Sinjai, MMI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Siti Sajidah El-Zahra, melaksanakan program kerja bertajuk “Dari Ampas Jadi Berharga: Edukasi Nilai Tambah Ekonomi melalui Praktik Pembuatan Eco-enzyme dari Limbah Organik” di SD Negeri 187 Maccini pada Jumat (17/7/2026) dan SD Negeri 77 Balantieng, Desa Bonto Tengnga, pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menyasar siswa kelas IV, V, dan VI sebagai upaya mengenalkan konsep nilai tambah ekonomi sejak dini melalui pemanfaatan limbah organik.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir kreatif (creative thinking) siswa di Indonesia.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak siswa masih cenderung menjadi pengguna solusi yang sudah ada, bukan creator yang mampu melihat peluang dari persoalan di lingkungan sekitarnya.
Selain itu, limbah organik dari rumah maupun sekolah masih sering dianggap sebagai sampah yang tidak memiliki nilai.
Kondisi ini semakin relevan seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menghasilkan sisa kulit buah dan sayuran dari konsumsi siswa.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan edukasi yang mengajak siswa melihat bahwa limbah organik dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai tambah secara ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan eco-enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi kulit buah dan sisa sayuran yang dibuat menggunakan gula merah, limbah organik, dan air dengan perbandingan 1:3:10.
Setelah difermentasi selama tiga bulan, cairan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk tanaman, hingga membantu mengurangi pencemaran air limbah.
Untuk meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan dikemas menggunakan metode Active Learning.
Berbagai pertanyaan interaktif diajukan untuk mendorong siswa aktif berdiskusi sekaligus membuka cakrawala berpikir mereka dalam melihat peluang ekonomi di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, adik-adik tidak hanya belajar mengolah limbah organik, tetapi juga melihat sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai tambah,” ujar Siti Sajidah El-Zahra.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah, salah satunya Kepala Sekolah SD Negeri 187 Maccini.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga dapat diterapkan di rumah.
“Bagus, anak-anak bisa menjadi penyampai informasi kepada orang tuanya yang ada di rumah,” ujarnya.
Melalui praktik tersebut, siswa diajak melihat secara langsung bagaimana limbah organik, seperti kulit mangga, kulit jeruk, dan kulit terong, dapat diolah menjadi eco-enzyme yang bermanfaat sekaligus membantu menghemat pengeluaran rumah tangga.

Program ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta membiasakan anak-anak melihat potensi ekonomi dari hal-hal sederhana di sekitar mereka sejak dini.
Penulis: Siti Sajidah El-Zahra
Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan, Universitas Hasanuddin
Aktif juga sebagai editor di Media Mahasiswa Indonesia
Bahasa: Rahmat Al-Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














