Pentingnya Pajak bagi Pertumbuhan Indonesia

Sumber: pixabay.com

Sumber pendapatan Negara apa saja yang kalian ketahui? Kemudian pendapatan apa  yang menjadi penyumbang perekonomian terbesar? Saya rasa masih banyak sekali warga Indonesia yang masih belum mengetahui mana penyumbang perekonomian terbesar negara kita.

Orang yang sering berurusan di dunia keuangan saja terkadang masih belum mengetahui mana pendapatan yang menjadi penyumbang terbesar negara ini. Bagi sebagian warga Indonesia, mengetahui dan memahami apa saja sumber pendapatan negara cukup penting. Baik untuk penelitian ataupun hanya untuk pengetahuan saja.

Dilansir dari kemenkeu.go.id. bahwa sumber pendapatan negara Indonesia mencakup tiga hal. Sumber pendapatan pertama berasal dari pajak, sumber pendapatan bukan dari pajak, dan pendapatan dari hibah.

Bacaan Lainnya
DONASI

Dari ketiga pendapatan tersebut hampir 80% pendapatan negara Indonesia diperoleh dari pajak. Dilihat dari bulan april lalu, pendapatan negara ini terdiri dari penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Penerimaan perpajakan pada akhir April tahun 2023 mencapai Rp 782,7T (38,7% dari pagu) yang terdiri dari penerimaan pajak Rp 688,1T (40,1% dari pagu) dan kepabeanan & cukai Rp94,5T (31,2% dari pagu). Lalu untuk penerimaan negara bukan pajak mencapai realisasi Rp217,8T (49,3% dari pagu).

Tetapi masih banyak warga negara Indonesia yang masih belum sadar akan penting nya pajak yang diupayakan oleh pemerintah setiap tahunnya. Pendapatan dari pajak sendiri mencakup beberapa aspek dalam proses perekonomian di Indonesia ini.

Diantaranya adalah pendapatan PPH, yang kedua berasal dari pendapatan PPN, Yang ketiga (Placeholder1) adalah pendapatan cukai. Yang keempat adalah pendapatan bea masuk dan bea keluar, dari pendapat ini dapat diproyeksikan bea masuk Rp. 38,6 Triliun dan bea keluar sebesar Rp. 4,4 triliun.

Selain pendapatan yang dihasilkan melalui pajak, Negara Indonesia juga mempunyai pendapatan yang berasal dari pendapatan bukan pajak. Diantaranya adalah NBP SDA Migas,  sumber pendapatan negara dari SDA Migas dipatok di angka Rp. 159,8 Triliun, pendapatan kekayaan yang dipisahkan, dari pendapatan BUMN  outlook 2018 sebesar Rp. 44.7 Triliun.

Yang selanjutnya adalah pendapatan dari BLU (Badan Layanan Umum). Sumber penghasilan Negara selain pajak adalah pendapatan Negara dari hibah merupakan sumber pendapatan negara yang diterima dari pihak lain secara sukarela tanpa ada kewajiban apapun.

Karena tidak menimbulkan kewajiban apapun, pendapatan ini murni sebagai bantuan, bukan pinjaman maupun semacam kontrak khusus.

Dari penjabaran diatas, masih banyak sekali masyarakat yang buta akan kewajiban membayar pajak di setiap tahunnya. Dalam rasio pajak di daerah asia tenggara indonesia menduduki golongan terendah bersama Laos dengan persentase 10,4%.

Keadaan tersebut sangat memprihatinkan, karena menurut Direktur Southeast Asia for public management, financial sector and trade, di bank pembangunan Asia Jose Antonio Romas Tan, mengatakan bahwa Negara seperti Negara Indonesia dan Negara berkembang harusnya memiliki persentase rasio pajak sebesar 15%, itu pun baru bisa menandakan bahwa negara tersebut memiliki simpanan uang yang cukup untuk menghadapi perekonomian global yang saat ini sedang berjalan lambat.

Namun baru saja menteri keuangan Indonesia mengatakan bahwa pertumbuhan rasio pajak saat ini tidak seimbang dengan pertumbuhan tren kinerja PDB yang terus meningkat.

Hal ini dipicu oleh pemungutan pajak yang tidak sesuai dengan tarif yang telah ditentukan ada ada juga kemungkinan dengan kebocoran pajak itu sendiri.

Hal ini juga disebabkan oleh perusahaan-perusahaan yang memindahkan profit usaha ke Negara dengan tarif pajak yang rendah atau nihil untuk menekan biaya pajak yang dibayar.

Karena hal inilah pemerintah Indonesia saat ini sedang mengupayakan untuk tidak terjadi akan kebocoran pajak itu sendiri.

Bagaimana cara pemerintah Indonesia menanggapi hal ini?
Pemerintah Indonesia sudah memiliki jalan keluar untuk permasalah ini.  Diantaranya adalah dengan perjanjian  pertukaran informasi atau automatic exchange of in formatif.

Implementasinya sudah dilakukan sejak tahun 2018 tetapi masih belum maksimal digunakan oleh pihak-pihak yang belum sadar akan pentingnya pajak bagi pertumbuhan Indonesia.

Daftar Pustaka

Fatimah. (2020, maret). Penerimaan Pajak Indonesia Masih Rendah, Apasih Alasannya? Retrieved from pajakku: ( diakses pada 11 november 2023 pukul 20.45)

https://www.pajakku.com/read/5fcee1492ef363407e21eb63/Penerimaan-Pajak-Indonesia-Masih-Rendah-Apasih-Alasannya

Theodora, a. (2023, Mei kamis). Rasio Pajak Masih Rendah, Upaya Mencegah Kebocoran di Perkuat. (N. Hidayati, Editor) Retrieved from kompas.id:( diakses pada 13 november 2023 pukul 19.30)

https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2023/05/03/rasio-pajak-masih-rendah-upaya-mencegah-kebocoran-diperkuat

 

Penulis: Laeli Nur Hidayah
Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Tidar

Editor: I. Chairunnisa

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI