Pengaruh Per CVT Standar dan Racing

Continuously Variable Transmission
Ilustrasi Continuously Variable Transmission (Sumber: Penulis)

Per CVT (Continuously Variable Transmission) adalah komponen penting dalam sistem transmisi sepeda motor matic. Per CVT berfungsi untuk mengubah rasio gigi otomatis tanpa adanya perpindahan gigi seperti pada transmisi manual atau transmisi otomatis konvesional.

Mekanisme dan Konstruksi CVT pada motor matik dapat bekerja secara lebih efisien dengan hanya mengandalkan dua buah puli yang dihubungkan dengan sabuk V-belt. Transmisi motor matik dapat bekerja lebih halus, tanpa jeda dan lebih merata ketika melakukan perubahan besaran rasio transmisi yang diperlukan di berbagai tingkat kecepatan berbeda.

Per CVT Standar Per CVT standar adalah per CVT bawaan pabrik yang digunakan pada sepeda motor matik. Ukuran per CVT standar dapat bervariasi tergantung pada jenis dan model motor matik. Contohnya ukuran per CVT standar untuk motor Honda dan Yamaha adalah sekitar 1000 RPM atau lebih rendah.

Sedangkan motor-motor matic dengan CC di atas 150 seperti Vario, Aerox, dan PCX ukuran per CVT standarnya adalah 1000-1500 RPM. Per CVT Racing Per CVT racing aftermarket atau juga per CVT yang bukan standar dari pabrik dan biasa digunakan untuk meningkatkan performa sepeda motor matic.

Per CVT racing sering di pilih oleh mereka yang ingin mendapatkan akselerasi atau tarikan yang lebih cepat atau meningkatkan power pada mesin. Per CVT racing memiliki tingkat kekerasan atau tekanan pada per yang beraneka macam, dengan ukuran 1000, 1500 maupun 2000 RPM.

Dan biasanya per CVT racing digunakan oleh motor dengan rangkaian CVT yang sudah di upgrade. Menggunakan Per CVT lebih keras pada motor matik bertujuan untuk meningkatkan tenaga secara lebih padat dan merata dengan memperpanjang nafas motor matik.

Semakin tinggi tingkat kekerasan per CVT, maka pergerakan komponen Secondary Sliding Shave akan semakin lambat pada saat membuka/ketika bergerak ke arah luar yang mengakibatkan Puli sekunder lebih lambat untuk mengecilkan rasio atau memberi jeda waktu lebih lama untuk mempertahankan posisi rasio besar pada puli sekunder.

Semakin tinggi nilai RPM (semakin keras), maka menunda puli sekunder untuk membuka secara spontan, agar rasio lebih merata, nafas lebih panjang (perubahan per CVT diatas rata-rata perlu diimbangi dengan kapasitas mesin yang mumpuni).

Dampak apabila penggunaan Per CVT Standar dan Racing Penggunaan per CVT dengan RPM yang lebih keras, baik itu per CVT standar maupun racing, dapat memiliki dampak positif maupun negatif terhadap sepeda motor.

Mengganti per cvt dengan RPM yang lebih keras dapat mempengaruhi performa, keausan,membuat mangkok kampas ganda cepat terkikis dan kenyamanan berkendara sepeda motor oleh karena itu, perlu diimbangi dengan menyesuaikan berbagai komponen pendukung CVT lainnya dan juga mempertimbangkan dengan baik sebelum mengganti per CVT standar dengan per CVT racing.

Dan memilih per CVT yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sepeda motor matik yang digunakan. Per CVT yang keras V-belt turunnya akan lama saat digas, kelebihannya:

  1. Akselerasi motor bertambah
  2. Power bertambah
  3. Untuk mesin yang sudah di upgrade sangat disarankan karena power dari mesin yang sudah di upgrade bisa mengimbangi tenaga yang diperlukan untuk menekan per CVT

Kekurangannya:

  1. Bahan bakar lebih boros
  2. Tarikan di awal gerung perlu RPM lebih tinggi untuk naik turun v-belt
  3. Top speed berkurang

Dan kelebihan untuk per CVT standar, sudah disesuaikan dengan kekuatan mesin standar yang nyaman digunakan untuk kegiatan sehari-hari nya.

 

Penulis:

  1. Bagas Saputra
  2. Tasyrik Alqaida

Mahasiswa Teknik Mesin, Universitas Prof Dr. Hamka

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI