Mahasiswa USM Latih Pelaku UMKM Tlogoweru Manfaatkan Digital Marketing

Promosi Produk UMKM Semarang

Demak, MMI— Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan digital marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Rabu (23/6/2021).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Back to Village (KKN-BV) III Universitas Semarang yang dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19. Melalui skema tersebut, mahasiswa menjalankan program kerja di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Salah satu mahasiswa yang menjalankan program tersebut adalah Resandi Indra Oktafan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi itu memilih pelatihan digital marketing karena melihat sejumlah UMKM di Desa Tlogoweru memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi belum optimal memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk pemasaran.

Indra secara khusus memberikan pendampingan kepada UMKM Ayam Geprek Kriting. Menurut dia, produk tersebut memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas apabila promosi dilakukan secara lebih aktif melalui platform digital.

“Saya melihat adanya potensi besar terhadap UMKM di sekitar tempat tinggal saya, terutama Ayam Geprek Kriting. Namun, karena kurangnya kedekatan mereka dengan teknologi dan media sosial, produk mereka kurang dikenal masyarakat luas di luar daerahnya,” kata Indra, Rabu (23/6/2021).

Ayam Geprek Kriting merupakan UMKM yang menjual berbagai olahan ayam, termasuk fried chicken. Nama “Kriting” berasal dari kondisi rambut anak pemilik usaha yang keriting.

Pemilik Ayam Geprek Kriting, Ika, menyambut positif pendampingan yang diberikan mahasiswa USM tersebut. Ia menilai promosi melalui media sosial penting untuk memperluas jangkauan pemasaran, tetapi keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala bagi pelaku usaha.

“Kami sangat terbantu dengan program yang diadakan oleh saudara Indra karena sangat membantu saya sebagai pelaku UMKM untuk mempromosikan produk kepada masyarakat lebih luas,” ujar Ika.

Menurut Ika, aktivitas produksi dan pengelolaan usaha membuat dirinya kesulitan menyediakan waktu khusus untuk melakukan promosi melalui media sosial.

Selain memberikan pelatihan, pelaksanaan KKN-BV juga memperhatikan penerapan protokol kesehatan karena kegiatan berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-BV III Universitas Semarang, Saifur Rohman Cholil, mengingatkan mahasiswa agar membatasi jumlah peserta ketika kegiatan membutuhkan pertemuan secara langsung serta tetap menggunakan masker.

“Dalam pelaksanaan kegiatan KKN kali ini jika memang memerlukan untuk berkumpul, tidak boleh lebih dari lima orang dan tetap mematuhi protokol kesehatan serta tetap menggunakan masker,” kata Saifur saat pembekalan KKN-BV III melalui Google Meet, Rabu (5/5/2021).

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM, beradaptasi dengan kebutuhan pemasaran berbasis digital.

Resandi Indra Oktafan
Mahasiswa Universitas Semarang

Editor: Diana Pratiwi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses