Mengenal Tarian Topeng Ireng, Gabungan antara Syiar Islam dan Kesenian

Tari
Tarian Topeng Ireng.

Setiap daerah di Indonesia memiliki pertunjukan atau tarian yang khas berdasarkan letak geografis, suku, dan adat istiadat daerah tersebut. Hal itu menjadi keunikan tersendiri bagi setiap daerah sehingga bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

Di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, ada tarian yang penuh makna bernama tarian Topeng Ireng.

Tarian Topeng Ireng merupakan tarian yang berasal dari Perbukitan Menoreh. Tarian Topeng Ireng adalah tarian yang sering dipertunjukkan untuk menyiarkan agama Islam kemudian dikemas dalam sebuah hiburan kesenian agar masyarakat tertarik untuk menyaksikannya.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Menjaga Warisan Budaya Kampung Naga

Dalam tarian tersebut diselipkan berbagai macam syairan Islam yang berisikan nasihat-nasihat agama maupun sholawat pujian terhadap Nabi Muhammad SAW, sehingga para penonton di samping terhibur dengan gerak tarian yang luwes juga secara tidak langsung akan mendengarkan syiar agama.

Tari Topeng Ireng dibawakan oleh beberapa generasi, dimulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Dalam setiap pertunjukan akan dibagi menjadi 4 atau 5 sesi dengan memakai kostum yang berbeda di setiap sesinya.

Gerakan tari Topeng Ireng mengadopsi dari tarian Dayak yang terdapat makna melawan penjajahan Jepang saat adanya sistem kerja paksa “romusha“. Pada dasarnya gerakan tari Topeng Ireng ini penuh dengan kebebasan sambil mengikuti irama dari alat musik satu set gamelan dan vokalis yang menyanyikan syairan agama Islam.

Akhir dari pertunjukan tari Topeng Ireng ini adalah arak-arakan mengelilingi desa dari masyarakat dan para penari yang sudah didandani mukanya menjadi hitam menggunakan arang.

Salah satu tujuan arak-arakan tersebut adalah untuk mengajak masyarakat yang belum bergabung atau belum mengetahui ada pertunjukan tari Topeng Ireng ini kemudian bisa bergabung dan menyaksikan pertunjukan di lain hari.

Pertunjukan tari Topeng Ireng sampai sekarang masih rutin ditampilkan di beberapa desa yang ada di Kecamatan Borobudur, salah satunya di Desa Karangrejo.

Baca Juga: Makna Hari Tari Sedunia Bagi Seniman Kampung Budaya Polowijen Malang

Harapan Bapak Budi selaku ketua dari Grup Tarian Topeng Ireng Simolodro yaitu supaya kesenian ini masih terus ada dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sehingga generasi muda tertarik untuk menyaksikan dan mengambil maknanya.

Artikel KKN MIK STMM Yogyakarta 2023
Oleh Kelompok 10 Desa Karangrejo

Info lebih lanjut 089505255734 (Rodzi)

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI