Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Kecamatan Sukorambi adalah salah satu wilayah di Kabupaten Jember dengan angka hipertensi yang cukup tinggi. Pada tahun 2025, kasus hipertensi naik menjadi 3.032, meningkat sebanyak 17,02% dari 2.591 kasus pada tahun 2024 (Puskesmas Sukorambi, 2026). Hal ini menunjukkan pengendalian hipertensi di Kecamatan Sukorambi masih kurang, termasuk salah satunya Desa Dukuhmencek. Desa Dukuhmencek menempati urutan ke-2 dengan kasus hipertensi tertinggi di Kecamatan Sukorambi dengan persentase sebesar 15,9% dan angka hipertensi mencapai 290 kasus selama Februari 2026.
Dari permasalahan tersebut, terbentuk Tim Program Mahasiswa Berdesa Universitas Jember HERB-TENS (Herbal Control for Hypertension) yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai fakultas antara lain Fakultas Farmasi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Pertanian. Dari kombinasi beberapa fakultas tersebut terbentuklah serangkaian program yang bertujuan untuk mendukung pencegahan hipertensi berkelanjutan di Desa Dukuhmencek. Beberapa program unggulan yang diberikan oleh Tim Promahadesa HERB-TENS antara lain pemeriksaan kesehatan, senam antihipertensi, PEDULI TENSI (Penyuluhan Dini Lingkungan Sehat Antihipertensi), Penanaman TOGA di lahan hidroponik yang sudah tersedia di Balai Desa sekaligus pembentukan Kelompok Masyarakat pengurus Rumah TOGA Antihipertensi, dan Demonstrasi pembuatan produk herbal memanfaatkan TOGA yang sudah ditanam. Program-program tersebut dilaksanakan selama tiga hari berbeda yaitu pada tanggal 16, 22, dan 28 Juli 2026.
Sebagai langkah awal, Tim PROMAHADESA HERB-TENS telah menyelenggarakan kegiatan pertama pada 16 Juli 2026 bertempat di Balai Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember dengan sasaran dari kegiatan tersebut adalah anggota posyandu lansia Karang Werdha. Rangkaian acara dimulai pada 08.39 WIB dengan diawali senam antihipertensi yang dipandu oleh perwakilan anggota tim yang berasal dari Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Lalu memasuki inti acara yaitu PEDULI TENSI (Penyuluhan Dini Lingkungan Sehat Lawan Hipertensi). Sebelum dilaksanakan edukasi, peserta dipandu untuk mengerjakan pretest. Hal ini dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta sebelum mendapatkan ilmu dari narasumber. Selanjutnya, dilaksanakan edukasi mengenai hipertensi oleh dosen Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Ns. Rizkiyani Istifada, M.Kep., Sp.Kep.Kom. Setelah seluruh materi disampaikan, dilakukan posttest guna melihat peningkatan pengetahuan peserta. Hasil perhitungan nilai dari pretest dan posttest menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman warga mengenai hipertensi. Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama, Tim PROMAHADESA HERB-TENS mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah (tensi), denyut nadi (heart rate/HR), dan frekuensi pernapasan (respiration rate/RR). Kegiatan ini bertujuan mengetahui kondisi kesehatan para peserta serta upaya deteksi dini hipertensi dan pra-hipertensi. Dari hasil wawancara beberapa anggota posyandu lansia, didapatkan hasil bahwa dengan adanya acara pada hari pertama ini menambah pengetahuan mengenai hipertensi, beberapa dari mereka bahkan baru mengetahui jika ada senam yang dapat mencegah hipertensi.
Melanjutkan program unggulan yang ada, pada tanggal 22 Juli 2026 Tim Promahadesa HERB-TENS kembali mengadakan acara yang diselenggarakan bersama Ibu PKK Desa Dukuhmencek. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai tiga jenis tanaman TOGA yang akan dibudidayakan, yaitu pegagan, seledri, dan temulawak. Ketiga tanaman tersebut dipilih karena relatif mudah ditemukan dan memiliki manfaat yang berkaitan dengan kesehatan. Setelah mengenal manfaat dari masing-masing tanaman, peserta diperkenalkan dengan metode budidaya yang digunakan pada setiap tanaman. Seledri dan pegagan dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik metode wick yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan di lingkungan rumah. Kemudian peserta juga diperkenalkan dengan cara penanaman temulawak menggunakan media tanah dalam wadah galon. Tim menjelaskan tahapan penanaman mulai dari pengisian media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kompos hingga penempatan bibit temulawak ke dalam wadah tanam. Penggunaan galon bekas dipilih karena mudah diperoleh dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai media budidaya. Melalui penjelasan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa budidaya TOGA dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan sederhana yang tersedia di sekitar rumah.
Kegiatan kemudian berlanjut pada sore hari di Rumah TOGA Antihipertensi Desa Dukuhmencek. Pada sesi ini, Tim PROMAHADESA HERB-TENS melakukan pemindahan bibit yang telah tumbuh ke dalam instalasi hidroponik sebagai tahap lanjutan budidaya tanaman. Proses pemindahan bibit turut didampingi oleh beberapa perwakilan ibu PKK. Selama kegiatan berlangsung, tim juga menjelaskan cara penempatan bibit serta perawatan tanaman setelah dipindahkan ke instalasi hidroponik. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Rumah TOGA Antihipertensi yang telah dibangun bersama. Melalui kegiatan ini, Tim PROMAHADESA HERB-TENS berharap masyarakat Desa Dukuhmencek mampu mengembangkan dan memanfaatkan TOGA secara mandiri sehingga keberadaan Rumah TOGA Antihipertensi dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Setelah berhasil membangun Rumah TOGA Antihipertensi bersama masyarakat, Tim Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) HERB-TENS Universitas Jember kembali melaksanakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan demonstrasi pembuatan olahan herbal antihipertensi pada 28 Juli 2026 di Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.
Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Peserta dari acara inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Kelompok Masyarakat Pengurus Rumah TOGA. Materi yang disampaikan berupa cara pengolahan TOGA menjadi produk pangan yang dapat digunakan sebagai terapi komplementer, sehingga produk yang dihasilkan hanya bersifat sebagai pendamping dari pengobatan medis.
Pada sesi inti, peserta memperoleh materi mengenai berbagai teknik pengolahan tanaman herbal antihipertensi berbahan seledri, pegagan, dan temulawak. Tim menjelaskan tahapan pengeringan tanaman agar dapat disimpan lebih lama dan diseduh kapan saja menjadi Teh SEHAT (Seduhan Herbal Antihipertensi).
Tidak hanya itu, Tim PROMAHADESA HERB-TENS juga memperkenalkan inovasi olahan herbal berupa PENSI (Puding Sehat Antihipertensi) yang memadukan ekstrak seledri, pegagan, dan temulawak. Pada proses pembuatannya ditambahkan kayu manis yang berfungsi membantu memperbaiki cita rasa dan aroma khas tanaman herbal sehingga produk menjadi lebih disukai masyarakat, tanpa mengurangi manfaat dari bahan utamanya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi sekaligus praktik langsung bersama ibu-ibu PKK. Peserta diajak mencoba setiap tahapan pembuatan mulai dari proses penyiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian produk. Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena peserta aktif bertanya, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan tanaman herbal yang selama ini tumbuh di sekitar lingkungan mereka.
Saat melakukan perbincangan interaktif, sebagian besar peserta memberitahu bahwa sebelumnya mereka belum pernah mengetahui olahan yang bisa dibuat dari beberapa jenis TOGA yang telah ditanam, dan merasa bahwa produk yang dibuat ini kedepannya perlu disebarluaskan kepada warga desa setempat yang lain supaya dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. “Terima kasih kepada adik-adik yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat kepada kami semua.
Tanpa adik-adik, kami mungkin tidak akan mengetahui bahwa tanaman pegagan yang banyak tumbuh liar di sawah ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Alhamdulillah, semoga ilmu yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mudah-mudahan adik-adik semuanya diberikan kelancaran serta sukses kedepannya.” Ucap salah satu peserta demonstrasi produk.
Melalui rangkaian kegiatan mulai dari pemeriksaan kesehatan, senam antihipertensi, PEDULI TENSI (Penyuluhan Dini Lingkungan Sehat Antihipertensi), pembangunan Rumah TOGA, pembentukan pengurus pengurus Rumah TOGA, hingga pelatihan pengolahan tanaman herbal, Tim PROMAHADESA HERB-TENS Universitas Jember berharap masyarakat Desa Dukuhmencek dapat terus mengembangkan pemanfaatan TOGA secara mandiri.
Keberadaan Rumah TOGA diharapkan tidak hanya menjadi media edukasi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat dalam membudidayakan serta mengolah tanaman herbal menjadi produk yang bermanfaat untuk mendukung pengelolaan hipertensi secara berkelanjutan di Desa Dukuhmencek.
Program HERB-TENS sampai saat ini masih tetap berjalan, disejajarkan dengan monitoring evaluasi Rumah Toga yang berkoordinasi dengan Kelompok Masyarakat Pengurus Rumah Toga. Tim masih berkomunikasi dengan Desa Dukuhmencek untuk informasi perkembangan Rumah Toga. Hal inilah yang menjadi bukti bahwa antusiasme warga Desa Dukuhmencek yang sangat tinggi untuk menurunkan angka Hipertensi di Desa tersebut.
Penulis: Tim Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) Universitas Jember HERB-TENS
Dosen Pengampu: Apt. Ika Norcahyanti, S.Farm., M.Sc.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI



















