Be a Buddy, Stop the Bully: Tim Pengabdi UI Perkuat Kesadaran Anti-Bullying di SMAN 1 dan SMAN 4 Jakarta

Be a Buddy, Stop the Bully: Tim Pengabdi UI Perkuat Kesadaran Anti-Bullying di SMAN 1 dan SMAN 4 Jakarta Sumber: Penulis

Di banyak sekolah, bullying jarang datang dengan wajah garang. Ia sering hadir sambil tertawa. Lewat candaan. Lewat julukan. Lewat komentar yang dinormalisasi sebagai hal biasa. “Kan cuma bercanda,” begitulah tameng yang kerap menjadi pembenaran, tanpa peduli di baliknya bisa tersimpan luka psikologis yang tidak terlihat.

Fenomena ini mengantarkan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, yang diketuai oleh Djarot Dimas Achmad Andaru, S.H., M.H, dalam melaksanakan Program Sekolah Ramah Inklusif: Pencegahan Bullying dan Penguatan Kesiapan Peserta Didik melalui Peer Educator dan Crisis Center.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 September 2025 di Ruang Audio Visual SMAN 1 Jakarta, dengan melibatkan 40 siswa, terdiri dari 20 siswa SMAN 1 Jakarta dan 20 siswa SMAN 4 Jakarta.

Para peserta didampingi oleh guru Bimbingan Konseling (BK) serta wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dari masing-masing sekolah. Partisipasi siswa dirancang aktif dan strategis, dengan harapan nilai-nilai yang diperoleh dapat disebarluaskan secara efektif di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Mewujudkan Generasi Tanpa Bullying: Sosialisasi Stop Bullying oleh Mahasiswa PMM UMM di Desa Gendro

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pengenalan kebijakan pendidikan inklusif yang disampaikan oleh Feymi Angelina dan Nabila Wasila Rahmi, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Mereka menegaskan bahwa sekolah ideal adalah ruang aman bagi seluruh peserta didik, termasuk mereka dengan keragaman kondisi fisik, psikologis, dan sosial.

Selanjutnya, sesi advokasi anti-bullying disampaikan oleh Djarot Dimas Achmad Andaru, S.H., M.H dan Prof. Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D. untuk mengajak siswa merefleksikan praktik keseharian di sekolah. Pada tahap ini, peserta mulai diajak memahami konsekuensi pelaku bullying yang dapat mengarah pada tindak pidana serta bagaimana mekanisme pelaporan yang dapat dilakukan. 

Pemahaman tersebut diperdalam melalui studi kasus yang didampingi oleh beberapa tim mahasiswa (Cut Fazila, Endah Lilik Wulandari, Najma Izzatul Haq, Gaza Giovanni, M. Nurrobby Fatih, M. Fatih Azzam, dan Amelia Zahra), di mana siswa mendiskusikan situasi nyata yang kerap terjadi di sekolah serta merumuskan respons yang berperspektif inklusif dan empatik. Diskusi ini membuka ruang kesadaran bahwa teman sebaya memiliki peran penting dalam mencegah dan merespons bullying.

Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan penandatanganan Board Anti-Bullying. Langkah simbolik ini menjadi penegasan komitmen bersama antara siswa dan sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai.

Baca Juga: Pengaruh Media Sosial terhadap Bullying di Kalangan Remaja: Analisis Dampak dan Pencegahan

Dengan tagline “Be a Buddy, Stop the Bully”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa pencegahan bullying tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari keberanian untuk saling menjaga, mendengarkan, dan bersikap peduli.

Bullying senantiasa menghantui bukan karena disetujui, tetapi karena dianggap biasa. Melalui pendekatan yang strategis dan partisipatif, Program Sekolah Ramah Inklusif berupaya memutus rantai normalisasi tersebut dengan mengubah candaan yang menyakiti menjadi interaksi yang menghargai.

Karena setiap anak, berhak merasa aman tanpa ruang untuk disakiti. 

#BeABuddyStopTheBully #SekolahRamahInklusif #Bullying


Penulis:
1. Djarot Dimas Andaru, S.H., M.H.
2. ⁠Prof.Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D
3. ⁠Feymi Angelina, S.H.
4. ⁠Nabilla Wasila Rahmi
5. ⁠Cut Fazila Safira Puteh
6. ⁠Endah Lilik Wulandari
7. ⁠Najma Izzatul Haq
8. ⁠Gaza Giovanni Abhiseka
9. ⁠M. Nurrobby Fatih
10. ⁠Mohammad Fatih Azzam Tumu
11. ⁠Amelia Zahra
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI)


Dosen Pengampu:
1. Djarot Dimas Andaru, S.H., M.H.
2. ⁠Prof.Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi


 

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses