga


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses