GRESIK — Universitas Sunan Gresik terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, dosen dan mahasiswa Universitas Sunan Gresik hadir di MA Sunanul Muhtadin untuk membekali siswa kelas XII dengan pengetahuan dan pengalaman menghadapi Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL). Rabu (03/06/2026)
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 3 Juni 2026, tersebut mengusung tema “Pengenalan dan Simulasi TOAFL sebagai Bekal Strategis Mempersiapkan Siswa MA Sunanul Muhtadin Meraih Beasiswa dan Menempuh Pendidikan Tinggi.”
Kegiatan ini menghadirkan Mira, M.Pd., Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Sunan Gresik, sebagai narasumber. Ia memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengenal TOAFL sejak bangku madrasah, khususnya bagi mereka yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Mira menjelaskan bahwa kemampuan bahasa Arab merupakan salah satu kompetensi penting bagi siswa madrasah, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi pada perguruan tinggi keagamaan Islam, program studi keislaman, Pendidikan Bahasa Arab, Bahasa dan Sastra Arab, maupun bidang lain yang berkaitan dengan kajian Islam.
Para siswa diperkenalkan dengan struktur dan karakteristik soal TOAFL, strategi memahami pertanyaan, serta tips dan teknik mengerjakan tes. Materi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada siswa mengenai bentuk tes sekaligus membantu mereka mempersiapkan kemampuan bahasa Arab secara lebih terarah.
“Pengenalan TOAFL sejak di bangku madrasah penting agar siswa memiliki persiapan yang lebih matang. Jangan sampai siswa baru mengenal TOAFL ketika sudah menjadi mahasiswa. Dengan mengenal struktur tes dan berlatih sejak dini, siswa memiliki waktu yang lebih panjang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab,” jelas Mira.
TOAFL sebagai Bekal Meraih Beasiswa
Selain membahas teknis tes, siswa juga diberikan wawasan mengenai manfaat kemampuan bahasa Arab dalam mendukung peluang pendidikan tinggi dan beasiswa.
Menurut Mira, siswa MA memiliki peluang yang luas untuk melanjutkan pendidikan, khususnya di perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama maupun program studi keislaman di perguruan tinggi negeri lainnya. Kemampuan bahasa Arab dan sertifikat kemampuan bahasa yang dipersyaratkan dapat menjadi salah satu dokumen pendukung dalam berbagai kepentingan akademik.
Peluang tersebut juga dapat dikembangkan hingga ke perguruan tinggi luar negeri, khususnya institusi yang memiliki program studi berbasis bahasa Arab dan kajian Islam. Karena itu, siswa perlu mempersiapkan kemampuan akademik dan bahasa sejak dini agar lebih siap menghadapi berbagai persyaratan pendidikan tinggi.
TOAFL Tidak Berhenti pada Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diberikan pemahaman bahwa kemampuan bahasa Arab tidak hanya dibutuhkan ketika mendaftar perguruan tinggi atau mengikuti seleksi beasiswa.
Pada sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), mahasiswa diwajibkan memenuhi persyaratan kemampuan bahasa sebelum menyelesaikan studi. Di beberapa perguruan tinggi, bukti kelulusan TOAFL atau tes kemampuan bahasa Arab sejenis menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti munaqasyah atau sidang tugas akhir/skripsi.
Ketentuan tersebut dapat berbeda pada masing-masing perguruan tinggi, baik dari jenis tes maupun skor minimal yang dipersyaratkan. Namun, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Arab dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, khususnya pada program studi keislaman.
Karena itu, pengenalan TOAFL sejak kelas XII dinilai penting agar siswa tidak baru mengenal tes tersebut ketika telah menjadi mahasiswa. Persiapan sejak dini diharapkan membuat siswa lebih siap menghadapi tuntutan akademik di perguruan tinggi.
Siswa Ikuti Simulasi TOAFL
Setelah memperoleh materi, para siswa kelas XII MA Sunanul Muhtadin mengikuti simulasi TOAFL. Simulasi ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal bentuk soal dan suasana tes kemampuan bahasa Arab.
Beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Sunan Gresik turut mendampingi siswa selama simulasi. Mereka membantu memberikan arahan teknis dan mendampingi siswa dalam proses pengerjaan.
Keterlibatan mahasiswa tersebut tidak hanya membantu kelancaran kegiatan, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa PBA. Mereka memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di bangku kuliah dalam kegiatan pendidikan di masyarakat.
Interaksi antara mahasiswa dan siswa MA Sunanul Muhtadin juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan gambaran mengenai kehidupan mahasiswa dan lingkungan perguruan tinggi secara lebih dekat.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas Sunan Gresik. Mira, M.Pd., Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, bertindak sebagai narasumber. Evy Nur Rohmawaty, M.Pd., Dosen PBA, bertugas sebagai pembawa acara, sedangkan Novy, M.Pd., Dosen PGMI, turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan ini juga didampingi oleh beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang turut membantu pelaksanaan kegiatan, khususnya dalam mendampingi siswa selama simulasi TOAFL.
Keterlibatan dosen dari program studi berbeda dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Sunan Gresik mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan peserta didik dan masyarakat.
Kepala MA Sunanul Muhtadin Apresiasi Kontribusi Universitas Sunan Gresik
Kepala MA Sunanul Muhtadin, Sidi Ahmad Nasih, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Sunan Gresik atas kontribusinya dalam memberikan ilmu dan pengalaman kepada para siswa.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah sangat penting untuk memperluas wawasan siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Sunan Gresik, khususnya para dosen dan mahasiswa yang telah hadir dan berbagi ilmu serta pengalaman kepada siswa MA Sunanul Muhtadin. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Sidi Ahmad Nasih.
Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan berbagai peluang pendidikan yang tersedia dan mulai mempersiapkan diri sejak dini, termasuk dalam hal kemampuan bahasa Arab dan sertifikat TOAFL yang dapat menjadi salah satu bekal untuk memenuhi persyaratan akademik tertentu maupun mendukung peluang memperoleh beasiswa.
Membangun Motivasi Melanjutkan Pendidikan Tinggi
Kegiatan pengenalan dan simulasi TOAFL tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan siswa pada sebuah tes kemampuan bahasa Arab. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya persiapan pendidikan tinggi sejak bangku madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan wawasan bahwa kemampuan bahasa Arab dapat memiliki manfaat jangka panjang, mulai dari mendukung peluang beasiswa, memenuhi persyaratan akademik di perguruan tinggi tertentu, hingga menjadi salah satu bekal dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.
Sinergi antara Universitas Sunan Gresik dan MA Sunanul Muhtadin diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukatif lainnya. Dengan dukungan perguruan tinggi, madrasah dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa mengenai peluang pendidikan dan pengembangan diri.
Sementara bagi Universitas Sunan Gresik, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus membangun jembatan antara dunia perguruan tinggi dan pendidikan madrasah.
Melalui pembekalan, simulasi, dan pendampingan tersebut, siswa MA Sunanul Muhtadin diharapkan semakin percaya diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, serta mampu mempersiapkan diri untuk meraih berbagai peluang akademik dan beasiswa di masa mendatang.
Penulis:
1. Mira, M.Pd. (Narasumber)
2. Evy Nur Rohmawaty, M.Pd. (Anggota)
3. Novi, M.Pd. (Anggota)
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Sunan Gresik
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI

















