Gajahrejo, MMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN 04 Gajahrejo, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Sosialisasi diikuti oleh siswa SDN 04 Gajahrejo dengan penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia dan karakteristik peserta. Mahasiswa KKN menggunakan pendekatan edukatif dan interaktif agar siswa lebih mudah memahami bentuk-bentuk perundungan serta dampaknya bagi korban maupun lingkungan sekitar.
Kenalkan Bentuk dan Dampak Bullying
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan, ejekan, pengucilan, maupun perilaku lain yang dapat membuat seseorang merasa takut, tertekan, atau tidak nyaman.
Para siswa juga diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjaga perkataan dan tindakan, serta membangun hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN menekankan bahwa siswa tidak perlu takut untuk berbicara apabila mengalami atau melihat tindakan bullying. Mereka didorong untuk melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.
Mahasiswa KKN Ajak Siswa Jadi Teman yang Baik
Selain memberikan materi, kegiatan sosialisasi dikemas melalui komunikasi dua arah. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menceritakan pemahaman mereka mengenai bullying berdasarkan pengalaman di lingkungan sekolah.
Wakil Koordinator Desa KKN Berdampak 143 UMM, Aulia Rahmi, mengatakan edukasi mengenai bullying penting diberikan sejak sekolah dasar agar siswa mampu membedakan perilaku bercanda dengan tindakan yang dapat menyakiti orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal.
“Kami ingin mengajak siswa memahami bahwa setiap orang harus saling menghargai. Bercanda boleh, tetapi jangan sampai perkataan atau tindakan kita membuat teman merasa takut, sedih, atau tertekan,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan seluruh pihak di lingkungan sekolah. Tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan orang tua memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman bagi anak, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan bermainnya.
Dorong Sekolah yang Aman dan Ramah Anak
Sementara itu, Kepala Sekolah, salah satu pihak sekolah, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN UMM. Menurutnya, edukasi tentang anti-bullying dapat membantu siswa memahami pentingnya menjaga sikap dan menghormati teman.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa karena mereka mendapatkan pemahaman secara langsung mengenai bullying dan bagaimana cara menyikapinya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMM berharap pesan anti-bullying tidak berhenti setelah sosialisasi selesai. Siswa diharapkan dapat menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.
Sosialisasi anti-bullying di SDN 04 Gajahrejo menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMM dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Penulis: Nopelta Elpin
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang
Koordinator Desa KKN Berdampak 143 Universitas Muhammadiyah Malang
DPL: Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes. (DPL KKN-Berdampak 143 UMM)
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













